Surah Al-Mu'minun : Ayat 96
ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ٱلسَّيِّئَةَ ۚ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ

"Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Allah dalam ayat ini mengajari nabi cara menghadapi pendustaan kaum musyrik. Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan cara yang lebih baik, antara lain dengan tetap berbuat baik kepada mereka semampumu, memaafkan kesalahan mereka yang berkaitan dengan hak pribadimu, atau tidak menanggapi ejekan dan cemoohan mereka. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan kepada Allah. 97-98. Dan katakanlah, wahai nabi Muhammad, 'ya tuhanku, aku berlindung kepada engkau dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung pula kepada engkau ya tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku dalam segala aktivitasku. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 93-98 Allah SWT berfirman kepada nabiNya, Muhammad SAW agar mengucap­kan doa ini di saat pembalasan Allah diturunkan (Ya' Tuhanku, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memper­lihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka) yaitu jika Engkau menyiksa mereka, sedangkan aku menyaksikan hal itu, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara mereka. Firman Allah: (Dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihat­kan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka (95)) yaitu seandainya Kami menghendaki, maka Kami dapat memper­lihatkan kepadamu apa yang Kami timpakan kepada mereka berupa pembalasan, bencana dan malapetaka. Kemudian Allah SWT memberikan petunjuk kepada Nabi SAW tentang cara yang paling bermanfaat untuk bergaul dengan orang yaitu berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk terhadapnya agar hatinya terpikat dan simpati, sehingga permusuhannya berganti menjadi persahabatan, dan kemarahannya menjadi kasih sayang. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik) Hal ini sebagaimana Allah SWT berfirman di ayat lain: (Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah teman yang sangat setia (34) Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar (Surah Fushshilat). yaitu tidak ada orang yang dianugerahi akhlak atau sifat ini (melainkan hanya kepada orang-orang yang sabar) dalam menghadapi gangguan manusia, maka bergaullah dengan mereka dengan kebaikan, sekalipun perlakuan mereka buruk (dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar) yaitu, di dunia akhirat. Firman Allah: (Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan” (97)) Allah SWT memerintahkan kepada Nabi SAW untuk memohon perlindungan kepadaNya dari setan, karena sesungguhnya setan itu tidak memberikan manfaat dan tidak mau mengikuti kebaikan. Telah disebutkan sebelumnya pembahasan tentang permohonan perlindungan bahwa Rasulullah SAW sering bersabda,”Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk, yaitu dari godaan, bisikan, dan tiupannya” Firman Allah: (Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku (98)) yaitu dalam sesuatu dari urusanku. Oleh karena itu Nabi SAW memerintah­kan agar selalu menyebur nama Allah dalam permulaan semua urusan. Hal itu untuk mengusir setan, baik saat makan, bersetubuh, menyembelih dan urusan-urusan lain.
Tafsir As-Sa'di
96 Ini termasuk budi pekerti luhur yang mana Allah memerintahkan RasulNya untuk melaksanakannya. Allah berfirman, ”tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik.” Maksudnya, jika musuh-musuhmu telah berbuat buruk kepada dirimu dalam bentuk ucapan maupun perbuatan, maka janganlah engkau menyikapi mereka dengan tindakan buruk. Walaupun boleh untuk membalas orang yang telah berbuat buruk dengan tindakan serupa, akan tetapi, tolaklah sikap buruk mereka kepadamu dengan berbuat baik kepada mereka. Itu merupakan bentuk kemurahan hatimu kepada orang yang telah berbuat buruk itu. Diantara manfaatnya, ulah buruknya kepadamu akan berkurang, sekarang dan dimasa datang. Sifat tersebut lebih efektif untuk menarik orang yang telah berbuat buruk tersebut kejalan yang benar, lebih mempercepatnya untuk menyesal, sedih dan kembali dengan taubat dari apa yang pernah dilakukiannya. Orang yang memberi maaf, berarti mempunyai sifat ihsan (kebaikan). Dengan itu, dia mampu mempecundangi setan serta berhak menerima pahala dari Allah. Allah berfirman, “Maka barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (Asy syuara:40) Dan firman Allah : “tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan,” maksudnya, tidaklah diberi taufik untuk bersifat luhur seperti ini, “melainkan (kepada) orang-orang yang sabar, dan tidaklah dianugerahkan melainkan (kepada) orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (fushilat: 34-35) FirmanNya, “dan kami lebih mengetahui apa yang mereka bisikan,” yaitu ucapan-ucapan yang mereka lontarkan, berupa omongan-omongan yang memuat unsur kekufuran dan pendustaan kepada kebenaran. Sungguh ilmu kami telah meliputinya. Kami telah lunak terhadap mereka, memberikan kesempatan bagi mereka serta menahan diri. Kebenaran milik kami. Pendustaan mereka juga milik kami. Engkau wahai Muhammad, sepatutnya bersabar atas lontaran yang keluar dari mulut mereka dan menyikapi tindakan mereka dengan baik. Inilah tugas seorang hamba dalam menyikapi orang yang telah berbuat tidak baik.
Tafsir Al-Wajiz
96. Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik, yaitu dengan memaafkan kesalahan mereka kepadamu, dan perlawanan mereka kepada agamamu. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan berupa sifat yang palsu, Kami akan membalas perbuatan mereka.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com