Surah Yusuf : Ayat 98
قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّىٓ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
"Ya’qub berkata: “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Memenuhi permohonan keluarganya itu, dia (nabi yakub) berkata, aku akan memohonkan ampunan bagimu semua kepada tuhanku. Sungguh, dia adalah tuhan yang maha pengampun, maha penyayang. Sekian lama berlalu setelah kejadian itu, berangkatlah nabi yakub bersama keluarga besarnya ke mesir menuruti pesan nabi yusuf. Maka ketika mereka sudah sampai di mesir dan masuk ke tempat yang telah disediakan oleh nabi yusuf, dia merangkul kedua orang tuanya seraya berkata kepada semua anggota rombongan, masuklah kamu ke negeri mesir, insya Allah kalian masuk dalam keadaan aman.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 96-98 Ibnu Abbas dan Adh-Dhahhak berkata tentang firmanNya, ("Al-Basyir") adalah pemberi kabar. dan berkata kepada anak-anaknya saat itu: (Tidakkah aku katakan kepada kalian bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tidak mengetahuinya) yaitu aku mengetahui bahwa Allah akan mengembalikan dia kepadaku, dan aku berkata kepada kalian: (Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kalian tidak menuduhku lemah akal) Maka saat itu mereka berkata kepada ayah mereka seraya meminta belas kasihan: (Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (97) Ya’qub berkata, "Kelak aku akan memohonkan ampun bagi kalian kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (98)) yaitu, barang siapa yang bertaubat kepadaNya, maka Dia menerima taubatnya.
Tafsir As-Sa'di
98. Maka “Ya’qub berkata” untuk menyambut permintaan mereka lagi bersegera meresponnya “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”, harapanku kepadaNya, adalah agar Dia mengampuni kalian dan mencurahkan rahmat kepada kalian serta menaungi kalian dengan rahmatNya. Ada yang mengatakan, bahwa beliau menunda permohonan ampunan bagi mereka sampai waktu sahur yang utama, supaya lebih sempurna untuk memohonkan ampunan dan lebih dekat untuk dikabulkan.
Tafsir Al-Wajiz
98. Ya’kub berkata: “Aku akan memohonkan ampun bagi kalian kepada Allah di waktu yang tepat, yaitu di waktu sebelum fajar dimna doa akan dikabulkan.” Ya’kub tidak tergesa-gesa berdoa untuk menunjukkan betapa buruknya perbuatan mereka dan kepastian pengabulan doa itu adalah sebagai wujud kasih sayang kepada mereka