Surah Al-Anbiya : Ayat 93
وَتَقَطَّعُوٓا۟ أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ ۖ كُلٌّ إِلَيْنَا رَٰجِعُونَ
"Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka. Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali."
Tafsir Ringkas Kemenag
Meskipun misi para nabi itu mengajarkan satu agama kepada manusia, yaitu agama tauhid, tetapi mereka terpecah belah dalam urusan agama mereka di antara mereka ke dalam berbagai agama. Ada yang lurus memegang prinsip tauhid dan ada pula yang menyimpang. Masing-masing golongan itu semua akan kembali kepada kami di akhirat untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka selama hidup di dunia. 94. Manusia dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadap-an Allah sangat tergantung kepada pilihan hidupnya di dunia. Barang siapa mengerjakan kebajikan kepada Allah, sesama manusia, dan alam, dan dia melakukan kebajikan itu sebagai orang beriman, atas dasar ke-imanannya yang mantap, maka usahanya sekecil apa pun juga dalam mewujudkan kebajikan itu tidak akan diingkari, disia-siakan hingga ter-buang percuma, tetapi akan tetap tersimpan; dan sungguh, kamilah yang mencatat perbuatan baik itu untuknya. Demikian juga, perbuatan buruk sekecil apa pun tercatat dengan akurat dan akan diperlihatkan kepada tiap-tiap manusia dengan objektif.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 92-94 Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya: (Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu) yaitu agama kalian yang satu. kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu) yaitu sesungguhnya sunnah kalian adalah satu sunnah. FirmanNya: (Sesungguhnya (agama tauhid) ini) Terdiri atas inna dan isimnya (agama kalian ini) sebagai khabar (inna) yaitu sesungguhnya agama ini adalah syariat kalian yang Aku jelaskan dan terangkan kepada kalian. Firman Allah, (sebagai satu agama) nashab sebagai haal. Oleh karena itu Allah berfirman: (Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku) Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Allah berfirman, “Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (51) Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku) (Surah Al-Mu’minun: 51,52) Rasulullah SAW bersabda,”Kami golongan para nabi adalah saudara-saudara lain ibu, sedangkan agama kami adalah satu” Makna yang dimaksud adalah menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, dengan syariat yang berbeda-beda yang dibawa para rasul. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Untuk tiap-tiap umat di antara kalian, Kami berikan aturan dan jalan yang terang) (Surah Al-Maidah: 48) Firman Allah: (Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka) pendapat umat-umat itu berbeda-beda terhadap para rasulnya. Di antara mereka ada yang membenarkannya, dan ada yang mendustakannya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali) yaitu pada hari kiamat, maka Allah membalas kepada masing-masing sesuai dengan amalnya. Jika baik, maka balasannya baik, dan jika buruk, maka balasannya buruk. Oleh karena itu Allah berfirman: (Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedangkan ia beriman) yaitu hatinya membenarkan dan tubuhnya mengerjakan amal shalih (maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu) sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik) (Surah Al-Kahfi: 30) yaitu tidak diingkari usahanya yaitu amalnya, namun dia tidak akan dianiaya seberat dzarrah pun. Oleh karena itu Allah berfirman: (sesungguhnya Kami menuliskan amalnya itu untuknya) yaitu semua amalnya dicatat maka tidak ada sesuatu pun yang sia-sia
Tafsir As-Sa'di
93. Idealnya, bersatu padu pada perkara ini, dan tidak berpecah-belah di dalamnya. Akan tetapi, “(dorongan) bertindak zhalim dan melampaui batas” menolak persatuan, dan hanya menerima keadaan terpecah-belah dan terpisah-pisah. Karena itu, Allah berfirman, “Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka,” maksudnya golongan-golongan yang mengaku mengikuti para pengikut nabi terpecah-belah dan bercerai-berai. Setiap pihak mengklaim berada di atas kebenaran, sementara kebatilan bersama dengan pihak lainnya. Setiap golongan bangga dengan apa yang mereka miliki. Padahal sudah dimaklumi bersama, pihak yang benar dari kalangan mereka, yaitu yang meniti pada agama yang lurus dan jalan yang lempeng, dengan mengikuti para nabi. Kenyataan ini akan terlihat, bila tabir (kebenaran) sudah tersibak, kegelapan sudah pergi dan Allah mengumpulkan umat manusi untuk mengadili mereka. Saat itulah, orang yang benar akan jelas berbeda dari orang yang berdusta. Karena itu, Allah berfirman, “Masing-masing golongan itu,” dari setiap kelompok yang bercerai-berai dan selain mereka “akan kembali kepada Kami,” maka Kami membalasi mereka dengan balasan yang sempurna.
Tafsir Al-Wajiz
93. Manusia terpecah dalam beberapa golongan terkait permasalahn agama, sedangkan pada dasarnya agama itu hanya satu. Di antara mereka ada yang beriman dan bertauhid, ada yang kufur dan syirik, ada juga yang berinterpretasi dan terjerumus dalam kesyirikan seperti orang Yahudi dan Nasrani. Masing-masing kelompok ini akan kembali kepada Kami pada hari kiamat untuk dibalas.