Indikator 42: Penggolongan, Kategori, Pembagian Katalog, Kelas
Ditemukan 6 rujukan ayat di dalam sistem.
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Salah satu sisi keutamaan manusia dijelaskan pada ayat ini. Dan dia ajarkan kepada adam nama-nama semuanya, yaitu nama bendabenda dan kegunaannya yang akan bisa membuat bumi ini menjadi layak huni bagi penghuninya dan akan menjadi ramai. Benda-benda tersebut seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, dan benda-benda lainnya. Kemudian dia perlihatkan benda-benda tersebut kepada para malaikat dan meminta mereka untuk menyebutkan namanya seraya berfirman, sebutkan kepada-ku nama semua benda ini, jika kamu yang benar! Allah ingin menampakkan kepada malaikat akan kepatutan nabi adam untuk menjadi khalifah di bumi inimereka, para malaikat, tidak sanggup menyebutkan nama bendabenda tersebut dan menjawab, mahasuci engkau dari segala kekurangan, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, engkaulah yang maha mengetahui, mahabijaksana. Jawaban malaikat ini adalah jawaban yang penuh santun. Pertama, malaikat mengemukakan ketidakmampuan mereka untuk menyebutkan nama-nama benda itu dengan ungkapan yang menunjukkan kemahasucian Allah. Kedua, malaikat merasa bahwa pengetahuan mereka sangatlah sedikit. Pengetahuan mereka adalah pemberian dari Allah semata. Ketiga, malaikat memuji Allah dengan dua sifat yaitu yang maha mengetahui segala sesuatu dan mahabijaksana dalam semua kebijakan dan seluruh pekerjaan-Nya, termasuk pemilihan nabi adam, manusia, sebagai khalifah.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ini adalah bagian ayat di mana Allah SWT menyebutkan kelebihan nabi Adam AS atas para malaikat, keistimewaan ilmu tentang nama-nama dari segala sesuatu yang tidak diberikan kepada mereka. Hal ini terjadi setelah mereka melakukan sujud kepadanya. Sebenarnya penjelasan tentang hal ini telah disebutkan karena adanya keterkaitan antara bagian ini dengan ketidaktahuan para malaikat tentang hikmah penciptaan khalifah ketika mereka bertanya tentang hal itu. Lalu Allah memberitahu mereka bahwa Dia mengetahui apa yang tidak mereka ketahui. Oleh karena itu, Allah menyebutkan ayat ini untuk menjelaskan kelebihanan nabi Adam AS atas mereka dalam hal keilmuan. Allah SWT berfirman, " Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya" Mujahid berkata,(Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya ) maknanya adalah ilmunya tentang nama setiap binatang melata, burung, dan segala sesuatu Hal yang juga diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair, Qatadah, dan beberapa ulama’ teradahulu lainnya bahwa nabi Adam AS diajarkan nama-nama segala sesuatu. Ar-Rabi' dalam satu riwayat dia mengatakan bahwa itu adalah nama para malaikat. Hamid Asy-Syami berkata bahwa itu adalah nama-nama bintang. Abdullah bin Zaid berkata bahwa dia diajarkan nama-nama seluruh keturunannya. Ibnu Jarir memilih pendapat bahwa dia diajarkan nama para malaikat dan keturunannya, karena Allah SWT berfirman, (kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat). Ini adalah ungkapan yang masuk akal Ini adalah pendapat yang dia kuatkan, karena tidak menafikan kemungkinan ada makhluk lain yang ikut bersama mereka (para malaikat). Mengungkapkan sesuatu secara keseluruhan menggunakan pola berpikir orang yang berakal itu untuk menunjukkan dominasi, sebagaimana Allah berfirman, (Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) (Surah An-Nur:45) Ibnu Mas'ud membaca, (Tsumma ‘aradhahun) dan Abu Ka’b membaca (Tsumma ‘aradhaha), maknanya yaitu nama-nama (makhluk-makhluk tersebut). Yang benar adalah bahwa Allah mengajari nabi Adam AS nama-nama segala sesuatu; baik esensi, sifat, maupun perbuatannya, sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas. yaitu nama sesuatu dan perbuatannya baik yang besar dan yang kecil, Oleh karena itu Qatadah meriwayatkan dari Anas dari nabi Muhammad SAW, bersabda, "Pada hari kiamat orang-orang yang beriman berkumpul lalu mereka berkata; 'Sebaiknya kita meminta syafaat kepada Tuhan kita sehingga kita dapat pindah dari tempat kita sekarang juga.' Lalu mereka mendatangi Adam AS seraya mengatakan; 'Wahai Adam, engkau adalah bapaknya manusia, Allah menciptakanmu dengan tanganNya sendiri dan menjadikan malaikat-malaikat-Nya sujud kepadamu, serta diajarkan pula kepadamu nama-nama segala sesuatu" Hal ini menunjukkan bahwa Allah mengajarinya, nama-nama semua makhlukNya. Oleh karena itu, Allah berfirman, (kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat) maknanya, yaitu nama-nama itu, sebagaimana yang dikatakan oleh Abdur Razzaq dari Ma'mar dan dari Qatadah, bahwa maknanya adalah Dia menunjukkan nama-nama itu kepada para malaikat dengan berkata, (lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!") Ibnu Jarir berkata,”Pendapat yang paling kuat mengenai hal itu adalah tafsir Ibnu Abbas dan orang yang menyampaikan pendapatnya, yaitu "Beritahukanlah kepadaKu nama-nama yang telah Aku tunjukkan kepada kalian, wahai para malaikat yang berkata (Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah)
Tafsir As-Sa'di
Buka
31. Dan Dia mengajarkan “kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, ” yakni nama-nama sesuatu dan apa pun yang bernama dengan nama itu, maka Allah mengajarkan kepadanya nama dan yang dinamakan, yakni kata-kata dan makna-maknanya hingga kat-kata yang dikecilkan dan yang di besarkan. Seperti kalimat qush'ah dan qushoi'ah “Kemudian mengemukakannya.” Yakni Allah mengemukakan hal –hal yang bernama-nama tersebut, ‘kepada para malaikat” sebagai ujian bagi mereka, apakah mereka mengetahui hal-hal yang bernama itu atau tidak, “Lalu berfirman, “sebutkanlah kepadaKu nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar” dalam perkataan dan dugaan kalian bahwasanya kalian lebih utama daripada khalifah tersebut.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
Dan Allah SWT mengajarkan Adam nama-nama semua hal dan semua makhluk, kemudian Allah bertanya kepada para malaikat tentang nama-nama yang diajarkan kepada Adam tersebut (melalui nurani mereka yang berakal) dengan berfirman: “Kabarkanlah kepadaKu tentang nama-nama itu, jika kalian adalah orang-orang yang beranggapan bahwa pendapat kalian tentang kekhalifahan itu lebih benar dibanding dari selain kalian”. Kemudian mereka menyerah
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Allah pun menciptakan hewan ternak untuk kepentingan manusia. Dan di antara hewan-hewan ternak yang diciptakan Allah itu ada yang dijadikan pengangkut beban seperti unta, keledai, dan kuda dan ada pula yang untuk disembelih seperti kambing dan sapi. Wahai manusia, makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu, yaitu yang Allah halalkan untukmu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan sebagaimana kaum musyrik yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Allah lalu menjelaskan bahwa ada delapan ekor hewan ternak yang berpasangan, atau empat pasang hewan ternak; sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah, wahai nabi Muhammad kepada kaum musyrik, sebagai kritikan kepada mereka, manakah yang diharamkan Allah di antara binatang itu' apakah yang diharamkan Allah dua yang jantan atau dua yang betina atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya' terangkanlah kepadaku berdasar pengetahuan, yaitu suatu bukti dan keterangan dari kitab Allah atau keterangan dari para nabi-Nya bahwa Allah mengharamkan yang demikian jika kamu orang yang benar dan bukan membuat-buat ketetapan itu. ".
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ayat 141-142 Allah SWT berfirman seraya menjelaskan bahwa Dia adalah Dzat yang menciptakan segala sesuatu berupa tanaman, buah-buahan, dan ternak yang diatur oleh orang-orang musyrik berdasarkan pendapat mereka yang rusak. Mereka membagi-baginya, lalu mereka menjadikan darinya yang haram dan yang halal. Lalu Allah SWT berfirman: (Dan Dialah yang menciptakan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang (ma'rusyaat) adalah sesuatu yang didirikan manusia (ghairu ma’rusyat) adalah tanaman yang tumbuh di dataran dan gunung-gunung. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan tunaikanlah haknya di hari memetik buahnya) yaitu zakat yang diwajibkan pada hari dilakukan penimbangan yang hasilnya diketahui. Demikian juga yang dikatakan oleh Sa'id bin Al-Musayyib. Allah SWT mencela orang-orang yang memanen dan tidak bersedekah, sebagaimana Allah menyebutkan tentang penghuni surga dalam surah Nun (Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akanmemetik (hasil)nya di pagi hari (17) dan mereka tidak menyisihkan (hak fakir miskin) (18) lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur (19) maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita (20)) yaitu seperti malam yang semakin kelam hitamnya karena terbakar (lalu mereka panggil memanggil di pagi hari (21) "Pergilah diwaktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya" (22) Maka pergilah mereka saling berbisik-bisik (23) "Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu" (24) Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka (menolongnya) (25) Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan) (26) bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)" (27) Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka: "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?" (28) Mereka mengucapkan: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim" (29) Lalu sebagian mereka menghadapi sebagian yang lain seraya cela mencela (30) Mereka berkata: "Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas" (31) Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita (32) Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui (33)) (Surah Al-Qalam) Firman Allah SWT: (dan janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan) Dikatakan, bahwa maknanya adalah janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memberi, sehingga kalian memberi melebihi sesuatu yang diketahui. Dalam kitab shahih Imam Bukhari sebagai ta'liq, yaitu: “Makan, minum, dan berpakaianlah kalian dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak pula sombong” Hal ini merupakan penjelasan dari hal itu. Hanya Allah yang lebih mengetahui Firman Allah SWT: (dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih) yaitu Allah menjadikan untuk kalian binatang ternak yang bisa dijadikan untuk pengangkut, dan bisa dijadikan hewan sembelihan. Dikatakan bahwa yang dimaksud dengan “hamulah” adalah unta yang digunakan untuk mengangkut sesuatu, dan “Al-farsyu” adalah unta yang masih muda. Ibnu Abbas mengatakan bahwa “hamulah” adalah unta dewasa, dan “farsyun” adalah unta yang masih muda. Demikian juga yang dikatakan Mujahid. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas terkait firmanNya: (dan di antara binatang ternak ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih) Adapun “hamulah” adalah unta, kuda, peranakan keledai, dan keledai serta hewan lainnya yang digunakan untuk mengangkut sesuatu. Adapun “farsyun” yaitu kambing. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir. Dia berkata,”Aku mengira bahwa hewan ini dinamakan farsy jarak tubuhnya yang rendah dari tanah. Firman Allah SWT: (Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepada kalian) yaitu buah-buahan, hasil tanaman, dan binatang ternak. Semua itu diciptakan dan dijadikan oleh Allah sebagai rezeki bagi kalian (dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan) yaitu jalan dan perintah setan, sebagaimana yang diikuti oleh orang-orang musyrik yang mengharamkan buah-buahan dan hasil tanaman yang dijadikan Allah sebagai rezeki untuk mereka yaitu berupa buah-buahandan hasil tanaman yang mereka buat-buat terhadap Allah (Sesungguhnya setan itu bagi kalian) yaitu wahai manusia, sesungguhnya setan itu bagi kalian adalah (musuh yang nyata) yaitu jelas dan terang permusuhannya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian, maka anggaplah ia musuh (kalian) karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (9)) (Surah Fathir)
Tafsir As-Sa'di
Buka
142. “Dan” Dia menciptakan dan menumbuhkan “diantara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang bukan untuk pengangkutan.” Maksudnya, sebagian kamu tunggangi dan kamu beri beban pada punggungnya. Sebagian lain tidak layak untuk ditunggangi dan dibebani karena belum cukup umur seperti anak unta dan sebagainya dan inilah yang disebut al-Farsy. Jadi binatang ternak dilihat dari sisi ia ditunggangi dan dibebani terbagi menjadi dua bagian ini. Adapun dari segi konsumsi dan manfaat yang lain maka semuanya dimakan dan diambil manfaatnya. Oleh karena itu Dia berfirman, “Makanlah dari rizki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.” Yakni jalan-jalannya dan amal perbuatannya di mana di antaranya adalah pengharaman terhadap sebagian yang dirizkikan oleh Allah kepadamu. “Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” Dia hanya memerintahkanmu kepada kerugian dan kesengsaraan abadi.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
142 Allah telah menciptakan macam-macam hewan ternak sebagai alat angkut seperti unta dan kuda, maksudnya dijadikan manusia untuk membawa barang dalam jangka tertentu. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, yang Allah halalkan daging dan susunya dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan untuk mengharamkan dan menghalalkan semau mereka. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Setelah ayat sebelumnya menjelaskan tentang ketentuan-ketentuan perang dan perdamaian dengan orang-orang kafir, bagaimana memperlakukan tawanan, serta bagaimana pengakuan keislaman yang tidak terbukti itu tidak ada manfaatnya, surah ini diakhiri dengan menjelaskan kegiatan yang bisa menjadi bukti keislaman seseorang, yakni hijrah. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah dari mekah ke madinah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah, yakni kaum muhajirin, dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman, yakni penduduk asli madinah, dan memberi pertolongan kepada muhajirin, mereka itu satu sama lain menjadi pelindung dan bahu-membahu dalam menegakkan kebenaran. Sementara terhadap orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun bagi kalian, wahai kaum muslim yang berhijrah, untuk melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. Meskipun begitu, jika mereka yang tidak ikut berhijrah meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan pembelaan agama islam disebabkan adanya paksaan dari orang-orang kafir untuk murtad, maka kalian wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kalian dengan mereka, orang-orang kafir, karena menjaga perjanjian dengan siapa pun harus selalu dipegang teguh oleh setiap muslim. Dan Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan. Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung sebagian yang lain, yakni satu sama lain tolong-menolong dalam kebatilan dan bersekongkol untuk memusuhi kalian. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah untuk saling melindungi dan bahu-membahu dalam membela serta meninggikan agama Allah, pada satu sisi, dan tidak melakukan hubungan yang intensif dengan orang-orang kafir yang memusuhi kalian, pada sisi lain, niscaya akan terjadi kekacauan yang dahsyat di bumi dan kerusakan yang besar antara lain bocornya rahasia dan tercerai-berainya barisan kaum muslimin. '
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Allah SWT menyebutkan golongan-golongan orang mukmin. Diamembagi mereka menjadi kaum Muhajirin, yaitu mereka yang meninggalkan rumah dan harta mereka dan datang untuk menolong agama Allah dan Rasulallah SAW serta menegakkan agamaNya. Mereka mengorbankan harta dan jiwa mereka untuk hal itu. dan kaum Anshar, mereka adalah orang-orang muslim dari penduduk Madinah saat itu, mereka memberikan kepada kaum Muhajirin, tempat tinggal di rumah mereka dan menolong dengan memberikan sebagian dari harta mereka, dan menolong Allah dan Rasulallah SAW berperang bersama mereka, (dan mereka satu satu sama lainnya saling melindungi) yaitu masing-masing dari mereka lebih berhak kepada yang lainnya. Oleh karena itu, Rasulullah SAW mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar, dua orang dari mereka menjadi bersaudara. bahkan mereka saling mewarisi atas kedekatan, sampai hal ini dinasakh Allah melalui ayat warisan. Diriwayatkan dari Jarir, yaitu Ibnu Abdullah Al-Bajali, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshar, sebagian dari mereka terhadap sebagian yang lainnya saling melindungi. Dan orang-orang yang dibebaskan dari kalangan Quraisy serta orang-orang yang dimerdekakan di kalangan Tsaqif, sebagian dari mereka terhadap yang lainnya saling melindungi di hari kiamat” Allah dan Rasulallah memuji kaum Muhajirin dan kaum Anshar bukan hanya satu ayat dalam KitabNya. Allah SWT berfirman,(Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya) (Surah At-Taubah: 100) dan (Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin, dan orang-orang Ansar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan) (Surah At-Taubah: 117) serta ((Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridaan-(Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar (8) Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan) (Surah Al Hasyr) dan hal yang paling baik adalah apa yang disebutkan dalam firmanNya: (Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang-orang Muhajirin)) Mereka tidak iri kepada keutamaan yang dianugerahkan Allah kepada mereka dalam hijrah mereka itu. dan yang tampak dari ayat-ayat itu adalah mendahulukan kaum Muhajirin di atas kaum Anshar. Ini merupakan perkara yang telah disepakati oleh para ulama’ dan tidak ada yang berbeda pendapat tentang itu. Firman Allah SWT: ((Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama, maka kalian wajib memberikan pertolongan) Hamzah membaca “Wilaayatihim” dengan dikasrah dan orang-orang yang lain adalah difathah dan keduanya sama-sama menunjukkan petunjuk yang sama (maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah) Ini adalah golongan ketiga dari orang-orang mukmi, dan mereka itu adalah orang-orang yang beriman dan tidak berhijrah namun mereka masih berada dalam tempat mereka, dan mereka itu tidak mendapatkan bagian dalam ghanimah, serta tidak pula seperlima dari kecuali mereka ikut dalam berperang. Firman Allah SWT: ((Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama, maka kalian wajib memberikan pertolongan) Allah berfirman,”jika orang-orang Arab muslim yang tidak ikut hijrah itu meminta pertolongan kepada kalian dalam perang membela agama melawan musuh mereka, maka tolonglah mereka. Karena sesungguhnya suatu kewajiban bagi kalian untuk menolong mereka dalam hal itu. karena mereka adalah saudara kalian dalam agama, kecuali kaum kafir meminta pertolongan kepada kalian yang (masih berada di dalam perjanjian perdamaian dengan kalian) yaitu perjanjian gencatan senjata sampai waktu tertentu, maka janganlah kalian merusak perjanjian damai kalian, dan janganlah melanggar janji yang telah kalian buat. Hal ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas.
Tafsir As-Sa'di
Buka
72. Ini adalah muamalah (loyalitas) dan kecintaan yang Allah buat di antara orang-orang Muhajirin yang beriman, yang berhijrah di jalan Allah, meninggalkan tanah kelahiran untuk Allah demi berjihad di jalanNya, dengan orang-orang Anshar yang melindungi Rasululoh dan kawan-kawannya, dan memberi mereka bantuan di negeri mereka dengan harta dan jiwa mereka . mereka itu adalah wali bagi sebagian yang lainnya, karena kesempurnan iman mereka dan eratnya sebagian hubungan mereka dengan sebagian yang lain. “Dan terhadap orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban atasmu meindungi mereka, sebelum mereka berhijrah.” Karena mereka memutuskan amal muamalah darimu dengan memisahkan diri darimu pada waktu dimana kebutuhan kepada kaum laki-laki sangat mendesak, karena mereka tidak berhijrah maka mereka tidak memiliki sedikitpun akad muamalah dengan orang-orang yang beriman.”akan tetapi jika mereka meminta pertolongan dalam urusan pembelaan agama”, yakni untuk memerangi orang-orang yang memerangi mereka Karena agamanya. “maka kamu wajib memberikan pertolongan”, dengan berpegang kepada mereka. Adapun jika perangnya bukan untuk tersebut maka kamu tidak harus menolongnya. FirmanNya “Kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka.” Yakni perjanjian damai, jika orang-orang Mukmin yang tidak berhijrah itu hendak memerangi mereka, maka janganlah kamu membantu mereka atasnya, karena perjanjian yang ada di antara dirimu dengan diri mereka. “Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” Mengetahui keadaanmu, sehingga Dia meletakkan hukum yang sesuai denganmu.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
72 Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berhijrah dari negeri mereka untuk menolong agama Islam, serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah mereka adalah orang-orang Muhajirin. Serta orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan kepada orang-orang Muhajirin di Madinah Al munawwaroh yaitu kaum Anshor, mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah dari rumah mereka, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu untuk melindungi mereka, dan juga tidak ada bagian untuk mereka dalam hal harta ghanimah sebelum mereka berhijrah menuju tempat keselamatan. Akan tetapi jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam urusan pembelaan agama dari siksaan orang kafir, maka kamu wajib memberikan pertolongan. Kecuali terhadap kaum yang telah berjanji dengan kamu juga dengan mereka, sebab janji harus dijaga dan ditepati. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Ayat untuk hijrah pada awal kemudian dinaskh dan menjadi hukum untuk menyambung silaturrahmi
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Pengatur urusan makhluk, yang maha mengetahui, mahaperkasa, dan maha penyayang itulah tuhan yang memperindah segala sesuatu yang dia ciptakan dengan sangat teliti dan yang memulai penciptaan nenek moyang manusia, yakni adam, dari tanah. 8. Allah menciptakan adam dari tanah, kemudian dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina, yakni air mani.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ayat 7-9 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan bahwa Dia telah menciptakan sebaik-baik, serapi-rapi, dan sebijak-bijaknya sesuatu. Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam tentang firmanNya: (Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya) dia berkata yaitu dengan sebaik-baiknya, seakan-akan menurut menjadikannya sebagai permulaan dan penutup. Kemudian Allah SWT menyebutkan tentang penciptaan langit dan bumi, kemudian Dia menyebutkan tentang penciptaan manusia. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah) yaitu, Dia menciptakan bapak manusia yaitu nabi Adam dari tanah (Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (8)) yaitu mereka berkembang biak seperti itu melalui air mani yang dikeluarkan dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan (Kemudian Dia menyempurnakannya) yaitu ketika Allah menciptakan nabi Adam dari tanah, Dia menciptakannya dengan ciptaan yang sempurna dan utuh (dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati) yaitu akal ((tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur) yaitu dengan kekuatan itu yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada kalian. Maka orang yang berbahagia adalah orang yang menggunakannya untuk menaati Tuhannya
Tafsir As-Sa'di
Buka
7. “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya.” Maksudnya, setiap makhluk diciptakan oleh Allah, maka sesungguhnya Allah menciptakannya sebaik-baiknya, dan Dia menciptakannya dengan penciptaan yang sesuai dengannya dan serasi dengannya. Ini berlaku secara umum. Kemudian DIa menyebutkan secara khusus (penciptaan) manusia karena kemuliaan dan kelebihannya, seraya berfirman, “Dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah,” yaitu dengan menciptakan Adam, bapak seluruh umat manusia.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
7. Yang Memperindah dan Menyempurnakan serta Menciptakan segala makhluk-Nya. Yang telah menciptakan Adam sebagai bapak manusia dari tanah, atau debu
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Setelah menciptakan adam dari tanah, kemudian dia menyempurnakan ciptaan-Nya secara fisik dan setelah itu meniupkan roh ciptaan-Nya ke dalam tubuh-Nya dan jadilah ia ciptaan Allah yang terbaik. Dia juga melengkapi ciptaannya dengan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati atau akal bagimu supaya kamu dapat mendengar nasihat agama, melihat tanda kebesaran Allah, dan merenungkan ciptaan-Nya, yang dengan itu semua kamu beriman dan mengesakan-Nya. Namun, sedikit sekali di antara kamu yang mau bersyukur. 10. Allah mampu menciptakan manusia dari tidak ada dan mampu pula membangkitkannya kembali. Namun, orang kafir tetap pada pendiriannya dalam mengingkari hari kebangkitan. Dan dengan nada mengejek mereka berkata, 'apakah apabila kami telah mati, hancur, dan lenyap di dalam tanah, kami akan dibangkitkan kembali dan berada dalam ciptaan yang baru, lalu kami dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan kami' jika demikian, alangkah rugi kami. ' mereka tidak mampu memahami keniscayaan hari kebangkitan karena menggunakan tolok ukur kekuatan manusia, bukan kemahakuasaan Allah yang telah menciptakan mereka dari tidak ada. Tidak hanya mengingkari kuasa-Nya, bahkan mereka pun mengingkari hari pertemuan mereka dengan tuhannya untuk menjalani hisab dan menerima balasan.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ayat 7-9 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan bahwa Dia telah menciptakan sebaik-baik, serapi-rapi, dan sebijak-bijaknya sesuatu. Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam tentang firmanNya: (Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya) dia berkata yaitu dengan sebaik-baiknya, seakan-akan menurut menjadikannya sebagai permulaan dan penutup. Kemudian Allah SWT menyebutkan tentang penciptaan langit dan bumi, kemudian Dia menyebutkan tentang penciptaan manusia. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah) yaitu, Dia menciptakan bapak manusia yaitu nabi Adam dari tanah (Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (8)) yaitu mereka berkembang biak seperti itu melalui air mani yang dikeluarkan dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan (Kemudian Dia menyempurnakannya) yaitu ketika Allah menciptakan nabi Adam dari tanah, Dia menciptakannya dengan ciptaan yang sempurna dan utuh (dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati) yaitu akal ((tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur) yaitu dengan kekuatan itu yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada kalian. Maka orang yang berbahagia adalah orang yang menggunakannya untuk menaati Tuhannya
Tafsir As-Sa'di
Buka
9. “Kemudian Dia menyempurnakannya,” dengan dagingnya, anggota-anggota tubuhnya, otot-ototnya, pembuluh-pembuluh darahnya, memperindah ciptaannya, dan menempatkan setiap anggota badan darinya pada tempat yang tidak layak untuk selain itu, “dan meniupkan ke dalamnya dari ruhNYa” dengan cara mengutus seorang malaikat, lalu dia meniupkan ruh padanya, maka dia pun menjadi hewan (Makhluk hidup) dengan izin Allah, setelah sebelumnya merupakan benda mati, “dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan,” maksudnya, Dia terus menganugerahkan kepada kalian berbagai hal yang berguna sedikit demi sedikit hingga menganugerahkan kalian pendengaran dan penglihatan, “dan hati, tetapi kamu sedikit sekali bersyukur” kepada yang telah menciptakan kalian dan memberi rupa kepada kalian.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
9. Kemudian Allah menyusun dan menguatkannya sehingga menjadi manusia yang sempurna, dan meniupkan ruh kepadanya. Allah meniupkan ruh itu sebagai pemuliaan. Allah juga menciptakan pendengaran dan penglihatan,serta hati agar manusia bisa mendengar, melihat dan berfikir. Namun kalian hanya sedikit sekali dalam menyukuri berbagai nikmat Allah itu
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Dan segala sesuatu di alam semesta telah kami ciptakan secara berpasang-pasangan untuk saling melengkapi. Yang demikian ini agar kamu selalu mengingat kekuasaan dan kebesaran Allah. 50. Wahai manusia, demikian besar kekuasaan Allah, maka segeralah kembali kepada Allah dengan menaati ajaran-Nya dan menunaikan perintah-Nya. Sungguh, aku adalah seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untuk kepentingan dan kebahagiaanmu.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ayat 47-51 Allah SWT berfirman seraya mengingatkan tentang penciptaan alam atas dan alam bawah (Dan langit itu Kami bangun) yaitu, Kami menjadikannya sebagai atap yang terpelihara dan tinggi (dengan kekuatan (Kami)) yaitu dengan kekuatan. Pendapa ini dikatakan Ibnu Abbas, Mujahid dan Qatadah, (dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya) yaitu, Kami meluaskan dan meninggikannya tanpa tiang-tiang pemancang yang menopangnya, sebagaimana (Dan bumi itu Kami hamparkan) Kami menjadikan bumi sebagai hamparan untuk semua makhluk (maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami)) yaitu Kami menjadikannya layak untuk dihuni penduduknya (Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan) Semua makhluk itu berpasang-pasangan, bumi dan langit, malam dan siang, matahari dan bulan, daratan dan lautan, terang dan gelap, keimanan dan kekafiran, kematian dan kehidupan, celaka dan bahagia, serta surga dan neraka, sampai semua makhluk hidup dan tumbuhan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (supaya kamu mengingat) yaitu agar kalian mengetahui bahwa Tuhan yang Maha Pencipta semuanya itu Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya (Maka segeralah kembali kepada (menaati Allah)) yaitu, berlindunglah dan berpeganglah terguhlah kepadaNya dalam semua urusan kalian (Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu (50) Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah) yaitu janganlah menyekutukan Dia dengan sesuatu pun (Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu)
Tafsir As-Sa'di
Buka
49. “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan,” dua jenis, lelaki dan perempuan pada semua jenis hewan “supaya kamu mengingat,” nikmat-nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kalian berdasarkan takdir dan hikmahNya yang menjadikannya sebagai penyebab bertahannya berbagai jenis hewan agar kalian para manusia bisa mengembangkan dan merawatnya sehingga akan didapatkan berbagai macam manfaat.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
49. Kami menciptakan semua jenis makhluk dalam dua kategori dan jenis, yaitu laki-laki dan perempuan agar kalian mengingat-ingat dan mengetahui kekuasaan Allah. Sesungguhnya tidak ada satupun yang menyerupaiNya dan Dialah sang Maha Pencipta segala sesuatu, maka gantilah hal tersebut dengan bertauhid denganNya.
Tafsir Al-Mishbah
Buka