Surah Taha : Ayat 91
قَالُوا۟ لَن نَّبْرَحَ عَلَيْهِ عَٰكِفِينَ حَتَّىٰ يَرْجِعَ إِلَيْنَا مُوسَىٰ
"Mereka menjawab: “Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka tidak menghiraukan nasihat nabi harun seraya menjawab, 'sungguh, kami tidak akan meninggalkannya, yaitu patung anak sapi itu. Kami tetap akan menyembahnya sampai musa kembali kepada kami. '92-93. Melihat kesesatan kaumnya, nabi musa marah dan menegur nabi harun karena dianggap tidak mampu memimpin bani israil dengan baik. Sambil memegang kepala dan janggut saudaranya itu, dia berkata, 'wahai harun! Allah mengutusmu untuk membantuku. Apa yang menghalangimu untuk menegur ketika engkau melihat mereka telah sesat dengan menyembah patung anak sapi' apa yang menyebabkan engkau tidak mengikuti aku dalam berdakwah dan mengajak mereka untuk mengesakan Allah' apakah engkau telah sengaja melanggar perintahku sehingga engkau membiarkan mereka sesat''.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 90-91 Allah SWT memberitahukan tentang larangan nabi Harun terhadap mereka dari menyembah patung anak sapi. Nabi Harun memberitahukan kepada mereka,”Ini adalah fitnah bagi kalian, dan sesungguhnya Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Pemurah yang menciptakan segala sesuatu, dan menetapkan ukuran-ukurannya dengan baik, dan Dzat yang memiliki ‘Arsy yang agung dan Maha Berbuat sesuai dengan yang Dia kehendaki (maka ikutilah aku dan taatilah perintahku) dalam apa yang Aku perintahkan kepada kalian, dan tinggalkanlah apa yang Aku larang kepada kalian (Mereka menjawab, "Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini hingga Musa kembali kepada kami” (91)) yaitu kami tidak akan meninggalkan penyembahan terhadapnya sehingga kami mendengar perkataan nabi Musa tentangnya, dan mereka menentang nabi Harun dalam hal itu, dan mereka memusuhinya, bahkan hampir saja mereka membunuhnya.
Tafsir As-Sa'di
90-91. Maksudnya: dengan beribadah kepada anak sapi, mereka itu bukanlah orang yang bisa diberi (toleransi) udzur. Sesungguhnya mereka meskipun ada syubhat yang muncul pada mereka tentang penyembahannya, akan tetapi Harun telah melarang mereka dari tindakan tersebut, memberitahu mereka bahwa ia merupakan fitnah, dan Rabb mereka ialah (Rabb) Yang Maha Pemurah. DariNya bersumber kenikmatan-kenikmatan yang lahiriah maupun batiniah, Dzat Yang Berkuasa untuk menyingkirkan malapetaka. Harun memerintahkan mereka untuk mengikuti dirinya dan meninggalkan anak sapi, namun mereka enggan sembari mengatakan, “Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami.”
Tafsir Al-Wajiz
91. Mereka berkata kepada Harun: “Kami akan tetap melanjutkannya, atau kami masih akan tetap menyembah anak sapi sampai Musa kembali kepada kami, supaya dia melihat, apakah akan menyetujui peribadatan kami atau mencegahnya?” Lalu Harun menyingkir dari mereka