Surah Al-Anbiya : Ayat 94
فَمَن يَعْمَلْ مِنَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِۦ وَإِنَّا لَهُۥ كَٰتِبُونَ

"Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya."

Tafsir Ringkas Kemenag
Manusia dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadap-an Allah sangat tergantung kepada pilihan hidupnya di dunia. Barang siapa mengerjakan kebajikan kepada Allah, sesama manusia, dan alam, dan dia melakukan kebajikan itu sebagai orang beriman, atas dasar ke-imanannya yang mantap, maka usahanya sekecil apa pun juga dalam mewujudkan kebajikan itu tidak akan diingkari, disia-siakan hingga ter-buang percuma, tetapi akan tetap tersimpan; dan sungguh, kamilah yang mencatat perbuatan baik itu untuknya. Demikian juga, perbuatan buruk sekecil apa pun tercatat dengan akurat dan akan diperlihatkan kepada tiap-tiap manusia dengan objektif. 95. Di antara umat manusia ada yang dibinasakan sebagai hukuman atas kekufurannya, dan ada juga yang dibiarkan. Dan tidak mungkin bagi penduduk suatu negeri yang telah kami binasakan, baik di masa silam, sekarang, maupun di masa depan, bahwa mereka tidak akan kembali kepada kami guna mempertanggungjawabkan perbuatannya selama hidup di dunia.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 92-94 Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya: (Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu) yaitu agama kalian yang satu. kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu) yaitu sesungguhnya sunnah kalian adalah satu sunnah. FirmanNya: (Sesungguhnya (agama tauhid) ini) Terdiri atas inna dan isimnya (agama kalian ini) sebagai khabar (inna) yaitu sesungguhnya agama ini adalah syariat kalian yang Aku jelaskan dan terangkan kepada kalian. Firman Allah, (sebagai satu agama) nashab sebagai haal. Oleh karena itu Allah berfirman: (Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku) Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Allah berfirman, “Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (51) Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku) (Surah Al-Mu’minun: 51,52) Rasulullah SAW bersabda,”Kami golongan para nabi adalah saudara-saudara lain ibu, sedangkan agama kami adalah satu” Makna yang dimaksud adalah menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, dengan syariat yang berbeda-beda yang dibawa para rasul. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Untuk tiap-tiap umat di antara kalian, Kami berikan aturan dan jalan yang terang) (Surah Al-Maidah: 48) Firman Allah: (Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka) pendapat umat-umat itu berbeda-beda terhadap para rasulnya. Di antara mereka ada yang membenarkannya, dan ada yang mendustakannya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali) yaitu pada hari kiamat, maka Allah membalas kepada masing-masing sesuai dengan amalnya. Jika baik, maka balasannya baik, dan jika buruk, maka balasannya buruk. Oleh karena itu Allah berfirman: (Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedangkan ia beriman) yaitu hatinya membenarkan dan tubuhnya mengerjakan amal shalih (maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu) sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik) (Surah Al-Kahfi: 30) yaitu tidak diingkari usahanya yaitu amalnya, namun dia tidak akan dianiaya seberat dzarrah pun. Oleh karena itu Allah berfirman: (sesungguhnya Kami menuliskan amalnya itu untuknya) yaitu semua amalnya dicatat maka tidak ada sesuatu pun yang sia-sia
Tafsir As-Sa'di
94. Sesudah itu, Allah membeberkan balasanNYa bagi mereka, secara eksplisit maupun implisit. Allah berfirman, “Maka barangsiapa yang mengerjakan amal shalih,” yaitu amalan-amalan yang telah disyariatkan oleh para rasul dan dianjurkan oleh kitab-kitab Allah “sedang dia beriman,” kepada Allah dan para RasulNya serta risalah yang mereka emban, “maka tidak ada pengingkaran terhadap amalan itu,” maksudnya Kami tidak akan menyia-nyiakan dan mengugurkan usahanya. Bahkan Kami akan melipatgandakannya berllipat-lipat. “Dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya,” maksudnya Kami menetapkannya di Lauh Mahfuzh dan di lembaran-lembaran amalan yang bersama para malaikat penjaga amalan. Maksudnya, (secara eksplisit) siapa saja yang tidak beramal shalih, atau mengamalkannya tanpa beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia terhalangi (dari pahala kebaikan), merugi dalam agama dan dunianya.
Tafsir Al-Wajiz
94. Dan barangsiapa mengerjakan amal shalih yang yang diperintahkan Allah, yaitu beriman kepada Allah, rasulallah dan hari akhir, maka tidak ada penolakan dan pengingkaran dalam amal, pahala dan balasan baiknya. Dan sesungguhnya Kami mengamati usahanya dan mencatat catatan amalnya

Sumber tafsir dari tafsirweb.com