Indikator 38: GIS, Geolocation
Ditemukan 5 rujukan ayat di dalam sistem.
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Setelah dijelaskan pada ayat sebelumnya bahwa Allah akan menimpakan azab kepada orang yang tidak mau mempergunakan akalnya, lalu pada ayat ini Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, perhatikanlah ciptaan Allah, yaitu apa saja yang ada di langit dan di bumi! jika mereka mau menggunakan akal mereka untuk memikirkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah, tentu mereka sudah beriman. Namun mereka enggan melakukannya, sehingga tidaklah bermanfaat tanda-tanda kebesaran Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman, karena mereka menutup hati mereka untuk menerima kebenaran. Kalau keberadaan tanda-tanda kebesaran Allah di langit dan di bumi serta diutusnya para rasul tidak juga menjadikan mereka beriman, maka mereka tidak menunggu-nunggu kecuali kejadian-kejadian yang sama dengan kejadian-kejadian masa lalu, yakni azab yang menimpa orangorang terdahulu sebelum mereka. Katakanlah, wahai nabi Muhammad maka tunggulah kedatangan azab itu, sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu bersama kamu untuk menyaksikan ketetapan Allah itu menimpa kamu.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ayat 101-103 Allah memberi petunjuk kepada para hambaNya untuk memikirkan tanda-tanda kekuasaanNya dan apa yang Dia ciptakan di langit dan bumi, berupa tanda-tanda yang jelasbagi orang-orang yang berakal. berupa sesuatu yang ada di langit yaitu bintang-bintang yang bersinar, sesuatu ada yang pada garis edarnya, matahari, bulan, malang dan siang yang silih berganti, salah satu dari keduanya masuk kepada lainnya hingga yang ini menjadi pendek dan yang itu menjadi panjang, serta ketinggian, keluasan, keindahan dan perhiasan langit. Allah menurunkan hujan dari langit, dengan hujan itu Dia menghidupkan bumi setelah mati; dan mengeluarkan dari bumi berbagai macam buah-buahan, tumbuh-tumbuhan, bunga, dan tanaman sesuatu yang tersebar di dalamnya berupa hewan yang beragam bentuk, warna dan kegunaannya, serta yang ada di dalamnya terdapat gunung-gunung, dataran-dataran, padang pasir, daerah yang banyak penduduknya, dan daerah reruntuhan, juga di laut berupa sesuatu yang menakjubkan dan ombak. Di samping itu, laut itu ditundukkan bagi orang yang menyeberanginya yang membawa bahtera mereka dan berlayar di atasnya dengan tenang karena kekuasaanNya.Tidak ada Tuhan dan Rabb selain Allah. Firman Allah: (Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman) yaitu manakah sesuatu yang memberikan manfaat tanda-tanda langit dan bumi, para rasul yang datang membawa ayat-ayat itu, hujjah, dan bukti-bukti ayat itu yang menunjukkan kepada kebenaran yang dibawa para rasul kepada kaum yang tidak beriman? Sebagaimana Allah berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman (96) meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah), hingga mereka menyaksikan azab yang pedih (97)) (Surah Yunus) Firman Allah : (Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka) yaitu wahai Muhammad, bagaimana orang yang mendustakanmu itu menunggu pembalasan dan azab, melainkan seperti apa yang telah diberlakukan Allah terhadap umat-umat sebelum mereka yang mendustakan para rasul. (Katakanlah, "Maka tunggulah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kalian." Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman) yaitu Kami membinasakan orang-orang yang mendustakan para rasul (demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman) yaitu kebenaran yang ditetapkan Allah atas DzatNya Yang Maha Mulia. sebagaimana firmanNya: (Tuhan kalian telah menetapkan atas diriNya kasih sayang) (Surah Al-An'am: 54) sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim tentang Rasulullah SAW, yaitu beliau bersabda,”Sesungguhnya Allah telah menulis suatu kitab yang ada di sisiNya di atas 'Arsy, bahwa sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murkaKu”
Tafsir As-Sa'di
Buka
101. Allah mengajak hamba-hambaNya agar melihat sesuatu yang ada di langit dan di bumi, maksudnya adalah melihat dengan merenungkan, memikirkan dan mengambil pelajaran terhadap apa yang ada padanya dana pa yang dikandungnya, karena di dalamnya terdapat tanda-tanda bagi kaum yang beriman dan pelajaran bagi kaum yang meyakini. Ia menunjukkan bahwa hanyalah Allah semata yang disembah, yang dipuji, Pemilik keagungan dan kebesaran, dan Pemilik Asma’ dan Shifat yang agung. “Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.” Mereka tidak mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah karena mereka berpaling dan menyombongkan diri.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
101 Wahai Rasul, katakanlah kepada orang-orang kafir: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan bumi berupa keajaiban makhluk yang menunjukkan pada keberadan, keesaan dan kekuasaan Allah.Tidaklah bermanfaat tanda-tanda, bukti, dan rasul-rasul yang memberi peringatan itu mencegah azab bagi kaum yang teguh atas kekufuran dan iman mereka juga tidak bisa diharapkan dalam ilmu Allah SWT”.
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Usai berbicara tentang matahari dan bulan, Allah melalui ayat ini menjelaskan perihal bumi dan isinya. Dan dia yang maha pencipta adalah tuhan yang juga menghamparkan bumi untuk tempat kamu berdiam, dan menjadikan gunung-gunung yang beragam tingginya, dan sungai-sungai yang mengalir di atas permukaan-Nya. Dan padanya dia menjadikan semua buah-buahan dari bermacam jenisnya secara berpasang-pasangan sehingga dapat berkembang biak. Dia pula yang menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mau berpikir. Dan di bumi yang terhampar dengan gunung-gunung yang tegak berdiri dan sungai-sungai yang berkelok-kelok dan bermuara ke laut, terdapat bagian-bagian tanah yang berdampingan dengan jarak yang berbeda serta kualitas kesuburan yang berbeda pula. Ada bagian tanah yang baik menjadi kebun-kebun anggur, ada yang cocok ditanami tanaman-tanaman tertentu, dan ada pula yang cocok ditanami pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang. Bagian-bagian tanah yang ditanami itu disirami dengan air yang sama. Tanaman-tanaman itu tumbuh, berkembang, lalu mengeluarkan bunga dan buah yang jenisnya beragam. Meski demikian, kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya, baik dalam hal rasa, warna, ukuran, maupun bobot-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mau mengerti.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ayat 3-4 Setelah Allah SWT menyebutkan tentang alam yang tinggi, Allah menyebutkan kekuasaan, kebijaksanaan, dan hukumNya di alam bawah. Allah berfirman: (Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi) yaitu menjadikannya luas membentang dan melebar, lalu Allah memancangnya dengan gunung-gunung yang kokoh dan tinggi, dan mengalirkan padanya sungai-sungai, dan mata air, untuk mengairi apa yang Dia ciptakan padanya, berupa buah-buahan yang berbeda-beda warna, bentuk, rasa, dan aromanya. (sepasang-sepasang dari setiap jenis) (Surah Al-Mu’minun: 27) yaitu, dari setiap jenis dua pasang (Allah menutupkan malam kepada siang) yaitu, Dia menjadikan masing-masing dari keduanya menyusul yang lain dengan cepat. Jika yang ini pergi, maka yang itu menutupinya. Ketika yang ini pergi, maka yang itu datang. Dia juga mengatur waktu, sebagaimana Dia mengatur tempat dan penduduknya (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan) yaitu kebesaran, kebijaksanaan, dan bukti-bukti tentangNya. Firman Allah: (Dan di bumi itu terdapat bagian-bagian yang berdampingan) yaitu tanah-tanah yang saling berdampingan satu sama lain, dengan itu yang ini tanah subur yang dapat menumbuhkan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia, dan yang itu tandus yang tidak dapat menumbuhkan sesuatu apapun. Dan termasuk ke dalam ayat ini perbedaan warna tanah masing-masing kawasan, ada yang berwarna merah, putih, kuning, hitam, berbatu, mudah ditanami, berpasir, keras, dan yang gembur. Masing-masing berdampingan, sehingga tanah ini memiliki sifatnya dan yang itu juga memliki sifatnya yang lain. Semua itu menunjukkan keberadaan Dzat yang menciptakannya sesuai kehendakNya,”Tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia” Firman Allah: (dan kebun-kebun anggur, tanam-tanaman, dan pohon kurma) Hal ini bisa menjadi ‘athaf kepada kata “jannat” dan (wa zar’un wa nakhiilun) dibaca rafa'. dan bisa juga di’athafkan atas (a’naab) sehingga menjadi majrur. Oleh karena itu, ada para imam yang masing-masing membacanya demikian. Firman Allah: (yang bercabang dan yang tidak bercabang) kata Ash-shinwan adalah pohon yang bercabang, seperti delima, pohon tin, dan sebagian pohon kurma serta tanaman sejenisnya. dan kata “ghairu shinwan” yaitu tidak bercabang, melainkan satu pokok seperti semua pohon. Termasuk dalam hal ini dikatakan bahwa paman seseorang setara dengan ayahnya; sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada Umar,”Tidakkah kamu ketahui bahwa paman seseorang itu setara dengan ayahnya” Diriwayatkan dari Al-Barra bahwa “Ash-Shinwan” yaitu beberapa pohon kurma yang tumbuh dari satu pokok. Dan “ghairu shinwan” adalah yang terpisah-pisah Firman Allah: (disirami dengan air yang sama, Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya) yaitu, perbedaan jenis buah-buahan dan tanam-tanaman ini dalam hal bentuk, warna, rasa, aroma, daun-daun, dan bunga-bunganya. Maka ada yang sangat manis, sangat masam, sangat pahit, hambar, dan ini menyatukan rasa ini dan itu. kemudian berubah pada rasa yang lain dengan izin Allah SWT. Ada yang berwarna kuning, merah, putih, hitam dan biru. Demikian pula dengan bunga-bunganya, padahal semuanya menyandarkan kehidupannya dari satu sumber, yaitu air. tetapi dengan perbedaan yang banyak yang tidak terhitung . Dalam hal itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang sadar. Hal ini termasuk bukti yang paling agung atas sang Pencipta, yang dengan kekuasaanNya Dia menjadikan segala sesuatu berbeda, Dia menciptakannya sesuai dengan kehendakNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir)
Tafsir As-Sa'di
Buka
3. “Dan Dia-lah Rabb yang membentangkan bumi,” Dia menciptakannya bagi manusia dan melebarkannya serta mencurahkan berkah padanya. Dia mempersiapkannya sebagai pijakan bagi manusia serta memasukkan ke dalamnya segala sesuatu yang menjadi maslahat bagi mereka. “Dan menjadikan gunung-gunung padanya,” yaitu gunung-gunung yang besar, supaya bumi tidak bergoncang disebabkan penghuninya. Bila wujud gunung-gunung tidak ada, sudah tentu bumi akan bergoncang beserta isinya. Sebab, bumi berada di atas aliran air, sehingga tidak ada kekokohan dan tidak ada kestabilan kecuali dengan sebab keberadaan gunung-gunung yang besar yang Allah jadikan sebagai pasak-pasaknya. “dan” menjadikan di dalamnya “sungai-sungai,” yang menyediakan air minum bagi manusia dan hewan-hewan ternak serta tanaman pertanian mereka. Dengan air itu, Dia mengeluarkan berbagai kebaikan yang banyak dalam bentuk pepohonan, tanaman, buah-buahan. Oleh karenanya, DIa berfirman, “dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan,” dua jenis yang dibutuhkan manusia. “Dia menutupkan malam kepada siang,” sehingga cakrawala menjadi gelap dan setiap binatang berteduh kepada tempat bermalamnya. Manusia beristirahat dari rasa capek dan kelelahan di siang hari. Lantas, bila mereka telah menuntaskan kebutuhan-kebutuhan mereka berupa tidur, maka siang akan menutupi malam. Kemudian mereka akan berada di pagi hari untuk (bertebaran) kembali memenuhi kepentingan-kepentingan dan pekerjaan-pekerjaan mereka di siang hari. "Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya." (Al-Qashash:73). “SEsungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah),” yang menunjukkan orientasi-orientasi ilahiyah “bagi kaum yang memikirkan,” tentangnya, dan mencermatinya dengan pandangan kognitif yang menunjukkan bahwa Dzat yang menciptakan, mengatur, dan mengendalikannya adalah Allah, tidak ada sesembahan selainNya. Dia mengetahui alam ghaib dana lam nyata, ar-Rahman ar-Rahim (Yang Maha Pengasih lagi Maha bijaksana) dalam segala urusan, al-Mahmud (Yang Maha Terpuji) atas seluruh yang diciptakan dan diperintahkanNya Yang Mahasuci lagi Mahatinggi.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
3. Allah adalah Dzat yang membentangkan bumi dengan luas dan terpampang untuk memudahkan kehidupan di dalamnya dan bisa dengan mudah diambil manfaatnya. Hal tersebut tidak menafikan bentuk bulat bumi karena sisinya yang saling berjauhan. Dia menciptakan di dalamnya gunung-gunung yang kokoh, dan sungai-sungai yang mengalirkan air. Dia juga menciptakan setiap buah-buahan itu berpasang-pasangan, jenis laki-laki dan perempuan untuk berkembang biak, dan dua kategori yang saling berlawanan seperti manis dan asam, hitam dan putih, serta kecil dan besar. Dia membuat malam menutupi cahaya siang, sehingga menghilang. Sesungguh dalam sesuatu yang disebutkan itu terdapat dalil-dalil atas keesaan Allah SWT bagi kaum yang mau merenung, sehingga mereka menyadari keberadaan dan keesaan Allah
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Jangan mengatakan sesuatu yang engkau tidak ketahui, jangan mengaku melihat apa yang tidak engkau lihat, jangan pula mengaku mendengar apa yang tidak engkau dengar, atau mengalami apa yang tidak engkau alami. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, adalah amanah dari tuhanmu, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya, apakah pemiliknya menggunakan untuk kebaikan atau keburukan'dan janganlah engkau berjalan di muka bumi ini dengan sombong, untuk menampakkan kekuasaan dan kekuatanmu, karena sesungguhnya sekuat apa pun hentakan kakimu, kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan setinggi apa pun kepalamu, sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang lemah dan rendah di hadapan Allah, kamu tidak memiliki kekuatan dan kemuliaan, melainkan apa yang dianugerahkan oleh-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata,”jangan mengatakan” Al-Aufi berkata,”jangan menuduh seseorang dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuan bagimu tentangnya” Qatadah berkata,”Jangan mengatakan bahwa kamu melihatnya, padahal kamu tidak melihatnya, atau kamu mendengarnya, padahal kamu tidak mendengarnya; kamu mengetahuinya, padahal kamu tidak mengetahui. Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban darimu tentang hal itu semua. Maksud dari apa yang mereka sebutkan ituMaksud bahwa Allah SWTSWT melarang mengatakan sesuatu tanpa mengetahuinya, bahkan berdasarkan dugaan yang bersumber dari sangkaan dan ilusi. Sebagaimana Allah berfirman Sebagaimana Allah berfirman : ( (jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa)) (Surah Surah Al-Hujurat: 12) Disebutkansebutkan dalam haditts,”,”Jauhilah oleh kalian prasangka. Karena sesungguhnya prasangka itu adalah pembicaraan yang paling dusta”” Firman Allah: ( (semuanya itu) yaitu yaitu yaitu semua penggambaran ini berupasifat-sifat ini yaitu pendengaran, penglihatan, dan hati ( (akan dimintai pertanggungjawabannya) Seseorang hamba akan dimintai pertanggungjawaban tentangnya pada hari kiamat, dan anggota-anggota tubuhnya itu juga akan ditanyai tentang apa yang hamba itu lakukan. Pemakaian kata “ula’ika”“” pada hal itu benarpada hal itu adalah benar. Sebagaimana yang dikatakan olehSebagaimana yang dikatakan penyair: ““Tidak dak ada tempat tinggal yang enak sesudah tempat tinggal di Liwa” “dan tiada kehidupan yang enak sesudah hari-hari itu””
Tafsir As-Sa'di
Buka
36. Maksudnya, janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu ketahui. Namun, telitilah setiap apa yang hendak kamu katakan dan kerjakan. Janganlah pernah sekali-kali menyangka semua itu akan pergi tanpa memberi manfaat bagimu dan (bahkan) mencelakakanmu. “Sesungguhnya pendengaran,penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya.” Sudah sepantasnya seorang hamba yang mengetahui bahwasanya dia akan diminta pertanggung jawaban tentang segala yang telah dia katakan dan perbuat serta (cara) pemanfaatan anggota badan yang telah Allah ciptakan untuk beribadah kepadaNya, untuk mempersiapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan (yang akan diajukan). Hal itu tidak bisa terlaksana kecuali dengan menggunakannya (hanya) dalam rangka pengabdian diri (beribadah) kepada Allah, mengikhlaskan agama ini (hanya) untukNYa dan mengekangnya dari setiap yang dibenci Allah.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
36. Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui, dan janganlah kamu ikut campur dalam hal yang tidak ada hubungannya denganmu. Sesungguhnya pada hari kiamat kamu bertanggungjawab di sisi Allah atas penglihatan, pendengaran dan hati yang kamu gunakan baik dalam kebaikan atau keburukan. Dan anggota-anggota tubuh ini adalah amanat yang dititipkan di sisimu.
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Tanyakan kepada mereka, 'bukankah dia yang telah menjadikan bumi datar, mantap dan tidak bergoncang sehingga layak sebagai tempat berdiam, yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, yaitu antara gunung-gunung yang tertancap di bumi, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk mengokohkan nya, dan yang menjadikan suatu pemisah antara dua laut, yaitu laut yang asin dan sungai air tawar yang bermuara di laut, sehingga masing-masing tidak bercampur aduk' apakah di samping Allah ada tuhan lain yang melakukan itu sehingga kamu persekutukan dia dengannya' sungguh tidak ada, bahkan sebenarnya kebanyakan mereka tidak mau memanfaatkan ilmu kebenaran yang sesungguhnya, seolah-olah mereka tidak mengetahui. 62. Tanyakan pula kepada mereka, 'bukankah dia Allah yang memperkenankan doa orang yang terpaksa, yakni berada dalam kesulitan yang mencekam apabila dia berdoa kepada-Nya' dan bukankah dia yang kuasa menghilangkan kesusahan yang menimpa siapa pun dan yang kuasa menjadikan kamu wahai manusia sebagai khalifah, penerus gene-rasi sebelum kamu di bumi' apakah ada yang mampu melakukan hal serupa itu' pasti tidak ada. Jika demikian, apakah di samping Allah ada tuhan yang lain' sedikit sekali nikmat Allah yang kamu ingat.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Allah SWT berfirman: (Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam) yaitu tempat menetap yang tenang, kokoh, tidak bergerak dan tidak mengguncangkan penduduknya, serta tidak menggetarkan mereka, karena seandainya bumi seperti itu, maka tidak akan baik hidup di bumi, akan tetapi Allah menjadikannya sebagai karunia dan rahmatNya yang menghampar dan tetap, tidak bergetar dan tidak bergerak. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam ayat lain: (Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu sebagai tempat menetap dan langit sebagai atap) (Surah Ghafir: 64) (dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya) yaitu Dia menjadikan sungai-sungai yang airnya tawar dan baik yang menjadikannya membelah di celah-celahnya, lalu mengalirkannya di bumi ada yang besar, kecil dan di antara keduanya, Dia juga mengalirkannya ke timur, barat, ke selatan, dan ke utara sesuai dengan kebaikan hamba-hambaNya di berbagai penjuru bumi, karena Allah menyebarkan mereka di muka bumi dan memudahkan bagi mereka rezeki mereka sesuai dengan apa yang mereka butuhkan (dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan)nya) yaitu gunung-gunung yang tinggi-tinggi yang mengokohkan dan meneguhkan bumi agar tidak mengguncangkan mereka (dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut) yaitu, menjadikan pemisah antara air tawar dan air asin, yang mencegah keduanya untuk bercampur agar yang ini mencemari yang itu, dan yang itu tidak mencemari yang ini. Sesungguhnya hikmah Allah yang menetapkan agar masing-masing dari keduanya tetap pada sifatnya. sesungguhnya laut yang tawar adalah sungai-sungai yang mengalir di berbagai daerah manusia. Tujuannya adalah air tersebut berasa tawar agar dapat dijadikan sebagai air minum bagi makhluk hidup, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan. Sedangkan laut yang asin adalah lautan yang mengelilingi berbagai benua dari segala penjuru. Tujuan airnya asin agar tidak mencemari udara dengan aromanya sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) yang ini tawar lagi segar, dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi (53)) (Surah Al-Furqan) Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?) yaitu yang menjadikan hal itu, yaitu disembah berdasarkan pendapat pertama dan pendapat yang lain. Keduanya itu benar dan saling berkaitan (Bahkan (sebenarnya) sebagian besar dari mereka tidak mengetahui) yaitu dalam penyembahan mereka kepada selain Dia
Tafsir As-Sa'di
Buka
61. Maksudnya, apakah patung-patung dan berhala-berhala yang sangat lemah dari segala sisinya, yang tidak bisa berbuat apa pun, tidak bisa memberi rizki dan tidak bermanfaat itu lebih baik, atau Allah yang “telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam,” di diami oleh manusia, dan memungkinkan mereka untuk tinggal (menetap), bercocok tanam, membangun, pergi dan pulang, “dan yang menjadikan sungai-sungai dicelah-celahnya.” Maksudnya, menjadikan sungai-sungai di celah-celah bumi ini yang dapat digunakan oleh manusia untuk tanaman merekka, pohon-pohon mereka, minuman mereka dan hewan ternak mereka, “dan yang menjadikan pasak-pasak (gunung-gunung) untuknya.” Maksudnya, gunung-gunung yang menjadikan bumi jadi kokoh dan terpasak kuat, agar tidak binasa, dan gunung-gunung itu menjadi pasak baginya, agar tidak goncang, “dan menjadikan antara dua laut,” maksudnya, air asin dan air tawar “suatu pemisah,” yang mencegah keduanya bercampur, sehingga mengakibatkan hilangnya manfaat yang diinginkan dari keduanya. Akan tetapi Allah menjadikan di antara keduanya dinding pemisah dari tanah. Dia jadikan tempat mengalirnya sungai itu di bumi (darat), dijauhkan dari lautan, sehingga dengan begitu dapat dicapai maksud dan kemaslahatan keduanya. “Apakah di samping Allah ada sembahan (yang lain),” yang mampu melakukan itu semua sehingga laik kalau Allah dikesampingkan dan dipersekutukan dengannya? “Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui,” sehingga mereka mempersekutukan Allah karena bertaklid buta kepada para pembesar mereka. Dan apabila tidak demikian, kalau mereka mengetahui dengan sebenar-benarnya, tentu mereka tidak mempersekutukan sesuatu apa pun denganNya.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
61. Apakah sesembahan kalian yang lebih baik, atau Dia Yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berpijak manusia? Yang menjadikan sungai-sungai mengalir di celah-celah hamparan bumi, juga Yang menjadikan gunung-gunung untuk mengokohkan bumi. Dia Yang menjadikan suatu pemisah antara dua laut, sehingga airnya tidak bercampur sama sekali? Apakah masih ada Tuhan selain Allah, atau ada tuhan yang lain lagi? Namun/bahkan sebenarnya, kebanyakan dari mereka tidak mengetahui kebenaran, yaitu pengesaan Allah, mereka menyekutukan Allah dengan sesembahan lain
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Eksplorasi Komparatif 5 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Setelah ditegaskan bahwa Allah adalah mahahalus dan maha luas pengetahuan-Nya, kini diuraikan kembali tentang kuasa-Nya. Dialah Allah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi untuk melakukan aneka aktifitas yang bermanfaat, maka jelajahilah di segala penjurunya, berkelanalah ke seluruh pelosoknya, dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya yang disediakan untuk kamu, serta bersyukurlah dengan segala karunia-Nya itu. Dan karena pada akhirnya, hanya kepada-Nyalah kamu kembali setelah dibangkitkan. 16-17. Bukti kekuasaan dan keluasan ilmu-Nya sudah dipaparkan, kalau manusia tetap durhaka maka Allah menegaskan dalam ayat ini: sudah merasa amankah kamu, bahwa dia Allah yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang'. Mestinya kamu tidak merasa aman dengan tetap durhaka. Karena orang sebelum kamu seperti karun karena kedurhakaannya dia ditelan bumi. Atau sudah merasa amankah kamu, bahwa dia Allah yang di langit yang mengendalikan sepenuhya semua makhluk, tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu yang dapat membinasakan kamu' namun kalau kamu tetap durhaka, kelak kamu akan mengetahui bagaimana akibat mendustakan peringatan-ku.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ayat 12-15 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang yang takut kepada kedudukan Tuhannya terhadap apa yang ada antara dia dan Tuhannya; jika dia tidak diketahui orang lain, maka dia mencegah dirinya dari perbuatan-perbuatan maksiat, dan mengerjakan ketaatan, meskipun tidak ada orang lain yang melihatnya kecuali Allah SWT. dan bahwa Allah akan memberinya ampunan dan pahala yang besar yaitu Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dan membalasnya dengan pahala yang berlimpah. Kemudian Allah SWT berfirman seraya mengingatkan bahwa Dia Maha Melihat semua isi hati dan rahasia (Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati (13)) yaitu segala sesuatu yang terbesit dalam hati (Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui?) yaitu apakah Tuhan Yang Maha Pencipta itu tidak mengetahui? Dikatakan, “apakah Allah tidak mengetahui makhlukNya? Makna pertama adalah yang lebih utama, karena firmanNya: (dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui) Kemudian Allah menyebutkan nikmat-nikmat yang telah Dia berikan kepada makhlukNya, dengan menundukkan dan merendahkan bumi bagi mereka, dengan menjadikannya tenang dan stabil, tidak berguncang dan tidak miring, dengan gunung-gunung yang telah Dia pancangkan padanya. Allah mengalirkan dari dalamnya mata air-mata air, dan menyediakan padanya jalan-jalan, serta menyediakan padanya berbagai manfaat dan tempat-tempat untuk ditanami untuk keperluan tanaman. Maka Allah SWT berfirman: (Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya) yaitu, berjalanlah ke mana pun yang kalian kehendaki di berbagai kawasannya, serta lakukanlah perjalanan mengelilingi daerah dan kawasannya untuk berbagai mata pencaharian dan perniagaan. Dan ketahuilah bahwa upaya kalian tidak dapat memberi manfaat sedikit pun bagi kalian kecuali jika Allah memudahkannya bagi kalian. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya) Maka berupaya dengan menempuh sarananya tidaklah bertentangan dengan tawakal kepadaNya. Dialah yang Menundukkan, Memperjalankan, dan Menjadikan penyebabnya (Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan) yaitu dikembalikan di hari kiamat. Mujahid, As-Suddi, dan Qatadah berkata tentang firmanNya (manakibiha) yaitu daerah-daerah yang jauh, daerah-daerah pedalaman, dan seluruh kawasannya. Ibnu Abbas dan Qatadah juga berkata bahwa (manakibiha) yaitu gunung-gunung.
Tafsir As-Sa'di
Buka
15. Maksudnya, Dia-lah yang menundukkan bumi untuk kalian agar kalian bisa mendapatkan apa pun yang kalian perlukan, seperti bercocok tanam, mendirikan bangunan, membuat jalan yang menghubungkan ke tempat yang jauh dan berbagai negara. "Maka berjalanlah di segala penjurunya,” maksudnya, untuk mencari rizki dan penghasilan, “dan makanlah sebagian dari rizkinya. Dan hanya kepadaNya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” Maksudnya, setelah kalian berpindah dari dunia ini yang dijadikan Allah sebagai tempat ujian dan penghantar menuju akhirat. Setelah kalian meninggal dunia, kalian akan dibangkitkan dan dikumpulkan menuju Allah untuk membalas amal perbuatan kalian, baik dan buruknya.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
15. Allah SWT adalah Dzat yang menciptakan bumi agar mudah bagimu untuk hidup dan mengambil manfaat darinya. Maka berjalanlah di sisi-sisinya, di jalan-jalannya dan kunjungilah setiap penjurunya. Makanlah apa yang diberikan oleh Allah di bumi. Dan hanya kepadaNyalah (para mayat) yang dibangkitkan dari kubur itu dikembalikan untuk dihisab dan dibalas (amalnya)
Tafsir Al-Mishbah
Buka