Surah Al-Mu'minun : Ayat 92
عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

"Yang mengetahui semua yang ghaib dan semua yang nampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dialah tuhan yang mengetahui semua yang gaib dari pandangan manusia dan semua yang tampak. Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan seperti kepercayaan kaum musyrik tersebut. 93-94. Kezaliman kaum musyrik dengan menolak kebenaran itu meng-undang datangnya siksa Allah. Allah lalu mengajari nabi doa berikut. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, 'ya tuhanku, seandainya engkau hendak memperlihatkan kepadaku sebelum kematianku azab yang diancamkan kepada mereka, ya tuhanku, maka janganlah engkau jadikan aku termasuk dalam golongan orang-orang zalim, dan jauhkanlah aku dari mereka. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 91-92 Allah SWT menyucikan DzatNya dari sifat memiliki anak atau sekutu dalam kerajaan, kekuasaan, dan hak untuk disembah. Jadi Allah SWT berfirman: (Allah sekali-kali tidak mempunyai anak dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya. Kalau ada tuhan beserta-Nya masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakan-Nya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain) yaitu seandainya tuhan itu berbilang, maka masing-masing dari mereka membawa makhluk ciptaannya masing-masing, dan pastilah alam ini tidak teratur. Akan tetapi, buktinya adalah yang menunjukkan bahwa alam ini berada dalam satu tatanan dan teratur, mulai dari alam yang tinggi sampai alam yang bawah yang saling terikat satu sama lain suatu tatanan yang sempurna (Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang) (Surah Al-Mulk: 3) Kemudian pasti masing-masing dari tuhan-tuhan itu berupaya untuk mengalahkan yang lainnya dan saling berbeda, sehingga sebagian dari mereka menguasai sebagian lain. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu) yaitu dari apa yang dikatakan oleh orang-orang zalim dan melampaui batas itu yang mengklaim bahwa Tuhan itu memiliki anak atau sekutu. Maha Tinggi Allah dengan ketinggian yang Maha Besar.(Yang mengetahui semua yang gaib dan semua yang nampak) yaitu, mengetahui semua yang ghaib dari makhlukNya dan semua yang mereka saksikan (maka Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan) yaitu Maha Suci Allah SWT dari semua yang dikatakan oleh orang-orang yang musyrik dan ingkar itu.
Tafsir As-Sa'di
90-92 Allah berfirman, ”bahkan kami telah membawa kebenaran kepada orang-orang yang mendustakan itu, yang memuat kejujuran dalam informasinya, keadilan dalam perintah dan larangannya. Kenapa mereka tidak mengakuinya? Padahal ia lebih pantas untuk diikuti. Sementara mereka tidak memiliki sesuatu yang menggantikannya melainkan kedustaan dan kedzaliman?! Oleh karena itu, Allah berfirman, “Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. Allah sekali-kali tidak mempunyai anak., dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) besertaNya.” Itu merupakan bentuk kebohongan yang dapat dideteksi melalui berita dari Allah dan RasulNya serta dapat dikenal melalui akal yang sehat. Oleh sebab itu, Allah mengingatkan tentang sebuah teori logika mengenai kemustahilan eksistensi dua tuhan (dialam semesta ini). Allah berfirman, “kalau ada tuhan bersamaNya,” jika ada sesembahan bersama Allah seperti yang mereka ucapkan “masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya,” maksudnya, maka masing-masing sesembahan itu akan menyendiri dengan ciptaan-ciptaannya dan membentuk komunitas sendiri dengannya, dan sudah tentu berantusias untuk menghambat dan mengalahkan sesembahan lainnya. “Dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain,” pihak yang menang, akan menjadi sesembahan yang disembah. Dengan adanya unsur yang saling kontradiktif ini, maka alam semesta ini tidak mungkin ada. Dan tidak bisa dibayangkan bisa teratur dengan pengaturan yang mencengangkan akal-akal manusia. Ambilah pelajaran dari matahari, bulan, bintang-bintang, yang diam maupun yang beredar. Sejak penciptaanya, benda-benda langit itu beredar berdasarkan satu kendali dan pengaturan. Masing-masing dikendalikan dengan kekuasaan, diatur dengan penuh hikmah demi kepentingan umat manusia, bukan sebatas untuk kepentingan satu individu dengan mengesampingkan orang lain. Engkau tidak akan menyaksikan kekeliruan, kontradiksi dan tabrakan dalam pengaturan sekecil apapun. Apakah masih terbayangkan keseragaman itu muncul dari pengaturan dua sesembahan dan dua pemilik? “Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan,” alam semesta ini telah mengekspresikan dengan bahasa geraknya dan memberikan pemahaman melalui bentuknya yang indah, bahwa Dzat yang mengaturnya adalah tuhan (sesembahan) yang satu, sempurna dalam nama-nama dan sifat-sifatNya. Sungguh, seluruh makhluk membutuhkanNYa dalam rububiyyah dan uluhiyyahNya baginya. Sebagaimana ia tidak mempunyai wujud dan keabadian kecuali berkat rububiyyah Allah, begitu pula tidak ada kebaikan dan landasan kekuatan kecuali dengan sebab peribadahan kepadaNya dan mengesakanNYa dengan ketaatan. Untuk itu, Allah mengingatkan tentang keagungan sifat-sifatNya melalui beberapa permisalan. Misalnya, ilmuNya yang meliputi (segala sesuatu). Allah berfirman, ”Yang mengetahui semua yang ghaib,” yaitu, perkara-perkara yang terlewatkan oleh indera-indera pandangan kita dan pengetahuan kita, seperti hal-hal yang mesti terjadi (al-wajibat), perkara yang mustahil (al-mustahilat) dan kemungkinan-kemungkinan yang timbul (al-mukminat). “Dan semua yang Nampak,” yaitu segala yang bisa kita saksikan. “Mahatinggi Allah,” Mahatinggi lagi Mahaagung, “dari apa yang mereka persekutukan,” denganNya, tiada ilmu yang mereka miliki kecuali yang telah diajarkan oleh Allah kepada mereka.
Tafsir Al-Wajiz
92. Allah Maha mengetahui dengan sempurna semua makhluk ghaib dan semua makhluk yang nampak, maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan berupa makhluk yang tampak ataupun yang tidak.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com