Surah Al-Anbiya : Ayat 91
وَٱلَّتِىٓ أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا وَجَعَلْنَٰهَا وَٱبْنَهَآ ءَايَةً لِّلْعَٰلَمِينَ

"Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan ingatlah kisah maryam, seorang perempuan salehah, yang memelihara kehormatannya dari berbuat zina, bahkan dari sentuhan laki-laki. Lalu kami tiupkan roh dari kami ke dalam rahim-Nya sehingga ia hamil; dan kami jadikan dia dan anaknya sejak lahir sebagai tanda kebesaran Allah bagi seluruh alam, karena anak itu lahir tanpa ayah, bisa berbicara sejak bayi dan menyatakan dirinya hamba Allah, serta menjadi nabi dan rasul Allah. 92. Pada ayat sebelumnya dijelaskan kisah para nabi seperti nabi ibrahim, lut, ishak, yakub, nuh, dawud, sulaiman, ayub, ismail, idris, zulkifli, yunus, zakaria, dan yahya. Mereka mengajarkan prinsip tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada ibadah kecuali kepada-Nya. Sungguh, agama tauhid yang diajarkan oleh para nabi inilah agama kamu, agama yang sama dengan yang diajarkan rasulullah berdasarkan Al-Qur'an, yaitu agama yang satu untuk seluruh umat, agama penyerahan diri kepada Allah. Dan aku, Allah, adalah tuhanmu, yang menciptakan langit dan bumi; maka sembahlah aku sepanjang hayat kamu, tuhan yang menghidupkan dan mematikan kamu.
Tafsir Ibnu Katsir
Demikianlah Allah menyebutkan kisah Maryam dan putranya nabi Isa secara beriringan dengan kisah nabi Zakaria dan anaknya nabi Yahya. Allah SWT pertama menyebutkan kisah nabi Zakaria, lalu mengiringinya dengan kisah Maryam, karena yang itu berkaitan dengan yang ini. Yaitu dilahirkannya seorang anak dari orang yang sangat lanjut usianya, dan istrinya yang lemah dan mandul belum pernah melahirkan seorang anak pun di masa mudanya. Kemudian Dia menyebutkan kisah Maryam yang lebih mengherankan, karena melahirkan anak tanpa laki-laki, Demikian itu telah diterangkan dalam surah Ali Imran dan surah Maryam. dan di sini disebutkan kisah nabi Zakaria, lalu diiringi dengan kisah Maryam dengan firmanNya: (Dan (ingatlah kisah) wanita yang telah memelihara kehormatannya) yaitu Maryam, Sebagaimana Allah berfirman dalam surah At-Tahrim: (dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami) (Surah At-Tahrim: 12) Firman Allah: (dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam) yaitu bukti yang menunjukkan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan bahwa Dia menciptakan apa yang DIa kehendaki. (Sesungguhnya apabila Dia hendak menciptakan sesuatu, tinggal mengatakan kepadanya, "Jadilah kamu," maka jadilah ia (82)) (Surah Yasin) Ini sebagaimana firmanNya: (dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia) (Surah Maryam: 21) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya, ("Lil 'alamina") dia berkata yaitu jin dan manusia
Tafsir As-Sa'di
91. Dan ingatlah Maryam untuk menyanjung dan menceritakan kedudukan tingginya, serta menyebarluaskan tentang kemuliaannya, “yang telah memelihara kehormatannya,” memeliharanya dari perbuatan haram dan (dari) mendekatinya, bahkan dari hal-hal yang diharamkan sekalipun. Ia belum menikah karena menyibukkan diri dengan ibadah dan menghabiskan waktunya untuk mengabdikan diri kepada Rabbnya. Ketika Jibril mendatanginya dalam rupa seorang lelaki yang normal, dengan fisik dan ketampanan yang sempurna, "Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa". (Maryam:18). Maka Allah membalasinya dengan balasan yang sesuuai dengan amalannya, dan memberinya keturunan tanpa keberadaan suami. Akan tetapi (dengan cara) jibril meniupkan padanya ruh sehingga hamil dengan izin Allah, “dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam,” di mana beliau mengandung (tanpa suami) dan melahirkannya tanpa bantuan penanganan dari orang lain. Lalu si jabang bayi berbicara ketika masih di gendongan, dan Allah merehabilitasi namanya dari tuduhan orang-orang yang menuduhnya dengan tuduhan yang tidak baik. Lalu Allah memberitahukan tentang dirinya dalam kondisi itu. Selanjutnya , Allah mempraktikan (melaluinya) berbagai macam keajaiban dan mukjizat yang sudah diketahui bersama. Maka, Maryam dan putranya menjadi tanda kebesaran Allah bagi sekalian alam. Generasi-generasi bergantian membicarakannya dan orang-orang pun memetik pelajaran darinya.
Tafsir Al-Wajiz
91. Ingatlah juga wahai Nabi, tentang kisah Maryam binti Imran menjaga farjinya dari yang halal dan haram, serta masih suci. Lalu Kami letakkan salah satu rahasia Kami di dalam perutnya untuk menciptakan Isa dan menghidupkannya. Dan Kami jadikan dia dan puteranya sebagai tanda bagi alam manusia, jin dan malaikat yang mana dia melahirkan Isa tanpa melalui anak dan sebagai petunjuk bagi mereka atas kekuasaan Kami.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com