Surah Al-Isra : Ayat 96
قُلْ كَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًۢا بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرًۢا بَصِيرًا
"Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Katakanlah wahai nabi Muhammad kepada orang-orang yang tidak mau beriman, cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian bahwa aku adalah seorang manusia yang diutus oleh Allah menyampaikan wahyu kepadamu. Sungguh, dia maha mengetahui keadaan setiap makhluk-Nya, maha melihat akan tingkah laku dan perbuatan hamba-hamba-Nya baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Dan barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, disebabkan kecenderungan hatinya untuk mendapat petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk, tidak ada siapa pun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa dia sesatkan, disebabkan oleh penolakannya terhadap ayat-ayat Allah, maka engkau tidak akan mendapatkan penolong-penolong bagi mereka yang dapat menunjukkan kepada jalan yang benar selain dia, Allah yang mahakuasa. Dan kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat dengan wajah tersungkur, ditarik malaikat ke dalam neraka dalam keadaan buta, tidak dapat melihat sesuatu yang terjadi, bisu, tidak dapat mengutarakan kepedihan, dan tuli, tidak dapat mendengar sesuatu yang menyenangkan hati. Keadaan mereka di akhirat adalah sebagaimana sikap mereka terhadap ayat-ayat Allah ketika mereka di dunia. Tempat kediaman mereka adalah neraka jahanam. Setiap kali nyala api jahanam itu akan padam, disebabkan punah bahan bakarnya yang berupa manusia, kami tambah lagi nyalanya dengan mengembalikan kulitnya dan menumbuhkan kembali tulangnya bagi mereka. Setiap kali kulit mereka hangus terbakar oleh api neraka, Allah mengganti kulit yang lain sehingga tidak putus-putusnya kepedihan menimpa mereka.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT berfirman seraya memberikan peringatan kepada NabiNya SWT hujjah terhadap kaumnya untuk membuktikan kebenaran apa yang disampaikan kepada mereka, bahwa sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan antara dia beliau dan mereka. dan Maha Mengetahui semua yang beliau sampaikan kepada mereka, seandainya beliau berdusta dalam penyampaian itu, maka Allah akan menghukumnya dengan hukuman yang keras. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami (44) niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya (45) Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya (46)) (Surah Al-Haqqah) Firman Allah: (Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya) yaitu, Dia Maha Mengetahui siapa di antara mereka yang berhak mendapat nikmat, kebaikan dan petunjuk; dan siapa yang berhak mendapat kecelakaan, kesesatan, dan keburukan. Oleh karena itu Allah berfirman:
Tafsir As-Sa'di
96. “Katakanlah, ‘Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian.’ Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat hamba-hambaNya,” di antara bentuk persaksian Allah atas RasulNya adalah Allah mendukungnya dengan mukjizat, menurunkan ayat-ayat untuknya dan menolongnya dari kaum yang memusuhi dan melawannya. Seandainya beliau (Nabi Muhammad) mengada-adakan sebagian perktaan atas Nama Allah, tentulah Dia akan menyeret tangan kanannya, kemudian Dia putus urat jantungnya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat. Bagi Allah, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi pada keadaan para hambaNYa.
Tafsir Al-Wajiz
96. Katakanlah juga kepada mereka: “Cukuplah Allah yang menjadi saksi atas kebenaran risalahku. Sesungguhnya Allah SWT itu Maha Mengetahui kondisi-kondisi hamba-hambaNya dan selalu mengamati seluruh amal mereka baik yang nampak maupun yang tersembunyi”