Surah Al-An'am : Ayat 94
وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَٰدَىٰ كَمَا خَلَقْنَٰكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُم مَّا خَوَّلْنَٰكُمْ وَرَآءَ ظُهُورِكُمْ ۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَآءَكُمُ ٱلَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَٰٓؤُا۟ ۚ لَقَد تَّقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنكُم مَّا كُنتُمْ تَزْعُمُونَ

"Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah)."

Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah menjelaskan keadaan para pendurhaka ketika menghadapi tekanan sakratulmaut, ayat ini menjelaskan tentang keadaan mereka setelah roh terpisah dari jasad mereka. Dan kamu, setelah dicabut rohmu dan sekian lama menunggu di alam barzakh, akan benar-benar datang sendiri-sendiri kepada kami sebagaimana kami ciptakan kamu pada mulanya, yakni ketika lahir ke dunia, dan apa yang telah kami karuniakan kepadamu seperti harta benda, anak, kerabat, dan lainnya, kamu tinggalkan di belakangmu di dunia. Kami tidak melihat pemberi syafaat, yakni pertolongan, besertamu yang dulu kamu sembah dan yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu bagi Allah. Sungguh, telah terputuslah semua pertalian antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka sebagai sekutu Allah. Setelah menguraikan aneka argumentasi keesaan Allah dalam ayat sebelumnya, ayat berikut ini menjelaskan kembali bukti keesaan Allah melalui argumen yang berbeda. Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan, padi-padian, dan biji kurma serta buah-buahan lainnya. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah bukti kekuasaan Allah, maka mengapa kamu masih berpaling'
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 93-94 Firman Allah SWT: (Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah) yaitu tidak ada satu orang pun yang lebih zalim daripada orang yang membuat mendustakan Allah, lalu dia menjadikan bagiNya, sekutu-sekutu atau anak, atau menganggap bahwa dirinya telah diutus oleh Allah kepada manusia, Oleh karena itu Allah berfirman: (atau yang berkata, "Telah diwahyukan kepada saya, "padahal tidak ada diwahyukan sesuatu pun kepadanya) (dan orang yang berkata, "Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah") yaitu orang yang mengaku bahwa dia menandingi wahyu yang datang dari sisi Allah dengan perkataan yang dia buat-buat, sebagaimana firman Allah: (Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata, "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini). Kalau kami menghendaki, niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini” (31)) (Surah Al-Anfal). Firman Allah SWT: (sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut) yaitu dalam sakaratul maut, kesakitan dan penderitaannya (sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya) yaitu memukulinya sebagaimana firmanNya: (Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku) (Surah Al-Maidah: 28) dan (dan niscaya mereka melepaskan tangan dan lidah mereka kepada kalian dengan menyakiti (kalian)) (Surah Al-Mumtahanah: 2) Adh-Dhahhak dan Abu Shalih berkata bahwa ayat (memukul dengan tangannya) yaitu dengan siksaan. Sebagaimana firmanNya: (Kalau kamu melihat ketika para malaikat itu mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka) (Surah Al-Anfal) Oleh karena itu Allah berfirman: (sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya) yaitu dengan memukul mereka sampai jiwa mereka keluar dari jasadnya. Oleh karena itu para malaikat berkata kepada mereka: ("Keluarkanlah nyawa kalian”) Hal itu bahwa orang kafir ketika dihadiri oleh kematian, para malaikat datang kepadanya dengan azab, ssiksaan, belenggu, rantai, api, air mendidih dan murka dari Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Lalu ruhnya terpisah-pisah dalam tubuhnya, membangkang, dan tidak mau keluar. Maka para malaikat memukulinya sampai ruh mereka keluar dari jasadnya seraya berkata: (Keluarkanlah nyawa kalian! Di hari ini kalian dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kalian selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar) yaitu pada hari ini kalian dihinakan dengan sehinanya, sebagaimana kalian telah mendustakan Allah, dan kalian enggan mengikuti ayat-ayatNya, dan tidak mau taat kepada rasul-rasulNya Firman Allah: (Dan sesungguhnya kalian datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kalian Kami ciptakan pada mulanya) yaitu dikatakan kepada mereka pada hari mereka dikembalikan, Sebagaimana Allah berfirman: (Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. Sesungguhnya kalian datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kalian pada yang pertama kali) (Surah Al-Kahfi: 48) yaitu sebagaimana Kami memulai penciptaan kalian, maka Kami mengembalikan kalian, namun kalian mengingkarinya dan menjauhinya, maka inilah hari kebangkitan. Firman Allah SWT: (dan kalian tinggalkan di belakang kalian (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepada kalian) yaitu kenikmatan dan harta yang kalian pelihara di dunia, kalian tinggalkan.Disebutkan dalam hadits shahih bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Anak Adam berkata, "Hartaku-hartaku!" Padahal tiada yang engkau miliki dari hartamu kecuali apa yang engkau makan, lalu engkau habiskan; atau apa yang engkau pakai, lalu engkau lapukkan; atau apa yang engkau sedekahkan, lalu engkau kekalkan, sedangkan selain dari itu semuanya pergi dan ditinggalkan untuk orang lain” Firman Allah SWT: (dan Kami tidak melihat besertamu pemberi syafaat yang kalian anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kalian) kecaman dan celaan terhadap mereka, atas apa yang mereka lakukan di dunia dengan menjadikan tandingan-tandingan dan berhala-berhala sebagai tuhan, dengan menduga bahwa semua itu memberi manfaat bagi kehidupan dan waktu kembali mereka, jika mereka menganggap bahwa hari kembali itu ada. Jika hari kiamat datang, maka terputuslah dari mereka sebab-sebab itu, lenyaplah kesesatan, dan hilanglah apa yang mereka buat-buat, lalu Tuhan menyeru mereka di hadapan semua makhluk: ("Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan?") (Surah Al-Qashash: 62) dan dikatakan kepada mereka ("Dimanakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya) (92) selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"(93)) (Surah Asy-Syu’ara’) Oleh karena itu Allah berfirman di sini (dan Kami tiada melihat beserta kalian pemberi syafaat yang kalian anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kalian) yaitu menyembah mereka, dan dalam diri kalian ada bagian bahwa mereka itu layak untuk kalian sembah. Kemudian Allah SWT berfirman: (Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kalian) Dibaca dengan rafa' yaitu mencakup kalian semua, dan dibaca nashab maknanya yaitu “terputuslah semua sebab-sebab dan hubungan antara kalian (dan telah lenyap dari kalian) yaitu lenyap dari kalian (apa yang dahulu kalian anggap (sebagai sekutu Allah)) harapan kepaada berhala dan sekutu-sekutu itu. Sebagaimana firman Allah SWT: ((Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya dan mereka melihat siksa, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. (166) Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti, "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesatan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka (167)) (Surah Al-Baqarah) dan (Apabila sangkakala ditiup, maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya (101)) (Surah Al-Mu’minun)
Tafsir As-Sa'di
94. Ini adalah keadaan mereka di alam Barzakh. Adapun pada Hari Kiamat, maka mereka menghadirinya dalam keadaan tidak membawa apa-apa, sendiri-sendiri tanpa keluarga, tanpa harta, tanpa anak, tanpa tentara dan penolong sebagaimana keadaannya saat pertama kali diciptakan oleh Allah, ia telanjang dari setelah itu dengan sebab-sebabnya, dan pada hari itu segala perkara yang berhubungan dengan hamba di dunia terputus kecuali amal baik dan amal buruk yang menjadi bahan rumah akhirat yang tumbuh darinya. Kebaikan, keburukan, kebahagiaan, kesedihan, azab dan nikmatnya adalah berdasarkan amal. Maka Amal-lah yang bermanfaat atau bermudarat, menyedihkan atau membahagiakan, sedang selain itu berupa keluarga, anak, harta dan penolong, maka semua itu adalah faktor luar, dan semua itu tidak termasuk kriteria. Oleh karena itu Allah berfirman, “Dan sungguh kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami menciptakanmu pada mulanya, dan kamu tinggalkan apa yang telah Kami karuniakan kepadamu,” yakni, yang Kami berikan sebagai nikmat kepadamu, “di belakangmu,” karena ia tidak berguna apa pun untukmu. “Dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafaat yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu.” Orang-orang musyrik menyekutukan Allah, mereka menyembah para malaikat, para Nabi, orang-orang shalih, dan lain-lain bersamaNya, padahal mereka semua adalah milik Allah, akan tetapi mereka memberikan bagian dari diri mereka kepada makhluk-makhluk ini dan melakukan kesyirikan dalam beribadah. Ini adalah klaim batil dan kezhaliman dari mereka, karena semuanya adalah hamba Allah, Allah adalah Maharaja yang berhak mereka sembah. Kesyirikan mereka dalam ibadah dengan memberikannya kepada para hamba adalah mengangkat mereka menduduki posisi pencipta dan pemilik. Maka pada Hari Kiamat mereka dicela dan dikatakan kepada mereka ucapan ini, “Dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafaat yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu TUhan di antara kamu, sungguh terputuslah pertalian antara kamu.” Maksudnya, terputuslah hubungan dan ikatan antara kamu dengan sekutu-sekutumu dalam bentuk syafaat dan lain-lain. Ia tidak bermanfaat dan tidak berguna apa pun. “Dan telah lenyap darimu sesuatu yang dahulu kamu berdusta dengannya (di dunia),” berupa keuntungan, keamanan, kebahagiaan, dan keselamatan yang dihiasi dan dijadikan indah oleh setan dalam hatimu, dan lisanmu mengucapkan itu. Kamu terkecoh dengan klaim batil yang tidak ada hakikatnya pada waktu terbuktinya lawan dari klaimmu, dan ternyata kamu adalah orang yang merugi pada diri, harta, dan jiwamu.
Tafsir Al-Wajiz
94 Dikatakan kepada mereka di akhirat: sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri untuk dihisab sebagaimana kamu Kami ciptakan pada awal mula kali saat kalian lahir telanjang. Kamu tinggalkan dunia berupa harta dan lainnya. Kami tidak melihat pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu itu ,menyertaimu. Sungguh telah terputuslah pertalian di antara kalian, yaitu kalian dengan sesembahan kalian. Telah lenyap dan pergi sesembahan berhala yang dahulu kalian anggap sebagai sekutu Allah.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com