Indikator 8: Pelaksanaan
Ditemukan 6 rujukan ayat di dalam sistem.
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Ayat berikutnya menginformasikan tentang faktor penting yang membuat perang badar yang sesungguhnya tidak seimbang itu benarbenar terjadi, yaitu ketika kalian, wahai orang-orang mukmin, berada di pinggir lembah yang dekat ke arah kota madinah, dan mereka, orangorang kafir, berada di pinggir lembah yang jauh dari kota madinah sedang kafilah itu yang dipimpin oleh abu sufya'n berada lebih rendah, yakni lebih dekat dari kalian, kira-kira 5 mil saja. Sekiranya kalian mengadakan persetujuan untuk menentukan hari pertempuran, niscaya kalian berbeda pendapat dalam menentukan-Nya karena jumlah kalian jauh lebih sedikit dibanding jumlah pasukan kafir, tetapi Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan atau mesti terjadi dalam kehidupan, yaitu meninggikan kalimat-Nya dengan memberi kemenangan dan kemuliaan kepada kaum muslim serta kehancuran dan kehinaan bagi orang-orang kafir. Demikian ini, agar orang yang binasa atau terbunuh dalam peperangan itu binasa dengan bukti yang nyata, yakni melihat dan mengalami sendiri akibat kedurhakaannya dan agar orang yang hidup atau selamat dari pertempuran itu hidup dengan bukti yang nyata juga, yaitu dengan melihat bukti kekuasaan Allah. Sungguh, Allah maha mendengar permohonan orang-orang beriman agar diberi kemenangan pada perang yang sangat menentukan tersebut, maha mengetahui keadaan mereka bahwa mereka memang berhak atas pertolongan itulebih lanjut dijelaskan dengan rinci terjadinya perang badar yang tidak seimbang tersebut. Ingatlah wahai nabi Muhammad, ketika Allah memperlihatkan jumlah mereka, pasukan kafir, di dalam mimpimu berjumlah sedikit, lalu engkau menyampaikan kepada sahabat-sahabatmu sehingga mereka kuat mentalnya dan lebih berani. Sebab, sekiranya Allah memperlihatkan mereka berjumlah banyak, tentu kalian, wahai orangorang mukmin, menjadi gentar dan tentu kalian akan berbantah-bantahan dalam urusan itu menyangkut keterlibatan mereka pada perang badar tersebut, tetapi Allah telah menyelamatkan kamu dengan cara menunjukkan jumlah mereka terlihat sedikit dan lemah melalui mimpi nabi. Sungguh, Allah maha mengetahui apa yang ada dalam hatimu, termasuk rasa berani dan gentar dalam menghadapi peperangan.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Allah SWT memberitahukan tentang hari Furqan: ((Yaitu di hari) ketika kalian berada di pinggir lembah yang dekat ) yaitu ketika kalian menempati pinggir lembah yang dekat dengan Madinah. (Dan mereka) yaitu orang-orang musyrik menempati (di pinggir lembah yang jauh) yaitu jauh dari Madinah di arah Mekah (sedangkan kafilah itu) yaitu kafilah yang dipimpin oleh Abu Sufyan beserta orang yang bersamanya membawa barang dagangan (berada di bawah kalian) yaitu (di bagian yang lebih rendah daripada kalian) yaitu dekat dengan tepi pantai (Seandainya kalian mengadakan persetujuan) yaitu kalian dan orang-orang musyrik tentang medan perang (pastilah kalian tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu) Firman Allah: (Yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata) Muhammad bin Ishaq berkata yaitu agar orang yang kafir itu kafir setelah adanya hujjah nyata ketika melihat ayat tanda dan pelajaran, dan agar orang yang beriman itu beriman dengan hal itu juga. Ini adalah penafsiran yang baik, penjelasan panjangnya adalah sesungguhnya Allah berfirman,”Sesungguhnya pertemuan kalian dengan musuh kalian di satu tempat tanpa perjanjian, agar Allah menolong kalian atas mereka dan meninggikan kalimat kebenaran atas kebathilan, agar perkara itu jelas, hujjah dan buktinya terlihat pasti, sehingga tidak ada lagi alasan dan keraguan bagi seseorang. Saat itu binasalah orang yang binasa, yaitu orang yang melanjutkan kekufurannya akan terus melanjutkan hal itu dengan sadar atas jalan yang dia tempuh, dia bathil karena hujjah itu telah ditunjukkan kepadanya (dan agar orang yang hidup itu hidupnya) yaitu orang yang telah beriman akan tetap beriman (Dengan keterangan yang nyata) hujah dan pengetahuan. Keimanan adalah kehidupan untuk hati. Allah SWT berfirman: (Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, dan dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia) (Surah Al-An'am: 122) Aisyah berkata tentang kisah tuduhan palsu.”Maka binasalah orang yang binasa karena menuduhku" yaitu dia berkata tentangnya dengan perkataan yang penuh kedustaan dan kebohongan. Firman Allah: (Sesungguhnya Allah Maha Mendengar) yaitu doa, ketundukan, dan permohonan kalian kepadaNya (lagi Maha Mengetahui) kalian, bahwa kalian berhak mendapat kemenangan atas musuh-musuh kalian yang kafir dan membangkang.
Tafsir As-Sa'di
Buka
42. “(Yaitu di hari) ketika kamu berda di pinggir lembah yang dekat.” Yakni di pinggir lembah yang dekat Madinah. Satu lembah yang talah mengumpulkan kamu dengan mereka “sedang kafilah” yang kamu incar itu bukanlah yang diinginkan oleh Allah “berada di bawah kamu,” melewati pinggir laut . “sekiranya kamu mengadakan persetujuan untuk menentukan hari pertempuran”, dengan mereka sesuatu dengan kondisi dan keadaan tersebut “pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu.” Yakni pasti ada maju mundurnya atau pemilihan tempat dan lain-lain sebagiannya yang memalingkanmu atau mereka dari perjanjian. Akan tetapi Allah-lah yang mengumpulkanmu dengan mereka dalam kondisi tersebut. “Agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan,” yang telah di takdirkan sejak azali yang mesti terjadi. “YAitu agar orang yang binasa itu binasa dengan keterangan yang nyata.” Yakni supaya ia menjadi hujjah dan bukti bagi penentang, sehingga ketika dia memilih kekufuran yang dasar ilmu dan keyakinan terhadap kebathilannya, maka tidak ada lagi alasan dihadapan Allah. “Dan agar orang yang hidup itu hidup dengan keterangan yang nyata pula.” Yakni bashirah dan keyakinan orang Mukmin bertambah dengan bukti-bukti kebenaran yang di tunjukan oleh Allah kepada Dua kelompok yang cukup sebagi peringatan bagi orang-orang yang berakal. “Sesungguhnya Allah Maha mendengar Lagi Maha Mengetahui,” Maha Mendengar segala suara dan bahasa yang beraneka ragam dan keperluan yang bermacam-macam, Maha Mengetahui yang lahir, batin, yang rahasia, yang ghaib, dan yang Nampak.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
42 Ingatlah suatu hari pembedaan, yaitu ketika kamu berada di pinggir lembah bagian bawah yang dekat dengan Madinah. Adapun mereka musuh kalian berada di pinggir lembah di balik tempat kalian berada yang jauh Madinah, sedangkan kafilah Abu Sufyan itu berada di bawah tempat yang kalian pijaki yaitu pesisir laut.. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan untuk menentukan hari pertempuran dengan tentara Qurasy saat itu juga. Namun kalian ditakdirkan belum melakukan perjanjian untuk perang saat itu juga, pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu. Akan tetapi Allah mempertemukan dua pasukan itu tanpa suatu perjanjian agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan, yaitu untuk menolong orang-orang mukmin dan membinasakan orang kafir. Allah mentakdirkan itu untuk melenyapkan orang kafir setelah mereka ditunjukkan bukti yang nyata, serta untuk membuat orang-orang yang sudah beriman semakin beriman dengan adanya bukti yang nyata yang belum pernah ada contohnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar perkataan kalian lagi Maha Mengetahui kondisi kalian. Makna dari kebinasaan pada ayat ini adalah untuk orang kafir sebab kekufuran adalah sebab diturunkannya kebinasaan. Makna dari kehidupan adalah keimanan, karena iman adalah sebab kehidupan dan kekufuran adalah kematian
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Setelah menjelaskan apa yang dilihat oleh nabi dalam mimpi, maka pada ayat ini dijelaskan apa yang dilihat kaum muslim dengan mata kepala sendiri di medan perang. Ingatlah ketika Allah memperlihatkan mereka, orang-orang kafir, kepada kalian ketika kalian berjumpa dengan mereka seakan-akan berjumlah sedikit menurut penglihatan mata kalian di medan perang; dan kalian, wahai orang-orang mukmin, diperlihatkannya seakan-akan berjumlah sedikit menurut penglihatan mereka sebelum bertemu di medan pertempuran. Demikian itu karena Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan, sehingga tidak ada satu pun yang terlepas dari kehendak-Nya. Peristiwa perang badar seharusnya menguatkan mental dan keyakinan setiap orang mukmin bahwa Allah pasti menolong hamba-Nya yang memiliki keimanan yang benar, meski pertolongan itu datang dengan cara yang unik dan tidak masuk akalusai memaparkan kenikmatan yang Allah karuniakan kepada umat islam pada perang badar, seperti kemenangan dan ganimah, pada ayat ini Allah mengajarkan apa yang seharusnya dilakukan seorang mukmin saat menghadapi musuh. Wahai orang-orang yang beriman! apabila kamu bertemu pasukan musuh, maka berteguh hatilah dengan tetap menunjukkan keberanian setelah melakukan persiapan yang matang dan janganlah gentar apalagi melemah dalam membela kebenaran, dan sebutlah nama Allah banyak-banyak, yakni berzikir dan berdoalah semoga Allah memberikan kemenangan agar kamu beruntung.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ayat 43-44 Mujahid berkata,”Allah memperlihatkan kepada beliau dalam mimpinya sedikit, lalu Nabi SAW memberitahukan hal itu kepada para sahabat beliau tentang hal itu. Hal tersebut untuk meneguhkan mereka. Demikian juga dikatakan Ibnu Ishaq dan lainnya. Firman Allah SWT: (Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka kepada kamu (berjumlah) banyak, tentu saja kamu menjadi gentar) yaitu sungguh kalian akan menjadi pengecut menghadapi mereka, dan kalian berbeda pendapat di antara kalian (tetapi Allah telah menyelamatkan (kalian)) yaitu dari hal itu dengan memperlihatkan mereka kepada kalian dalam keadaan sedikit (Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati) terhadap sesuatu yang tersimpan di dalam hati dan semua yang tersembunyi di dalam hati (Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati (19)) (Surah Ghafir) Firman Allah: (Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kamu sekalian, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit pada penglihatan matamu) Hal ini juga termasuk kelembutan Allah SWT kepada mereka, ketika Dia memperlihatkan musuh mereka di mata mereka dalam keadaan sedikit, sehingga Dia membuat mereka berani dan melawan mereka. Firman Allah: (dan kalian ditampakkan-Nya berjumlah sedikit pada penglihatan mereka) Ikrimah berkata tentang firmanNya: (Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kamu ketika kamu sekalian berjumpa dengan mereka). dia berkata, Dia mendorong sebagian dari mereka untuk memerangi sebagian lainnya. Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Abbad ibnu Abdullah ibnuz Zubair, dari ayahnya sehubungan dengan makna firman-Nya: karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan (Al Anfal : 44) Yakni agar Allah menimpakan peperangan di antara mereka guna membalas terhadap orang-orang yang hendak ditimpakan pembalasan azab kepadanya, dan guna melimpahkan nikmat kepada orang-orang yang Dia kehendaki beroleh nikmat-Nya dari kalangan orang-orang yang berhak menerimanya. Firman Allah (karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan) Maknanya adalah Allah membujuk masing-masing dari kedua pihak untuk berperang, dan Dia menjadikan terlihat sedikit pihak lain untuk mendorongnya berperang dan hal itu saat keduanya berhadapan. Ketika pertempuran berkecamuk, Allah membantu orang-orang mukmin dengan seribu malaikat yang datang bergantian. Lalu orang-orang kafir melihat pasukan mukmin seakan-akan dua kali lipat daripada mereka. Sebagaimana Allah berfirman: (Sesungguhnya telah ada tanda bagi kalian pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir, yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan hati (13)) (Surah Ali Imran) Demikianlah pengertian penggambungan antara kedua ayat itu, masing-masing keduanya benar dan dipercaya. Segala puji bagi Allah
Tafsir As-Sa'di
Buka
43-44. Allah memperlihatkan ke dalam mimpi Rasululoh, bahwa orang-orang musyrik berjumlah sedikit, kemudian Rasululoh memberitahukan berita gembira itu kepada sahabat-sahabatnya, maka hati mereka pun menjadi tenang dan teguh. “Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka kepadamu (berjumlah) banyak.” Lalau kamu menyampaikan berita itu kepada sahabat-sahabatmu, “tentu saja mereka menjadi gentar tentu saja kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu.” Di antara kamu ada yang berpendapat meneruskan perang, ada pula yang tidak berpendapat demikian, dan percekcokan adalah kekalahan. “Akan tetapi Allah telah menyelamatkan kamu.” Yakni melindungimu. “Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segela isi hati.” Yakni keteguhan, kekhawatiran, kejujuran, keteguhan, dan kedustaan yang ada padanya. Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatimu yang membuatnya mengasihiMu, berlaku baik kepadamu, dan mebuktikan mimpi RasulNya. Allah menampakan kepada orang-orang Mukmin seakan-akan musuh-musuh mereka berjumlah sedikit. Masing-masing pasukan melihat musuhnya sedikit, agar masing-masing pasukan menyerang yang lain. “Karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan.” Yakni, memberi kemenangan kepada kaum Muminin dan menimpakan kekalahan kepada orang kafir, serta membinasakan para pemimpin dan pembesar kekafiran mereka, sehingga tidak seorangpun dari mereka yang bisa di banggakan, sehingga setelah itu mereka mudah di ajak masuk islam, ia juga menjadi bukti kelembutan bagi yang lain yang Allah beri nikmat Islam. “Dan hanya kepada Allah-lah segala urusan dikembalikan.” Yakni, segala urusan makhluk kembali kepada Allah, maka Dia membedakan yang baik dan yang buruk, dan memutuskan urusan makhluk dengan adil tanpa sedikitpun kezhaliman.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
44 Dan ingatlah wahai orang-orang mukmin ketika Allah menampakkan kepada kamu sekalian bahwa jumlah mereka hanya tujuh puluh atau seratus agar kalian tidak takut terlebih dahulu kepada mereka. Dia juga yang menjadikan jumlah kalian kurang dari 300 orang di mata orang-orang musyrik agar mereka tidak melakukan banyak persiapan untuk memerangi kalian dan setiap kelompok berani untuk berperang. Karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan. Dan hanyalah kepada Allahlah dikembalikan segala urusan. Setiap orang akan diberi balasan atas segala amalnya. Ini semua adalah terjadi sebelum peperangan. Adapun setelah peperangan sesungguhnya Allah memperlihatkan kepada musuh bahwa jumlah tentara muslim sebanyak jumlah mereka agar mereka terperingatkan sebagaimana dalam surat Ali Imran 13
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung sebagian yang lain, yakni satu sama lain tolong-menolong dalam kebatilan dan bersekongkol untuk memusuhi kalian. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah untuk saling melindungi dan bahu-membahu dalam membela serta meninggikan agama Allah, pada satu sisi, dan tidak melakukan hubungan yang intensif dengan orang-orang kafir yang memusuhi kalian, pada sisi lain, niscaya akan terjadi kekacauan yang dahsyat di bumi dan kerusakan yang besar antara lain bocornya rahasia dan tercerai-berainya barisan kaum muslimin. ' ayat sebelumnya menyinggung tentang kaum muhajirin dan ansar, sedang ayat ini menjelaskan kedudukan mereka, yaitu bahwa orangorang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, yakni kaum muhajirin, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan kepada orang muhajirin demi tegaknya kebenaran dan agama Allah, yakni kaum ansar, maka mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia berupa anugerah yang bermacam-macam baik di dunia maupun di akhirat.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ketika Allah SWT menyebutkan bahwa orang-orang mukmin itu sebagian di antara mereka adalah pelindung bagi sebagian lain, Allah memutuskan hubungan antara mereka dengan orang-orang kafir, sebagaimana yang dikatakan oleh Usamah dari Nabi SAW yang bersabda: ”Tidak boleh saling mewaris di antara dua pemeluk agama yang berbeda, dan orang muslim tidak boleh mewarisi orang kafir, dan tidak pula orang kafir terhadap orang muslim. Kemudian beliau membaca (Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kalian (hai para muslim) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar (73)). Makna firman Allah SWT: (Jika kalian (hai para muslim) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar) yaitu jika kalian tidak menjauhi orang-orang musyrik dan tidak melindungi orang-orang mukmin, maka terjadi fitnah di kalangan manusia, yaitu hal yang samar dan bercampur antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir. dan terjadi kekacauan dan kerusakan yang menyebar luas di antara orang-orang.
Tafsir As-Sa'di
Buka
73. Manakala Allah menyatakan akad muwalah di antara orang-orang Mukmin, Dia menyatakan bahwa orang-orang kafir yang dihimpun oleh kekufuran, sebagian dari mereka adalah wali bagi sebagian yang lain, maka tidak ada yang mengangkat mereka menjadi wali kecuali orang-orang kafir yang sama dengan mereka. FirmanNYa , “Jika kamu (hai kaum Muslimin) tidak melaksanakan,” yakni berwala’ (bersikap loyal) kepada orang-orang Mukmin dan berbara’ (anti dan berlepas diri) dari orang-orang kafir, di mana kamu berwala’ kepada mereka semua atau berbara’ dari mereka semua, atau kamu berwala’ kepada orang-orang kafir dan berbara’ dari orang-orang Mukmin, “niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” Hal itu menimbulkan dampak negative yang tak berbatas: bercampurnya kebenaran dengan kebatilan, Mukmin dengan kafir, lenyapnya banyak ibadah besar seperti jihad, hijrah, dan tujuan-tujuan syariat yang lain yang bisa lenyap jika orang-orang Mukmin tidak mengangkat orang-orang Mukmin sebagai wali.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
73 Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Maka mereka tidak akan menolong orang mukmin. Jika kamu hai para muslimin tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kelemahan Islam serta kerusakan yang besar pada agama dan dunia. Seorang laki-laki berkata: Akankah kami mewariskan peranakan kami kepada kaum musyrik? Maka turunlah ayat ini
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Beberapa orang quraisy bertanya kepada nabi tentang roh, kisah penghuni gua dan kisah zulkarnain. Nabi Muhammad menyuruh mereka datang besok pagi dan beliau menjanjikan akan menceritakan kepada meraka peristiwa ini. Allah memberi pelajaran dalam ayat ini, dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, yakni menjanjikan akan memberikan jawaban terhadap pertanyaan atau melakukan sesuatu dengan berkata aku pasti melakukan itu besok pagi, kecuali engkau janjikan hal itu dengan mengatakan insya Allah, yakni jika dikehendaki Allah. Dan ingatlah kepada tuhanmu apabila engkau lupa mengaitkan janjimu dengan kehendak Allah, begitu engkau ingat, kaitkanlah janjimu itu dengan mengatakan insya Allah dan katakanlah wahai nabi Muhammad, mudah-Mudahan tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku untuk menjelaskan sesuatu kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini, yakni dari kisah penghuni gua dalam memberi petunjuk kepada kenabianku.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ayat 23-24 Allah SWT memberi petunjuk kepada RasulNya SAW tentang adab dalam mengerjakan sesuatu yang telah diniatkan di masa yang akan datang, maka hendaklah dia mengembalikan hal tersebut kepada kehendak Allah SWT Yang Maha mengetahui hal ghaib, yang mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi, serta apa yang tidak terjadi dan seandainya terjadi bagaimana akibatnya. Firman Allah SWT: (Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa) Dikatakan bahwa, makna yang dimaksud adalah jika kamu lupa mengucapkan pengecualian, maka sebutkanlah pengecualian itu saat kamu mengingatnya. Pendapat ini dikatakan oleh Abu Al-’Aliyah Ikrimah berkata tentang firmanNya: (Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa) yaitu jika kamu marah. Ini adalah penafsiran yang lazim Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu, "Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi (23) kecuali (dengan menyebut), 'Insya Allah'” Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa) yaitu mengatakan “Insya Allah” Makna ayat mengandung makna lain, yaitu bahwa melalui ayat ini Allah membimbing orang yang lupa atas sesuatu dalam pembicaraannya, agar dia mengingat Allah SWT karena sesungguhnya lupa itu bersumber dari setan. Sebagaimana yang dikatakan pemuda yang menemani nabi Musa, (dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali setan) (Surah Al-Kahfi: 63) dan mengingat Allah SWT itu dapat mengusir setan. Jika setan pergi, maka lenyaplah lupa itu. Mengingat Allah adalah penyebab dari suatu ingatan. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan ingatlah Tuhanmu jika kamu lupa) Firman Allah: (dan katakanlah, "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini”) yaitu, apabila kamu ditanya tentang sesuatu yang tidak kamu ketahui, maka mintalah kepada Allah tentang jawabannya, dan mohonlah kepadaNya agar Dia memberimu taufik ke jalan yang benar dan diberi petunjuk jawabannya. DIkatakan penafsiran yang lain dari ini. Hanya Allah yang lebih mengetahui
Tafsir As-Sa'di
Buka
23. Larangan ini adalah sebagaimana larangan lainnya, sekalipun penyebabnya khusus dan ditujukan kepada Rasulullah, akan tetapi arah pembicaraannya umum, untuk semua kalangan mukallaf. Allah melarang seorang hamba mengatakan dalam urusan yang akan datang, “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu,” tanpa menggandengkannya dengan kehendak Allah. Demikian itu, karena sikap tersebut memuat sebuah larangan. Yaitu berbicara tentang perkara ghaib yang akan datang, yang mana dia tidak mengetahui apakah dia akan mengerjakannya atau tidak? Dan apakah akan terjadi atau tidak? Pada ungkapan itu (tanpa mengaitkan dengan kehendak Allah) mengandung pengertian mengembalikan sebuah perbuatan kepada kehendak seorang hamba belaka, dan sikap demikian ini dilarang lagi diharamkan. Sebab, semua kehendak adalah milik Allah. "Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam." (At-Takwir: 29) Dan karena pada penyertaan kehendak Allah memuat unsur memuluskan dan memudahkan urusan, teraihnya berkah serta unsur meminta bantuan dari hamba kepada Rabbnya.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
23-24. Jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu yang kamu sangka: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali dengan menyebut: "Insya Allah". Ingatlah kepada Tuhanmu dengan tasbih, takbir dan istighfar jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini". Ibnu Abbas berkata: Nabi pernah bersumpah, kemudian hingga berlalu 40 malam. Sehingga turunlah ayat ini.
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Surah ini mengandung ketentuan hukum yang pasti, salah satunya hukum perzinaan. Kepada pezina perempuan yang belum pernah menikah dan demikian pula pezina laki-laki yang belum pernah menikah, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali jika perziaan keduanya terbukti sesuai dengan syarat-syaratnya, dan janganlah rasa belas kasih-an kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama dan hukum Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Salah satu konsekuensi iman adalah melaksanakan hukum Allah. Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman, sedikitnya tiga atau empat orang, agar hukuman itu menjadi pelajaran bagi pihak-pihak yang melihat dan mendengarnya. 3. Usai menjelaskan hukuman atas pezina, ayat ini mengingatkan keharusan menghindari pezina, khususnya untuk dijadikan pasangan hidup. Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan atau dengan perempuan musyrik; dan demikian juga sebaliknya, pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu, yaitu menikah dengan pezina, diharamkan bagi orang-orang mukmin.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ayat 1-2 Allah SWT berfirman bahwa ini adalah (suatu surah yang Kami turunkan) mengandung pengertian yang mengisyaratkan perhatian kepada surah ini, tetapi tidak mengesampingkan surah lainnya “dan Kami wajibkan kepadanya” Mujahid dan Qatadah berkata,”Kami telah menjelaskan halal, haram, perintah, larangan, dan batasan-batasan hukum. Imam Bukhari berkata bahwa orang yang membacanya (Wa Faradnaha) yaitu,”Kami wajibkan hukum-hukum kepada kalian, dan kepada orang-orang yang sesudah kalian” (dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas) yaitu ayat-ayat yang jelas dan gamblang (agar kalian selalu mengingatnya) Kemudian Allah SWT berfirman: (Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka pukullah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali) Yakni ayat yang mulia ini mengandung hukum had bagi orang yang berzina. Para ulama memiliki pembahasan yang rinci dan segala perbedaan pendapat. Akan tetapi pezina itu adakalanya seorang yang perawan, yaitu belum pernah menikah atau muhshan yaitu orang yang sudah melakukan hubungan badan melalui pernikahan yang sah dan dia adalah seorang yang merdeka, baligh, dan berakal sehat. Adapun orang yang belum pernah menikah, maka hukuman hadnya seratus kali deraan, sebagaimana di ayat ini. Dan ditambahkan dengan dibuang selama satu tahun di tempat yang jauh dari negerinya, menurut pendapat mayoritas ulama, berbeda dengan pendapat Imam Abu Hanifah, bahwa hukuman pengasingan ini diserahkan kepada imam. yaitu, jika imam berkehendak maka bisa mengasingkannya dan jika berkehendak dia bisa tidak mengasingkannya. Firman Allah SWT: (dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kalian untuk (menjalankan) agama Allah) yaitu menjalankan hukum Allah. yaitu, janganlah mengasihi keduanya dalam menjalankan syariat Allah. Hal yang dilarang bukanlah belas kasihan saat menimpakan hukuman had. melainkan belas kasihan yang mendorong hakim untuk membatalkan hukuman had. Maka hal itu tidak diperbolehkan. Mujahid berkata tentang firmanNya: (dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kalian untuk (menjalankan) agama Allah2) yaitu untuk menjalankan hukuman had ketika kasusnya telah dilaporkan kepada penguasa, maka hukuman harus dijalankan dan tidak boleh diabaikan. Dikatakan bahwa makna (dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kalian untuk (menjalankan) agama Allah) yaitu, janganlah menegakkan hukuman had sebagaimana melakukan pukulan yang keras untuk mencegah perbuatan dosa. Dan maknanya bukanlah melakukan pukulan yang membuat yang dihukum terluka berat. Amir Asy-Sya'bi berkata tentang firmanNya: (dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kalian untuk (menjalankan) agama Allah) yaitu belas kasihan untuk melakukan pukulan yang keras. ‘Atha’ berkata bahwa pukulan itu adalah pukulan yang tidak melukai Firman Allah: (jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhirat) yaitu lakukan dan tegakkanlah hukuman-hukuman had terhadap orang-orang yang berzina, dan pukullah mereka dengan keras, tetapi tidak dengan pukulan yang membuat mereka lumpuh. yaitu agar dia dan orang lain yang hendak melakukan perbuatan seperti itu jera. Firman Allah: (dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman) Hal ini merupakan pembalasan bagi pezina jika keduanya didera di hadapan orang banyak. Hal itu lebih keras pengaruhnya terhadap keduanya agar keduanya benar-benar jera. Sesungguhnya hal itu adalah kecaman dan cemoohan terhadap orang yang dihukum, jika banyak orang menyaksikan hukumannya. Hasan Al-Bashri berkata tentang firmanNya: ()dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman) yaitu secara terang-terangan. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman) Kata “Ath-Thaifah” adalah satu orang laki-laki dan lebih dari itu.
Tafsir As-Sa'di
Buka
2. ini adalah mengenai pelaku zina lelaki dan perempuan yang lajang. Yaitu mereka berdua dipukul sebanyak seratus kali pukulan. Adapun orang yang pernah melewati masa pernikahan (lelaki atau wanita), menurut petunjuk kandungan Sunnah yang shahih juga popular, hukumannya yaitu rajam. Allah melarang kita terpengaruh dalam rasa iba kepada mereka berdua di dalam menegakkan agama Allah, yang akan menghambat kita menjalankan hukuman pidana atas mereka berdua, baik rasa kasihan alami atau karena ada jalinan kekerabatan, persahabatan atau hubungan lainnya (dengan tertuduh). Hanya keimananlah yang dapat melenyapkan perasaan yang menghalangi pelaksanaan hukum Allah itu. Rasa sayang kepadanya yang hakiki itu adalah dengan menegakkan hukum kepadanya. Kita ini, kendatipun merasa kasihan kepadanya lantaran terjadinya takdir semacam itu kepadanya, namun kita tidak boleh mengungkapkan belas kasih kepadanya dari sisi ini. Allah memerintahkan supaya proses penegakan hukum dua orang pezina itu dihadiri oleh “sekumpulan orang-orang,” Mukmin. Supaya diketahui oleh khalayak dan terpenuhilah sasaran untuk menghinakan (pelaku) dan menciptakan suasana kehati-hatian (dari tindakan itu), dan hendaklah mereka benar-benar menyaksikannya secara nyata. Sesungguhnya, menyaksikan pelaksanaan hukum syariat secara langsung termasuk faktor yang berpotensi menguatkan ilmu dan meresapkan pemahaman, serta akan mendekatkan kepada kebenaran, tidak ditambah-tambah ataupun di kurangi. Wallahu’alam.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
2. Perempuan pezina dan laki-laki pezina yang masih perawan atau perjaka yaitu belum menikah. Maka pukul atau deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali atas kemaksiatan mereka. Sudah ditetapkan dalam sunnah bahwa ada tambahan pukulan/jilidan secara umum. Adapun hukuman untuk pezina muhson yaitu yang sudah menikah dan merdeka, maka hukuman bagi mereka adalah rajam menurut sunnah yang sahih dan mutawatir. Jangan berbelas kasihan kepada keduanya sekalipun sedikit dalam menegakkan aturan Allah, jika kamu memang beriman kepada Allah, hari kebangkitan dan hari akhirat hari pembalasan. Hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. Paling sedikit adalah tiga orang, sebab jika disaksikan orang banyak maka akan bisa menjadi peringatan, pelajaran dan pembelajaran. Inilah aturan bagi zina.
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Perbuatan kamu, wahai orang-orang yang beriman, yang tidak melakukan apa yang sudah dikatakan atau disampaikan kepada orang lain sangatlah dibenci di sisi Allah, jika kamu mengikuti kebiasaan orang-orang munafik, mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan, bermuka dua, tidak ada kesatuan kata dan perbuatan dan tidak ada integritas. 4. Ayat ini menyatakan bahwa Allah suka kepada orang-orang yang berjihad dalam barisan yang teratur. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya untuk membela diri dan membela kehormatan islam dan kaum muslim dalam barisan yang teratur, kuat, militan, dan terorganisir dengan baik; mereka seakan-akan dalam membangun kekuatan umat seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh, saling menguatkan komponen umat muslim yang satu terhadap komponen umat muslim lainnya.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ayat 1-4 Telah disebutkan pembahasannya dalam firman Allah dalam firman Allah SWT: (Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (l)) yang tidak hanya sekali sehingga tidak perlu lagi diulangi. Adapun firman Allah SWT: (Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan (2)) pengingkaran terhadap orang yang menjanjikan suatu janji atau mengatakan sesuatu, lalu dia tidak memenuhinya. Oleh karena itu maka ada sebagian ulama salaf yang berpendapat atas dalil ayat ini bahwa diwajibkan bagi seseorang menunaikan apa yang dia janjikan secara mutlak baik yang dijanjikan itu berkaitan dengan kewajiban atau tidak. Mereka juga berhujjah dengan hadits yang disebutkan di dalam hadits shahih Bukhari Muslim, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:”Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu apabila berjanji dia mengingkari, apabila berbicara, dia berdusta dan apabila dipercaya dia berkhianat” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan (2)) dia berkata,”Dahulu sebelum jihad diwajibkan, ada segolongan orang-orang mukmin yang berkata bahwa kami sangat menginginkan sekiranya Allah SWT menunjukkan kepada kami amal perbuatan yang paling disukai di sisiNya, maka kami akan mengerjakannya. Maka Allah SWT memberitahukan kepada NabiNya, bahwa amal perbuatan yang paling disukai adalah beriman kepadaNya tanpa keraguan, dan berjihad melawan orang-orang yang durhaka kepadaNya, yaitu orang-orang yang menentang keimanan dan tidak mau mengakuinya. Ketika diturunkan perintah berjihad, sebagian dari orang-orang mukmin tidak senang dengan itu dan terasa berat oleh mereka. Maka Allah SWT berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan? (2)) Pendapat inilah yang dipilih Ibnu Jarir. Dalam firman Allah SWT: (Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh) Ini merupakan pemberitahuan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman. dia berkata tentang firmanNya: (seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh) yaitu sebagiannya menempel ketat dengan sebagian yang lain dalam barisannya dalam peperangan.
Tafsir As-Sa'di
Buka
2-3. “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat,” maksudnya, mengapa kalian mengatakan kebaikan dan mendorongnya, dan boleh jadi kalian memuji-muji kebaikan itu namun tidak kalian lakukan? Mengapa kalian melarang keburukan, boleh jadi kalian sucikan diri kalian dari keburukan tersebut namun kalian lakukan bahkan menjadi sifat kalian? Lantas apakah kondisi tercela seperti ini pantas bagi orang-orang yang beriman? Bukankah amat besar murka Allah pada orang yang mengatakan sesuatu namun tidak dikerjakan? Karena itu, orang yang memerintahkan berbuat baik seharusnya menjadi orang pertama yang melakukannya. Dan orang yang melarang keburukan seharusnya menjadi orang yang paling jauh darinya. Allah berfirman, “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” -Al-baqarah:44 Nabi syuaib berkata kepada kaumnya, “Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang.” -Hud: 88-
Tafsir Al-Wajiz
Buka
3. Kemudian Allah mencela orang-orang yang berkata-kata tersebut. Allah membenci mereka (Al-Maqtu adalah kebencian yang sangat besar) dengan kebencian yang amat besar. {Kabura} artinya agung dan besar. {Maqtan} adalah kebencian yang sangat besar di sisi Allah bagi kalian akibat ucapan kalian yang tidak kalian laksanakan.
Tafsir Al-Mishbah
Buka