Indikator 44: Forecasting, Ramalan, Dugaan
Ditemukan 5 rujukan ayat di dalam sistem.
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Wahai nabi Muhammad, mereka, yaitu kaum yahudi atau musyrik, atau siapa pun mereka, menanyakan kepadamu dengan maksud mengejek atau mengujimu tentang kiamat, yang pada hakikatnya mereka tidak akui adanya, atau mereka pun sebenarnya tahu bahwa hanya Allah yang tahu tentang itu, kapan terjadinya dan bagaimana mengetahuinya' katakanlah kepada mereka, sesungguhnya pengetahuan tentang waktu dan bagaimana kiamat itu terjadi ada pada tuhanku; tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain dia yang maha mengetahui. Kiamat itu sangat berat dan mencekam bagi makhluk yang di langit dan di bumi karena tidak ada yang mengetahuinya dan sangat besar huru-haranya. Ia tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba. Mereka mengulang bertanya tentang itu kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat ada pada Allah, sehingga tidak ada yang dapat mengetahui kecuali atas informasi-Nya, padahal dia telah menetapkan tidak memberitahu siapa pun tentang waktu kedatangannya. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui sehingga mereka terus bertanya atau menduga-duga, termasuk tentang hal-hal yang gaib lainnya. Bukan hanya soal kapan terjadi hari kiamat, tetapi seluruh persoalan berada dalam genggaman kekuasaan Allah. Nabi Muhammad tidak memiliki wewenang dan pengetahuan, kecuali yang dianugerahkAllah, maka katakanlah, wahai nabi Muhammad kepada mereka, aku tidak kuasa mendatangkan manfaat seberapa besar pun, maupun menolak mudarat sekecil apa pun, karena aku adalah makhluk lemah dan pengetahuanku pun terbatas, bagi diriku, apalagi buat orang lain, kecuali apa yang dikehendaki Allah untuk dianugerahkan-Nya kepadaku. Sekiranya aku mengetahui segala sesuatu yang gaib, seperti yang kalian sangka, niscaya aku dengan pengetahuanku itu akan membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Tetapi tidak demikian keadaanku; sekali waktu mendapat kebaikan, di kali lain mengalami yang buruk; sekali waktu kalah dalam perang dan di kali lain menang; kadang rencanaku berhasil, terkadang juga gagal. Begitulah, karena memang aku tidak lain hanyalah seorang hamba Allah yang bertugas sebagai pemberi peringatan kepada seluruh manusia mengenai azab, dan pembawa berita gembira berupa balasan atau pahala bagi orang-orang yang beriman. Tugasku tidak terkait dengan pengetahuan yang rinci tentang yang gaib, kecuali yang telah diinformasikan-Nya kepadaku.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Allah SWT berfirman: (Mereka bertanya kepadamu tentang kiamat) sebagaimana Allah SWT berfirman: (Manusia bertanya kepadamu tentang hari kiamat) (Surah Al-Ahzab: 63) Dikatakan bahwa ayat ini diturunkan terkait orang-orang Quraisy. Dikatakan juga bahwa ayat ini diturunkan terkait sekelompok orang-orang Yahudi. Dan pendapat yang pertama yang lebih mendekati kebenaran, karena ayat ini adalah ayat Makkiyyah. Mereka bertanya tentang waktu terjadinya kiamat, dengan maksud tidak mempercayai keberadaannya dan mendustakannya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan mereka berkata, "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari kiamat) jika kamu adalah orang-orang yang benar? (48)) (Surah Yasin) dan (Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan, dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh (18)) (Surah Asy-Syura) Firman Allah: (Bilakah terjadinya) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, makna dari (kapan terjadinya) adalah kapankah batas kejadiannya) kapankah masa dunia berakhir? Yang merupakan permulaan dari waktu kiamat (Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia”) Allah SWT memerintahkan kepada Rasulullah SAW ketika ditanya tentang waktu kiamat, maka beliau mengembalikannya pengetahuannya kepada Allah SWT, sesungguhnya hanya Dialah (yang mengetahui bila kiamat akan terjadi), yaitu Allah mengetahui hal itu secara jelas dan mengetahui waktu kejadiannya dengan tepat. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kecuali Allah SWT. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) di langit dan di bumi) Diriwayatkan dari Qatadah tentang firmanNya: (Kiamat itu amat berat (bagi makhluk) di langit dan di bumi) yaitu, amat berat pengetahuan tentang hal itu bagi semua penduduk langit dan bumi. Jadi mereka sama sekali tidak mengetahuinya. Ma'mar berkata bahwa Al-Hasan berkata,"Jika hari kiamat datang, maka terasa amat berat bagi semua penduduk langit dan bumi" dia berkata itu terasa amat berat bagi mereka. Ibnu Jarir memilih pendapat bahwa makna yang dimaksud adalah amat berat pengetahuan tentang waktu terjadinya kiamat bagi penduduk langit dan bumi, seperti yang dikatakan oleh Qatadah. Hal itu sebagaimana yang dikatakan oleh keduanya, sebagaimana firmanNya: (Kiamat itu tidak akan datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba) hal itu tidak menafikan tentang beratnya kedatangan hari kiamat bagi penduduk langit dan bumi. Hanya Allah yang lebih mengetahui. As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi) dia berkata,”Hari kiamat itu disembunyikan di langit dan bumi. Jadi tidak ada yang mengetahui waktunya, baik malaikat yang terdekat tidak pula nabi yang diutus (Kiamat itu tidak akan datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba) yaitu terjadinya hari kiamat itu mengagetkan mereka. dan akan mendatangi mereka saat sedang lalai. Qatadah berkata tentang firmanNya: (Kiamat itu tidak akan datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba) Allah telah menetapkan bahwa hari kiamat itu (tidaklah datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba) Firman Allah SWT: (Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya) Diriwayatkan dari Mujahid dari riwayat Ibnu Abi Najih dan lainnya tentang firmanNya: (Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya) dia berkata bahwa pertanyaan itu diajukan kepadamu seakan-akan kamu mengetahui waktu kejadianya. Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya) Yaitu seakan-akan kamu mengetahuinya, dan sungguh Allah menyembunyikan pengetahuan tentangnya dari makhlukNya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat) (Surah Luqman: 34), Pendapat ini kedudukannya lebih kuat daripada pendapat pertama. Hanya Allah yang lebih Mengetahui. Oleh karena itu Allah berfirman: (Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui) Olehk karena itu ketika Malaikat Jibril datang dalam wujud orang Arab Badui untuk mengajarkan kepada manusia perkara agama mereka, lalu dia duduk di hadapan Rasulullah SAW dengan posisi duduk orang yang bertanya, dan meminta petunjuk. Lalu malaikat Jibril bertanya kepada beliau SAW tentang Islam, lalu tentang iman dan ihsan, kemudian dia bertanya,"Kapankah hari kiamat itu?" Lalu Rasulullah SAW besabda kepadanya,”Tidaklah orang yang ditanyai itu lebih tahu daripada yang bertanya” yaitu aku bukanlah orang yang lebih tahu tentang hal itu daripada kamu, dan tidak ada seorang pun yang lebih mengetahui tentangnya. Kemudian Nabi SAW membacakan firmanNya: (Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat (Surah Luqman: 34) Nabi yang ummi ini adalah pemipin dan penutup para rasul, yaitu nabi Muhammad SAW. Bersamaan dengan semua ini, Allah memerintahkan kepadanya agar mengembalikan pengetahuan tentang terjadinya hari kiamat kepada Dia, jika ditanya tentang hal itu. Lalu Allah berfiman: (Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah disisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”)
Tafsir As-Sa'di
Buka
187 Allah berfirman kepada RasulNya Muhammad “mereka menanyakan kepadamu” yakni orang orang yang membangkang dan mendustakkanmu “tentang hari kiamat, bilakah terjadinya?” yakni kapan terjadinya? Kapan ia hadir pada manusia? “katakanalah ’sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah pada sisi Rabbku” yakni pengetahuannya hanya dimiliki oleh Allah “tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia” yakni ia tidak ditampakkan pada waktu yang telah ditentukan untuk terjadi padanya kecuali oleh Allah ”kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi” yakni pengetahuan tentangnya tidak diketahui oleh penduduk langit dan bumi dan perkaranya pun berat atas mereka. Mereka ketakutan terhadap kiamat. ”kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba” dimana mereka tidak merasa sehingga mereka tidak bersiap siap untuk menghadapinya. ”mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar benar mengetahuinya” yakni mereka terus bertanya kepadamu tentang hari kiamat seolah olah kamu memiliki perhatian besar terhadap pertanyaan seperti ini sementara mereka tidak menyadari bahwa kamu karena sempurnya ilmumu terhadap Rabbmu dan karenanya tidak bergunannya pertanyaan seperti ini tidak mempedulikan dan dan tidak memperhatikan pertanyaan tentangnya. Mengapa dalam hal ini mereka tidak meneladanimu? dan menahan diri dari pertanyaan ini yang tidak mengandung kemaslahatan sama sekali yang ilmunya tidak mungkin diketahui, ia tidak diketahui oleh nabi yang diutus maupun malaikat yang dekat kepada Allah, ia termasuk perkara yang dirahasiakan oleh Allah dari makhlukNya karena hikmahNya yang sempurna dan rahmatNya yang luas. ”katakanlah sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” oleh karena itu mereka memberi perhatian terhadap sesuatu yang tidak selayaknya diperhatikan lebih lebih mereka yang tidak bertanya tentang perkara yang lebih penting dengan meninggalkan ilmu yang wajib mereka ketehui, kemudian menggantinya dengan pertanyaan yang tidak seorangpun mengetahui jawabannya dan mereka sendiri tidak dituntut untuk mengetahuinya.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
187 Mereka, orang Yahudi dan Qurays menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Kapan hari kiamat itu ditetapkan dan terjadi?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat huru haranya bagi makhluk yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah dengan lantang: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa hanya Allah lah Yang Maha Tahu atas hari kiamat”. Ayat ini turun ketika orang Yahudi berkata kepada Nabi: Jika engkau memang Nabi maka katakanlah kepada kami kapan hari kiamat itu terjadi
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Bukan hanya soal kapan terjadi hari kiamat, tetapi seluruh persoalan berada dalam genggaman kekuasaan Allah. Nabi Muhammad tidak memiliki wewenang dan pengetahuan, kecuali yang dianugerahkAllah, maka katakanlah, wahai nabi Muhammad kepada mereka, aku tidak kuasa mendatangkan manfaat seberapa besar pun, maupun menolak mudarat sekecil apa pun, karena aku adalah makhluk lemah dan pengetahuanku pun terbatas, bagi diriku, apalagi buat orang lain, kecuali apa yang dikehendaki Allah untuk dianugerahkan-Nya kepadaku. Sekiranya aku mengetahui segala sesuatu yang gaib, seperti yang kalian sangka, niscaya aku dengan pengetahuanku itu akan membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Tetapi tidak demikian keadaanku; sekali waktu mendapat kebaikan, di kali lain mengalami yang buruk; sekali waktu kalah dalam perang dan di kali lain menang; kadang rencanaku berhasil, terkadang juga gagal. Begitulah, karena memang aku tidak lain hanyalah seorang hamba Allah yang bertugas sebagai pemberi peringatan kepada seluruh manusia mengenai azab, dan pembawa berita gembira berupa balasan atau pahala bagi orang-orang yang beriman. Tugasku tidak terkait dengan pengetahuan yang rinci tentang yang gaib, kecuali yang telah diinformasikan-Nya kepadaku. Begitulah Allah mengalihkan pandangan mereka agar memerhatikan keadaan rasul dan juga mencermati alam raya agar mereka dapat merasakan keesaan tuhan. Kali ini Allah mengajak mereka membaca fakta dalam diri mereka, yaitu bahwa dialah, Allah, yang menciptakan kamu keturunan nabi adam dari jiwa yang satu, yaitu nabi adam, dan dari padanya dia menciptakan pasangannya, yaitu hawa, agar dia merasa tenang dan cenderung hatinya kepada pasangannya. Maka setelah dicampurinya, istrinya mengandung kandungan yang ringan, seperti biasanya kehamilan di masa awal, dan teruslah dia merasa ringan beberapa waktu kemudian ketika dia merasa berat, di saat kandungan semakin besar dan semakin dekat waktu bersalin, keduanya, yakni pasangan suami istri, bermohon kepada Allah, tuhan mereka seraya berkata, demi kekuasaan dan kebesaran-Mu, jika engkau memberi kami anak yang saleh, sempurna, sehat, dan tidak cacat, tentulah kami benar-benar termasuk orang-orang yang bersyukur.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Allah memerintahkan beliau untuk mengembalikan semua urusan kepadaNya, dan menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui perkara ghaib di masa yang akan datang dan tidak mengetahui hal itu kecuali sebatas apa yang telah diperlihatkan Allah kepada beliau, sebagaimana Allah SWT berfirman: ((Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu (26) Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya (27)) (Surah Al-Jin) dan firman Allah (Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya) Ibnu Jarir berkata,”Ulama lainnya berkata bahwa makna hal itu adalah jika aku mengetahui hal yang ghaib, sungguh aku akan menyiapkan perbekalan di musim subur untuk menghadapi musim kekeringan, dan di saat harga murah untuk menghadapi harga mahal, sehingga aku memperisapkan diri dengan harga murah. Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan) yaitu maka aku akan menjauhi dan menghindari keburukan sebelum hal itu terjadi. Kemudian beliau menyampaikan bahwa beliau hanyalah seorang pemberi peringatan dan pembawa berita gembira, yakni memberi peringatan tentang azab Allah dan menyampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin dengan surga. Sebagaimana Allah SWT berffirman: (Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al-Qur’an itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang (97)) (Surah Maryam)
Tafsir As-Sa'di
Buka
188 “katakanlah aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan” karena sesunggunya aku adalah hamba fakir yang diatur, kebaikan tidak datang kepadaku keuali dari Allah dan tidak ada yang menolak kejahatan dariku kecuali Dia, dan akaupun tidak memiliki ilmu kecuali apa yang diajarkan oleh Allah kepadaku “dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan” yakni niscaya aku melakukan sebab-sebab yang mana aku mengetahui bahwa ia menghasilkan kebaikan dan kemaslahatan untukku dan akupun harus berhati-hati terhadap segala perkara yang membawaku kepada keburukan dan hal hal yang tidak diinginkan karena aku mengetahui perkara-perkara sebelum ia terjadi dan akupun mengetahui akibat yang ditimbulkan. Akan tertapi karena aku sendiri tidak mengetahui, maka terkadang akupun ditimpa kemalangan dan akupun gagal meraih kebaikan dan kemaslahatan dunia. ini adalah dalil paling kuat bahwa aku tidak memiliki ilmu ghaib. ”aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan” yang memperingatkan azab diniyah, duniawiyah dan ukhrawiyah. Aku menjelaskan perbuatan-perbuatan yang mengantarkan kepadanya sekaligus memperingatkannya, aku juga menyampaikan berita gembira pahala dunia dan akhirat, dengan menjelaskan perbuatan-perbuatan yang mengantarkan kepadanya dan mendorong kepadanya. Akan tetapi tidak semua orang mau menerima peringatan dan berita gembira ini. hanya orang-orang Mukminlah yag mau menerima dan mengambil manfaat darinya. Ayat ayat yang mulia ini menjelaskan kebodohan orang yang berdoa kepada nabi untuk mendapatkan kebaikan dan menolak kemudaratan, karena perkaranya tidak berada di tangannya dan dia tidak dapat memberi manfaat kepada orang yang tidak diberi bermanfaat oleh Allah dan tidak dapat menolak mudarat dari orang yang tidak dilindungi oleh Allah kepadanya. ia hanya manfaat bagi orang yang mau menerima berita gembira dan peringatannya serta mengamalkannya, ini adalah manfaat nabi yang mengunggguli manfaat bapak, ibu, saudara dan karib dengan dorongannya kepada semua manusia kepada semua kebaikan dan peringatannya dari segala keburukan, serta penjelasannya kepada mereka dengan sangat jelas dan gamblang.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
188 Katakanlah kepada mereka wahai Nabi sebagai penekanan bahwa engkau tidak tahu mengenai hari kiamat: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula mampu menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah dan ilham dan taufiq-Nya kepadaku. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan dan keburukan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi orang-orang yang membangkangku dengan neraka, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman dengan surga”. Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, dan bukan orang-orang yang mengetahui tentang ghaib. Penduduk Makkah berkata: Bukankah Tuhanmu telah memberikan keringanan dan peninggian sampai kita bisa membeli dan kita bisa untung, juga dengan bumi yang tandus ini akan digantikan dengan bumi yang subur. Maka turunlah ayat ini.
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Untuk menunjukkan bahwa firaun yang mengaku sebagai tuhan itu telah benar-benar mati, maka pada hari ini kami selamatkan jasadmu, yakni kami wafatkan jiwamu tetapi tubuh kasarmu masih tetap utuh, agar engkau, yakni kisah hidupmu dan azab yang menimpa akibat kezalimanmu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, sesungguhnya kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda kekuasaan kami. Setelah dijelaskan tentang kezaliman firaun dan pengikutnya serta azab yang dialami diakhir hidupnya, lalu dijelaskan tentang anugerah Allah kepada bani israil. Dan sungguh, kami telah menempatkan bani israil di tempat kediaman yang bagus, yakni tempat yang terpenuhi segala kebutuhan hidup, tanah yang subur, lingkungan yang nyaman, dan udara yang segar, dan kami beri mereka rezeki yang baik dari hasil bumi. Maka setelah mendapatkan rezeki mereka tidak berselisih dalam urusan dunia maupun agama, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan yang tersebut dalam taurat. Sesungguhnya tuhan kamu, wahai nabi Muhammad, akan memberi keputusan antara mereka pada hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ayat 90-92 Allah SWT menyebutkan tentang bagaimana penenggelaman Fir'aun dan tentaranya. Sesungguhnya Bani Israil ketika meninggalkan negeri Mesir mengiringi nabi Musa, dan kemarahan Fir'aun menjadi lebih dahsyat terhadap mereka. Maka dia mengirim banyak utusan untuk mengumpulkan tentaranya dari berbagai kota di bawah kekuasaannya. Lalu dia menaiki kendaraannya mengejar mereka, dengan pasukan yang sangat besar, sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah SWT terhadap mereka. Tidak ada seorang pun yang tertinggal dari Fir'aun, termasuk orang-orang yang mempunyai wilayah dan kekuasaan di berbagai kerajaannya. lalu Fir'aun mengejar mereka saat matahari terbit (Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul” (61)) (Surah Asy-Syu’ara) Demikian itu bahwa mereka berhenti di tepi laut. sedangkan Fir'aun dan pasukannya berada di belakang mereka, dan tidak ada jalan lain bagi kedua belah pihak melainkan berperang. Para pengikut nabi Musa bertanya kepadanya, bagaimana jalan keluar untuk kita dalam situasi ini?” Lalu nabi Musa menjawab,”Sesungguhnya aku diperintahkan untuk menempuh jalan ini (Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku) (Surah Asy-Syu'ara: 62) Ketika dalam keadaan terjepit, perkara itu menjadi luas. Allah memerintahkan kepadanya untuk memukul laut dengan tongkatnya. Lalu nabi Musa memukul laut itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar, dan menjadi dua belas jalan, sehingga setiap kabilah. Allah memerintahkan kepada angin untuk mengeringkan tanahnya (maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu tak usah takut akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)) (Surah Thaha: 77) Lalu Bani Israil melewati laut itu. Setelah mereka sampai di tepi yang lainnya tanpa ada yang ketinggalan, lalu Fir'aun dan tentaranya sampai di tepi laut dari arah lainnya. Ketika melihat hal itu, dia merasa khawatir, takut dan berniat kembali. Hal itu tidak mungkin terjadi, tidak ada jalan untuk menghindar dari takdir yang dipastikan. Doa nabi Musa telah dikabulkan, Setelah semua pasukan berkumpul tanpa ada yang ketinggalan, dan yang pertama dari pasukan mereka hampir sampai di tepi laut yang lainnya, Allah yang Maha kuasa memerintahkan kepada laut untuk menelan mereka. Lalu laut itu menelan mereka sehingga tidak ada seorang pun dari mereka yang selamat. Ombak laut mengangkat dan menjatuhkan mereka, serta menelan dan menutupi Fir'aun sehingga dia sekarat. Fir'aun berkata, sebagaimana yang disebutkan: (Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)) Fir'aun beriman ketika hal itu tidak bermanfaat baginya, (Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata, "Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami mempersekutukan(nya) dengan Allah” (84) Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir (85)) (Surah Ghafir) Demikianlah Allah SWT berfirman menjawab Fir'aun ketika berkata tentang ucapan itu: (Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu) yaitu, apakah ini adalah waktu yang kamu katakan, dan kamu sungguh durhaka terhadap Allah sebelum ini antara dirimu dan Dia (dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan) yaitu di muka bumi dimana mereka menyesatkan manusia (Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka, dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong (41) (Surah Al-Qashash) Firman Allah: (Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu) Ibnu Abbas dan lainnya dari ulama salaf berkata bahwa sebagian Bani Israil ragu dengan kematian Fir'aun. Lalu Allah SWT memerintahkan kepada laut untuk melemparkan tubuh Fir'aun tanpa ruh dengan memakai baju yang dikenali ke daratan yang tinggi agar mereka mendapatkan kebenaran atas kematian dan kehancurannya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Maka pada hari ini Kami selamatkan Kamu) yaitu Kami mengangkat kamu di dataran tinggi (yakni tubuhmu) Mujahid berkata yaitu jasadnya Abu Shakhr dengan baju besimu. Setiap pendapat ini tidak ada pertentangan satu sama lain sebagaimana yang telah disebutkan. Hanya Allah yang lebih mengetahui Firman Allah: (supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu) yaitu agar kamu menjadi bukti bagi kaum Bani Israil bahwa kamu telah mati dan binasa, dan Allah Dzat yang Maha Kuasa yang setiap jiwa makhluk hidup berada pada genggamanNya, dan tidak ada sesuatu pun yang dapat bertahan di hadapan kemurkaanNya. Oleh karena itu sebagian ulama’ berkata: (supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami) yaitu kalian tidak mengambil peringatan dan pelajaran darinya. Kebinasaan mereka pada hari 'Asyura sebagaimana yang dikatakan Imam Bukhari dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa ketika Nabi SAW tiba di Madinah, orang-orang Yahudi berpuasa di hari 'Asyura. Lalu beliau bertanya, "Hari apakah ini sehingga kalian berpuasa?" Mereka menjawab, "Ini adalah hari kemenangan Musa atas Fir'aun" Lalu Nabi SAW bersabda kepada para sahabatnya: “Kalian lebih berhak terhadap nabi Musa daripada mereka, maka puasalah kalian pada hari itu”
Tafsir As-Sa'di
Buka
92. “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu.” Ahli tafsir menyatakan bahwa Bani Israil ketika di dalam hatinya terdapat ketakutan yang sangat terhadap Firaun, maka mereka sepertinya tidak percaya kalau Firaun telah tenggelam, mereka meragukan itu. Maka Allah memerintahkan laut agar melemparkan Firaun ke atas agar ia menjadi tanda dan pelajaran bagi mereka. “Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” Oleh karena itu, tanda-tanda tersebut lewat berulang-ulang tetapi mereka tidak mengambil manfaat darinya karena mereka tidak memperhatikannya. Adapun orang dengan akal dan hati yang hadir maka dia dapat melihat ayat-ayat Allah sebagai dalil terbesar atas kebenaran sesuatu yang diberitakan oleh para rasul.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
92 Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu supaya kamu dapat dilihat Bani Israil dan kaum lainnya. Kami juga menghempaskan Fir’aun ke dalam neraka sampai mati sehingga mereka bisa menyaksikannya seta dijadikan pelajaran bagi kaum sesudahmu, sehingga mereka tidak sombong dan mengaku sebagai tuhan serta murtad kepada Allah serta mengakui kehambaanmu. dan sesungguhnya banyak diantara manusia yang lengah, tidak mau merenung, berpikir dan mengambil pelajaran dari menelaah tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengandung pelajaran dan nasehat
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Dan dia telah pula menciptakan untuk kalian kuda, bagal (yaitu binatang hasil perkawinan antara kuda dengan keledai), dan keledai. Itu semua diciptakan Allah untuk kamu tunggangi dan menjadi perhiasan. Allah menciptakan untuk kalian apa yang kamu ketahui dan apa yang tidak kamu ketahui pada saat ini namun kelak akan kamu ketahui manfaat dan kegunaannya. Usai menjelaskan tanda-tanda yang menunjukkan betapa dia maha pencipta dan mahakuasa, Allah lalu beralih menjelaskan bahwa dia juga maha memberi petunjuk ke jalan yang benar. Karena itu, dialah yang patut disembah, dan menjadi hak bagi Allah yang maha mengetahui dan memberi petunjuk untuk menerangkan jalan yang lurus, yakni keimanan yang harus diikuti oleh manusia untuk membawa mereka menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dan menjadi hak Allah pula untuk menerangkan bahwa di antaranya ada jalan yang menyimpang, berkelok, dan berliku, yakni kekufuran, yang harus dijauhi karena menjerumuskan manusia ke jurang kesengsaraan di dunia dan akhirat. Dan jika dia menghendaki untuk menjadikan semua manusia menempuh jalan yang lurus, maka tidak ada halangan bagi-Nya untuk melakukan hal itu karena Allah mahakuasa, dan dalam keadaan demikian tentu dia memberi petunjuk kamu semua ke jalan yang lurus tersebut.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ini adalah Jenis hewan lain yang diciptakan Allah SWT untuk hamba-hambaNya sebagai anugerah yang DIa limpahkan untuk mereka yaitu kuda, baghal, dan keledai yang dapat digunakan untuk kendaraan dan perhiasan. Itulah kegunaan paling besar dari hewan-hewan itu. Diriwayatkan dari maula Nafi' bin Alqamah bahwa Ibnu Abbas tidak menyukai daging kuda, baghal, dan keledai. dia berkata,”Allah SWT berfirman: (Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kalian; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat dan sebagiannya kalian makan (5)) ini adalah hewan yang bisa dimakan. (dan (Dia telah menciptakan) kuda, baghal, dan keledai agar kalian menungganginya) Ini adalah hewan untuk dikendarai. Demikian juga diriwayatkan melalui jalur Sa'id bin Jubair dan lainnya, dari Ibnu Abbas, dengan pendapat yang serupa. dia berkata bahwa hal itu adalah Al-Hakam bin Utaibah juga
Tafsir As-Sa'di
Buka
8. “dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai” Kami menundukkannya bagi kalian “agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan” maksudnya suatu waktu, kalian menggunakannya untuk keperluan tunggangan, kadang kadang memfungsikannya untuk keindahan dan perhiasan. Manfaat konsumsi tidak disebutkan (oleh Allah) karena bagol (peranakan kuda dan keledai) dan keledai haram dikonsumsi. Sedangkan kuda, pada umumnya tidak dimanfaatkan untuk dikonsumsi. Bahkan muncul larangan penyembelihannya untuk tujuan konsumsi, karena dikhawatirkan akan menyebabkan kelangkaannya. Dan bila bukan karena (alasan ini), maka sebetulnya terdapat riwayat dalam ash-shahihin, bahwasannya Nabi mengizinkan (mengonsumsi) daging daging kuda. “dan Dia menciptakan apa yang kamu tidak ketahui” yang muncul setelah al qur’an turun, berupa jenis jenis alat transportasi yang dikendarai manusia di daratan, lautan, dan udara, dan mereka mempergunakannya untuk kepentingan kepentingan dan kemaslahatan mereka. Sesungguhnya jenis jenis alat transportasi itu belum disebutkan oleh Allah satu persatu. Sebab, Allah hanya mengungkapkan dalam kitabNya hal hal yang diketahui oleh para hambaNya atau mereka mengerti obyek yang serupa dengannya. Tentang obyek yang tidak ada padanannya, maka bila disampaikan, niscaya mereka tidak mengenalnya dan tidak memahami maksud yang terkandung di dalamnya. maka Allah menyebutkan satu kaidah dasar yang menyeluruh sehingga tercakup di dalamnya segala yang mereka ketahui dan yang tidak mereka ketahui. Sebagaimana Allah menyebutkan kenikmatan di surga. Dia menyebutkan –dari surge- hal hal yang kita ketahui dan dapat menyaksikan obyek yang serupa dengannya, seperti pohon kurma, anggur dan delima. Dan Dia menyebutkan secara global obyek obyek yang kita tidak mengenal padanannya. ”diadalam kedua surga itu terdapat segala macam buah buahan yang berpasang pasangan” Begitu pula disini, Allah memerinci aneka tunggangan yang kita mengenalnya, seperti kuda, bagal, keledai, dan unta serta kapal laut. dan Dia menyebutkan (alat transportasi lain) secara global dalam firmanNYa “dan Dia menciptakan sesuatu yang kamu tidak ketahui”
Tafsir Al-Wajiz
Buka
8. Dia telah menciptakan kuda, bighal (peranakan kuda) dan keledai, agar kamu dapat menungganginya, membawa beban bawaan juga menjadikannya sebagai perhiasan. Dan Allah menciptakan apa hal menakjubkan yang kamu tidak mengetahuinya. Seperti alat transportasi modern seperti mobil pesawat kapal dan roket yang sangat besar
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Ayat ini memaparkan lima hal gaib yang hanya diketahui Allah hakikatnya. Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang kapan hari kiamat tiba; dan dia yang menurunkan hujan pada waktu, tempat, dan kadar yang ditentukan-Nya; dan mengetahui apa yang ada dalam rahim, terutama jenis kelamin, karakter, dan sifat-sifatnya. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakannya atau didapatinya besok, namun mereka tetap wajib berusaha. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah maha mengetahui dengan ilmu-Nya yang mutlak dan tidak terbatas pada lima hal gaib tersebut, maha mengenal karena ilmu-Nya meliputi hal-hal lahir dan batin. []1-2. Alif l'm m'm. Hanya Allah yang mengetahui hakikat maknanya. Allah-lah yang menurunkan Al-Qur'an, suatu mukjizat yang tidak dapat ditandingi. Turunnya Al-Qur'an itu tidak ada keraguan padanya, yaitu dari tuhan yang menguasai, mengatur, dan merawat seluruh alam. Al-qur'an bukan ciptaan manusia, tidak terkecuali nabi Muhammad. Al-qur'an juga bukan syair, apalagi sihir.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ini merupakan kunci-kunci hal ghaib yang hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. Maka tidak ada seorangpun yang dapat mengetahuinya kecuali setelah pengajaran Allah SWT tentangnya. Pengetahuan tentang waktu hari kiamat itu tidak ada seorangpun dari kalangan nabi yang diutus atau malaikat yang terdekat mengetahuinya (tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia) (Surah Al-A'raf: 187) Demikian juga tentang turunnya hujan, tidak ada yang mengetahuinya selain Allah SWT, tetapi jika Allah memerintahkan untuk turunnya hujan, maka para malaikat ditugaskan untuk itu mengetahuinya, demikian juga orang yang Dia kehendaki dari kalangan makhlukNya. Tidak ada yang mengetahui apa yang ada di dalam rahim, yaitu apa yang akan Dia ciptakan selain Dia. Akan tetapi jika Allah memerintahkan agar menjadi laki-laki atau perempuan, atau menjadi orang yang celaka atau orang yang bahagia, maka para malaikat yang ditugaskan untuk itu mengetahuinya, demikian juga orang yang Dia kehendaki dari kalangan makhlukNya. Demikian juga tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang akan dia besok di dunia dan akhirat (Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati) yaitu di negerinya atau di negeri lain di antara negeri-negeri yang ada. Tidak ada seorangpun yang mengetahui hal itu. Ayat ini semakna dengan firmanNya: (Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri) (Surah Al-An'am: 59) Sunnah juga menyebutkan hal ini dengan istilah "kunci-kunci hal ghaib" Diriwayatkan dari Ibnu Umar, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Kunci-kunci hal yang ghaib itu ada lima yang tidak ada seorang pun yang mengetahuinya kecuali hanya Allah (Yaitu sesungguhnya Allah, hanya di sisiNyalah pengetahuan tentang hari kiamat; Dialah yang menurunkan hujan; Dia mengetahui apa yang ada di dalam rahim; tiada seorang pun yang mengetahui apa yang akan diusahakannya besok; dan tiada seorang pun yang mengetahui di bumi manakah dia akan mati; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (34)) Firman Allah SWT: (Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati) Qatadah berkata bahwa ada beberapa hal yang hanya diketahui Allah saja. Dia tidak memperlihatkannya, baik kepada seorang malaikat yang terdekat dan tidak pula kepada seorang nabi yang diutus. (Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat) Maka tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan hari kiamat terjadi, tahun berapa, bulan apa, di malam atau di siang hari (dan Dialah Yang menurunkan hujan) Maka tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan hujan akan turun, di siang atau malam hari (dan Dia mengetahui apa yang ada di dalam rahim) Maka tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang ada dalam rahim, laki-laki atau perempuan, berkulit merah atau berkulit hitam, dan bagaimanakah nasibnya. (Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok) Apakah kebaikan atau keburukan. Dan kamu tidak mengetahui, wahai anak cucu Adam, kapankan kamu mati, barangkali kamu mati besok, dan barangkali kamu tertimpa musibah besok. (Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati) yaitu tidak ada seorangpun yang mengetahui di manakah dia akan mati di bumi, di laut, di hutan, di lembah, atau di bukit
Tafsir As-Sa'di
Buka
34. Sudah pasti bahwa sesungguhnya Allah, ilmu pengetahuanNya meliputi apa-apa yang ghaib dan yang Nampak, hal-hal yang lahir dan yang batin; dan kadang Allah memperlihatkan kepada hamba-hambaNya beberapa perkara-perkara ghaib. Sedangkan perkara yang lima macam ini termasuk perkara-perkara yang ilmunya tersembunyi dari seluruh manusia. Ia tidak diketahui oleh seorang pun nabi yang diutus sebagai rasul dan tidak pula oleh seorang malaikat muqarrab (yang didekatkan), apalagi oleh yang lainnya. Maka Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang Hari KIamat.” Maksudnya, Dia mengetahui kapan terjadinya, sebagaimana yang difirmankan Allah, "Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (Al-A’raf:187). “Dan Dia-lah Yang menurunkan hujan,” maksudnya, hanya Dia semata yang bisa menurunkannya dan mengetahui waktu turunnya, “dan mengetahui apa yang ada dalam Rahim.” Dia-lah yang menciptakan apa yang ada di dalam Rahim, dan Dia mengetahui hakikatnya, apakah dia laki-laki ataukah perempuan? “Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan diusahakannya besok,” dari usaha dalam urusan agamanya dan urusan dunianya, “dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.” Tetapi hanya Allah sajalah yang mengetahui semua itu. Setelah Allah mengkhususkan hal-hal tersebut (bagi diriNYa), maka Dia menyatakan bahwa keluasan ilmuNya meliputi segala sesuatu, seraya berfirman, “Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” Dia meliputi segala sesuatu yang lahir, yang batin, yang tersembunyi, yang tersimpan, dan yang rahasia. Dan di antara hikmahNYa yang sempurna adalah Dia merahasiakan lima perkara tersebut dari hamba-hambaNya, karena di dalamnya terkandung banyak maslahat yang sudah pasti tidak bisa diragukan lagi bagi siapa saja yang merenungkannya.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
34. Sesungguhnya hanya Allah-lah Yang mempunyai pengetahuan tentang hari kiamat, tidak ada Yang mengetahui selain Dia. Allah lah Yang menurunkan hujan pada waktu dan tempat tertentu. Yang Maha Mengetahui segala deskripsi tentang semua janin yang masih berada di dalam rahim. Allah Maha Tahu segala yang akan terjadi pada setiap janin, baik itu kebaikan atau keburukan yang akan menimpanya, laki-laki atau perempuan dan sebagainya tanpa perlu bantuan atau melihat langsung. Sedangkan di sisi lain, tidak ada satu jiwa pun yang dapat mengetahui tentang apa yang akan terjadi padanya, baik itu kebaikan atau keburukan. Juga tidak ada satu pun jiwa yang mengetahui di mana kelak dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Luas Ilmu-Nya atas segala sesuatu. Allah Maha Mengawasi atas segala sesuatu baik yang tampak maupun tidak tampak darinya. Maksud dari alkasbu adalah segala sesuatu yang diperoleh oleh manusia baik berupa anugerah maupun beban, baik ataupun buruk. Ayat ini turun untuk seorang Badui bernama Alharits bin Amru, ketika dia bertanya tentang janin yang sedang dikandung istrinya. Juga bertanya tentang waktu turun hujan, juga bertanya tentang waktu kematiannya. Sehingga Allah menurunkan ayat ini sebagai 5 kunci pengetahuan tentang alam ghaib.
Tafsir Al-Mishbah
Buka