Surah Al-An'am : Ayat 98
وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَمُسْتَوْدَعٌ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُونَ
"Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui."
Tafsir Ringkas Kemenag
Aneka makhluk telah diuraikan, baik yang berada di langit maupun di bumi, berikutnya dijelaskan kembali tentang makhluk yang paling dimuliakan Allah, yaitu manusia. Dan dialah yang menciptakan kamu, wahai umat manusia, dari diri yang satu, yakni adam, yang melalui istrinya kamu berkembang biak, maka bagimu ada tempat menetap dan juga tempat simpanan. Sesungguhnya telah kami jelaskan dengan aneka macam cara dan tanda-tanda kebesaran kami kepada orang-orang yang mengetahui. Keesaan dan kekuasaan Allah telah terbukti dengan jelas bagi yang masih enggan untuk beriman, maka ayat ini menegaskan kembali seakan merangkum dan memerinci apa yang telah disebutkan. Dan dialah yang menurunkan air, yaitu hujan, dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak padahal sebelumnya hanya satu biji atau benih. Dan, sebagai contoh dari proses di atas, dari mayang, yakni tongkol bunga, kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai yang mudah dipetik, dan kebun-kebun anggur, dan kami keluarkan pula zaitun dan delima yang serupa bentuk buahnya dan yang tidak serupa aroma dan kegunaannya. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan perhatikan pula proses bagaimana buah tersebut menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 98-99 Allah SWT berfirman: (Dan Dialah yang menciptakan kalian dari seorang diri) yaitu nabi Adam, sebagaimana firman Allah: (Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak) (Surah An-Nisa: 1) Firman Allah: (maka (bagi kalian) ada tempat tetap dan tempat simpanan) Para ulama berbeda pendapat tentang makna hal itu, dari Ibnu Mas'ud, Ibnu Abbas, Abu Abdurrahman As-Sulami, Qais bin Abu Hazim, Mujahid, ‘Atha’, Ibrahim An-Nakha'i, Adh-Dhahhak, Qatadah, As-Suddi, ‘Atha’ Al-Khurasani, dan lainnya (maka (bagi kalian) ada tempat tetap) yaitu di dalam rahim. Mereka atau sebagian besar mereka berkata bahwa (dan tempat simpanan) yaitu di dalam tulang sulbi. Firman Allah SWT: (Sesungguhnya Kami telah jelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui) yaitu mereka memahami dan mengerti tentang Kalam Allah dan maknanya. Firman Allah SWT: (Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit) yaitu dengan kadar yang diberkati sebagai rezeki untuk para hamba, untuk menghidupkan, dan pertolongan serta rahmat dari Allah bagi makhlukNya. (Lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan) sebagaimana firmanNya: (Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup) (Surah Al-Anbiya: 30) (Maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau) yaitu tanaman dan pepohonan yang hijau; kemudian setelah itu Kami menciptakan di dalamnya biji-bijian dan buah-buahan. Oleh karena itu, Allah SWT berfirman: (Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak) bagiannya saling tumpang tindih sebagaimana tangkai-tangkainya dan bagian lainnya (dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai) bentuk jamak dari “qunwun”, yaitu pelepah-pelepah kurma (yang menjuntai) yaitu dekat untuk dipetik, sebagaimana yang dikatakan oleh Ali bin Abi Thalhah Al-Walibi dari Ibnu Abbas (tangkai-tangkai yang menjuntai) yaitu tangkai yang menjuntai ke bawah bagi pohon kurma yang pendek, sehingga pelepahnya dekat dengan tanah. Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. Ibnu Jarir berkata,”Orang-orang Hijaz berkata “qinwaanun” dan Bani Qais berkata,”Qunwaanun”. Imri’ul Qais berkata: Pucuk pohonnya berdiri tegak, akarnya menghujam ke tanah, dan mayangnya yang dipenuhi dengan tangkai-tangkai menjuntai ke bawah, dengan buah kurma merah. Dia berkata,”Bani Tamim berkata,”Qinyaanun” dengan menggunakan huruf “ya’”. Dia berkata bahwa itu adalah bentuk jamak dari “qanwun”, sebagaimana kata “shinwan” yang merupakan bentuk jamak dari kata “shanwun”. Firman Allah SWT: (dan kebun-kebun anggur) Kami mengeluarkan darinya kebun-kebun anggur; dua jenis buah ini adalah buah paling bagus menurut penduduk Hijaz. Barangkali keduanya merupakan buah-buahan yang terpilih di dunia. Sebagaimana Allah memberikan keduanya kepada hamba-hambaNya dalam firmanNya: (Dan dari buah kurma dan anggur, kalian buat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik) (Surah An-Nahl: 67) Hal ini disebutkan sebelum pengharaman khamr. Dia berfirman: (Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur) (Surah Yasin: 34) dan (dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa). Qatadah dan lainnya berkata,”yaitu daunnya mirip, dan bentuknya serupa satu sama lain, dan saling berbeda dalam buah dari segi bentuk, rasa, dan kandungannya. Firman Allah SWT: (Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikanlah pula) kematangannya) yaitu membuatnya matang. Pendapat ini dikatakan oleh Al-Barra’ bin ‘Azib, Ibnu Abbas, Adh-Dhahhak, ‘Atha’ Al-Khurasani, As-Suddi, Qatadah, dan lainnya. yaitu pikirkanlah tentang kekuasaan Penciptanya yang telah menciptakannya dari tidak ada menjadi ada. Setelah tanaman itu menjadi pohon, dan menjadikan anggur, kurma, dan hal lainnya dari segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah SWT yang berbeda-beda dari segit warna, bentuk, rasa dan aromanya. Sebagaimana firmanNya: (Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama, Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya) (Surah Ar-Ra'd: 4) Oleh karena itu di sini Allah berfirman: (Sesungguhnya pada yang demikian itu) wahai manusia (ada tanda-tanda (kekuasaan Allah)) yaitu dalil-dalil yang menunjukkan kepada kesempurnaan kekuasaan, kebijaksanaan, dan rahmat dari Dzat yang menciptakan semua itu (bagi orang-orang yang beriman) yaitu mereka yang percaya kepadaNya dan mengikuti rasul-rasulNya.
Tafsir As-Sa'di
98. “Dan Dia-lah yang menciptakan kamu dari yang satu.” Yaitu Adam, Allah meciptakan bangsa manusia yang mememuhi bumi adalah berasal darinya dan mereka terus bertambah dan berkembang dengan perangai, bentuk penciptaan, dan karakter yang berbeda-beda, sehingga sulit untuk di paparkan dan dijelaskan. Allah menjadikan untuk mereka tempat kembali, yakni akhir hidup dan tujuan mereka di mana mereka semua akan di giring ke sana yaitu alam akhirat yang tidak ada lagi alam sesudahnya dan tidak ada waktu akhir sesudahnya, sedangkan alam ini di mana makhluk di ciptakan untuk tinggal di dalamnya, maka mereka diciptakan di dunia agar berusaha memperoleh sarana-sarananya, dimana dia tumbuh dan berkembang dengannya. Allah menitipkan mereka di tulang punggung bapak mereka dan Rahim ibu mereka kemudian di alam dunia dan akhirnya alam Barzah. Semua itu hanyalah sementara, tidak menetap dan kekal, akan tetapi dia berpindah darinya, sehingga sampai kealam yang yang menjadi temapt tinggal permanen. Adapun dunia ini, maka ia hanyalah tempat berlalu dan simpan. “sungguh telah kami jelaskan tanda-tanda kebesaran kami kepada orang-orang yang menegatahui” tentang ayat-ayatNya dan memahami hujjah-hujjah dan keterangan-keteranganNya.
Tafsir Al-Wajiz
98. Itulah tanda-tanda di bumi dan langit. Adapun tanda-tanda dalam diri sendir, maka Allah itu asalnya telah menciptakan kalian dari satu jiwa yaitu Adam, lalu kalian berkembang biak. Dan bagi kalian itu tempat tinggal di permukaan bumi, dan tempat peristirahatan setelah mati dalam perut bumi. Sungguh Kami telah menerangkan tanda-tanda yang menunjukkan kepada ksesmpurnaan kuasa dan iradat Kami bagi kaum yang mengerti tentang apa yang dibacakan bagi mereka, lalu beriman.