Surah Al-Baqarah : Ayat 92
۞ وَلَقَدْ جَآءَكُم مُّوسَىٰ بِٱلْبَيِّنَٰتِ ثُمَّ ٱتَّخَذْتُمُ ٱلْعِجْلَ مِنۢ بَعْدِهِۦ وَأَنتُمْ ظَٰلِمُونَ
"Sesungguhnya Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat), kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudah (kepergian)nya, dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zalim."
Tafsir Ringkas Kemenag
Berikut adalah argumen lain untuk membantah orang-orang yahudi yang mengaku beriman kepada kitab yang diturunkan kepada mereka. Dan sungguh, musa telah datang kepada mu dengan bukti-bukti yang sangat jelas tentang kebenaran yang dia ajarkan, seperti turunnya al-mann dan as-salwa', terpancarnya air dari batu, berubahnya tongkat menjadi ular, dan lain-lain. Meski begitu, kamu tidak menerimanya dengan baik, bahkan kemudian kamu mengambil patung anak sapi sebagai sembahan setelah kepergian-Nya meninggalkan kamu untuk sementara waktu menuju bukit tursina, dan kamu menjadi orang-orang zalim karena kamu tetap melakukan hal itu, meskipun kamu tahu itu salahdan ingatlah ketika kami mengambil janji kamu, wahai bani israil, dan kami angkat gunung sinai di atasmu seraya berfirman, 'pegang teguhlah apa yang kami berikan kepadamu melalui nabi musa, yakni prinsip-prinsip ajaran agama dan rinciannya, dan dengarkanlah serta perkenankanlah apa yang diperintahkan kepada kamu!' mereka menjawab, kami mendengarkan dengan telinga kami, tetapi kami tidak menaati dan tidak pula mau mengamalkannya. Bukannya segera melaksanakan perintah, mereka justru bersegera melakukan kedurhakaan. Dan diresapkanlah ke dalam hati mereka itu kecintaan menyembah patung anak sapi karena kekafiran mereka. Katakanlah, sangat buruk apa yang diperintahkan oleh kepercayaanmu kepa damu, yang kamu anggap telah menghiasi jiwa kamu, jika kamu orang-orang beriman kepada taurat.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah berfirman, (Dan apabila dikatakan kepada mereka) yaitu kepada orang-orang Yahudi dan sejenisnya dari Ahli Kitab, (Berimanlah kepada Al Quran yang diturunkan Allah), yaitu kepada nabi Muhammad SAW, membenarkan dan mengikutinya. (mereka berkata: "Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami") yaitu cukuplah bagi kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami berupa Taurat dan Injil, dan kami tidak mengakui hal lain selain itu (Dan mereka kafir kepada Al Quran yang diturunkan sesudahnya) yaitu sesuatu yang diturunkan setelahnya (Dan mereka kafir kepada Al Quran yang diturunkan sesudahnya) yaitu mereka mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW itu adalah kebenaran. Kata “Mushaddiqan” itu manshub menjadi haal, yaitu keadaannya membenarkan apa yang ada pada mereka berupa Taurat dan Injil, dan hujjah itu berlaku atas mereka, sebagaimana Allah berfirman (Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri) (Surah Al-Baqarah:146, Surah Al-An’am: 20), kemudian Allah berfirman (Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?") yaitu jika kalian benar dalam apa yang kalian serukan berupa keimanan terhadap apa yang diturunkan kepada kalian, maka kenapa kalian membunuh para nabi yang datang kepada kalian yang membenarkan Taurat yang ada pada kalian, menentukan hukum tentangnya, meniadakan nasakhnya, dan kalian mengetahui kebenaran mereka? Kalian membunuh mereka dengan penuh kebencian, pembangkangan dan kesompongan atas para utusan Allah, maka kalian tidak mengikuti apapun kecuali hanya hawa nafsu, ego, dan syahwat saja sebagaimana Allah berfirman ( Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?) (Surah Al-Baqarah: 87) As-Suddi berkata tentang ayat ini, Allah SWT mencela mereka dengan berfirman: (Katakanlah: "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?") (Sesungguhnya Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat)) yaitu dengan tanda-tanda yang jelas dan bukti-bukti tegas yang menunjukkan bahwa dia adalah dia (nabi Muhammad) adalah Rasulullah SAW dan bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Tanda-tanda jelas yaitu adalah banjir bandang, belalang, kutu, katak, darah, tongkat, tangan, terbelahnya lautan, naungan awan, manna dan salwa, dan berbagai tanda lain yang mereka saksikan. (kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan)) yaitu disembah selain Allah pada masa nabi Musa dan beberapa hari. Firman Allah SWT, (dan sesudah itu) maknanya yaitu setelah nabi Musa pergi ke gunung untuk bermunajat kepada Allah, sebagaimana Allah SWT berfirman, (Dan kaum Musa, setelah kepergian Musa ke gunung Thur membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara) (Surah Al-A’raf: 148) (dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zalim) yaitu kalian melakukan perbuatan zalim dengan menyembah anak sapi itu, padahal kalian tahu bahwa tidak ada tuhan selain Allah, sebagaimana Allah SWT berfirman, (Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka telah sesat, merekapun berkata: "Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi") (Surah Al-A’raf)
Tafsir As-Sa'di
92. “Sungguh Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat), ” yakni dengan keterangan-keterangan yang jelas dan berdasarkan kebenaran, “kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudahnya, ” maksudnya setelah kedatangannya, “dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zhalim” dalam hal tersebut yang kalian tidak memiliki alasan tentangnya.
Tafsir Al-Wajiz
Telah datang kepada kalian Nabi Musa dengan berbagai mu’jizat sebagai bukti dari kebenarannya. Seperti membelah lautan, berjalan di awan (QS Al Isra’/9). Kemudian kalian menyembah anak sapi yang telah dibuat oleh Samiri. Dan kalian menyembahnya, padahal Musa telah datang membawa penjelasan kepada kalian, namun kalian tetap saja menyembah apa yang tidak berhak disembah