Tafsir Ringkas Kemenag
Ayat ini ditujukan kepada rasulullah yang nama beliau tidak disebut dalam rangkaian ayat di atas. Mereka itulah para nabi yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka khususnya yang berkaitan dengan sikap mereka dalam berdakwah, yakni tidak meminta imbalan atas dakwah yang disampaikan. Untuk itu, katakanlah, hai Muhammad, kepada semua yang engkau ajak, aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan dakwah khususnya ajaran alqur'an, karena dakwah yang kusampaikan dan Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk semua umat di seluruh alam. Orang-orang yang menolak dakwah nabi Muhammad mendapat kecaman seperti dijelaskan dalam ayat ini. Mereka, yakni kaum yang diajak itu, tidak mengagungkan Allah yang maha esa lagi mahakuasa sebagaimana mestinya. Di antara buktinya adalah ketika mereka berkata, Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia. Katakanlah, wahai Muhammad, siapakah yang menurunkan kitab, yakni taurat, yang dibawa musa sebagai cahaya yang sangat jelas dan petunjuk bagi manusia yaitu kaum bani israil' kamu, wahai bani israil, menjadikannya, yakni kitab itu, lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai agar kamu memperlihatkan sebagiannya sesuai dengan keinginanmu dan banyak yang lain yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu melalui kitab itu apa yang tidak diketahui, baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu. Mereka tidak mungkin menjawab dengan jawaban yang benar. Maka katakanlah, wahai Muhammad, Allah-lah yang menurunkannya, kemudian setelah engkau menyampaikan kebenaran Al-Qur'an dan mereka tetap menolak maka jangan hiraukan mereka, biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 84-90 Allah SWT menyebutkan bahwa Dia mengaruniakan kepada nabi Ibrahim nabi Ishaq, setelah dia mencapai usia lanjut. Dia dan istrinya Sarah telah putus asa untuk mendapatkan seorang anak. Lalu malaikat datang kepadanya dan mereka pergi ke kaum nabi Luth. Lalu mereka menyampaikan berita gembira tentang nabi Ishaq Lalu istrinya terkejut dengan hal itu dan berkata: ("Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak, padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.” (72) Para malaikat itu berkata,”tApakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya. dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.” (73)) (Surah Hud) Lalu para malaikat itu menyampaikan berita gembira tentang kenabiannya, dan bahwa dia mempunyai keturunan, Sebagaimana Allah berfirman: (Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh (112)) (Surah Ash-Shaffat) Ini lebih sempurna dalam hal pemberian berita gembira dan lebih besar dalam hal nikmat. Allah berfirman: (maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira akan (kelahiran) Ishaq dan sesudah Ishaq, Ya'qub (Surah Hud) yaitu dilahirkan seorang seorang cucu dalam keadaan kalian masih hidup, sehingga hatimu menjadi senang dengan itu, sebagaimana senang dengan kelahirannya. Sesungguhnya kebahagiaan mendapatkan cucu itu sangat besar, karena kelangsungan keturunannya. dan karena seorang yang sudah sangat tua tidak akan dapat melahirkan anak karena sudah lemah. Lalu datanglah kabar gembira dengan lahirnya seorang anak dan cucu dengan nama Ya'qub yang berasal dari kata cucu atau keturunan. Hal ini merupakan imbalan bagi nabi Ibrahim, ketika dia menarik diri dan meninggalkan kaumnya lalu berhijrah dari negeri mereka menuju ke tempat yang jauh untuk beribadah kepada Allah SWT. Lalu Allah mengganti kaum dan masyarakatnya itu dengan memberikan anak-anak yang shalih dari tulang sulbinya yang berpegang teguh pada agamanya, agar hatinya senang. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka tatkala Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya'qub. Dan masing-masing Kami angkat menjadi nabi (49)) (Surah Maryam) dan di sini Allah berfirman: (Dan Kami telah menganugerahkan Ishaq dan Ya'qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk) Firman Allah: (dan kepada Nuh. sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk) yaitu sebelum itu Kami telah memberi petunjuk kepada nabi Nuh, sebagaimana Kami telah memberi petunjuk kepada nabi Ibrahim. Kami juga menganugerahkan kepadanya keturunan yang shalih. Masing-masing dari keduanya mempunyai keistimewaan sendiri yang agung. Adapun nabi Nuh, maka sesungguhnya Allah ketika menenggelamkan semua penduduk bumi kecuali orang-orang yang beriman kepadanya, yaitu orang-orang yang menemaninya di bahtera. Allah menjadikan keturunannya sebagai orang-orang yang tersisa. Semua manusia itu merupakan keturunannya. Adapun nabi Ibrahim, Allah tidak mengutus seorang nabi pun sesudahnya melainkan dari keturunannya, sebagaimana firmanNya: (dan Kami jadikan kepada keturunan keduanya kenabian dan Al Kitab) (Surah Al-Hadid: 26) dan (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami jadikan kepada keturunan keduanya kenabian dan Al Kitab) (Surah Al-Hadid: 26) serta (Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis (58)) (Surah Maryam) Firman Allah dalam ayat ini: (dan dari keturunannya) yaitu Kami memberi petunjuk kepada sebagian dari keturunannya (yaitu Daud dan Sulaiman) dhamir pada ayat itu kembali kepada nabi Nuh karena itu adalah kata yang paling dekat di antara kata-kata yang disebutkan yang tampak. Pendapat itulah yang dipilih oleh Ibnu Jarir. Firman Allah SWT: (dan Kami lebihkan (pula) derajat sebagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka) Dia menyebutkan asal-usul dan cabang-cabang keturunan mereka, serta orang-orang yang memiliki hubungan dengan mereka serta bahwa petunjuk dan pilihan mencakup mereka semuanya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan Kami telah memilih mereka, dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus) Kemudian Allah berfirman: (Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya) yaitu hal itu karena taufik dan petunjuk dari Allah kepada mereka (Seandainya mereka mempersekutukan Allah niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan) peringatan keras dan hukuman yang berat bagi perbuatan syirik, dan dosa besar bagi oerang yang melakukannya, sebagaimana firman Allah: (Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelum kamu, "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalanmu.”) (Surah Az-Zumar: 65) Ini merupakan syarat, dan syarat itu belum tentu pasti terjadi; sebagaimana firmanNya: (Katakanlah "Jika benar Tuhan yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula menyembah (memuliakan anak itu)" (81)) (Surah Az-Zukhruf), (Sekiranya Kami hendak membuat suatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya) (17)) (Surah Al-Anbiya’) dan (Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya Mahasuci Allah Dialah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan (4)) (Surah Az-Zumar) Firman Allah: (Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka kitab, hikmat, dan kenabian) yaitu Kami memberikan nikmat kepada mereka dengan itu sebagai rahmat bagi hamba-hamba Kami dengan adanya mereka, dan kelembutan Kami kepada semua makhluk (Jika ingkar terhadapnya) yaitu dengan kenabian. Bisa juga bahwa dhamir itu kembali kepada tiga hal itu, yaitu Kitab, hikmah, dan kenabian. Firman Allah: (orang-orang itu) yaitu penduduk Makkah. Itu adalah pendapat Ibnu Abbas, Sa'id bin Al-Musayyib, Adh-Dhahhak, Qatadah, As-Suddi dan lainnya. (maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya) yaitu jika nikmat ini diingkari oleh orang-orang dari kaum Quraisy dan lainnya dari penduduk bumi, baik Arab maupun non Arab, baik orang yang beragama maupun Ahli Kitab, maka sungguh Kami menyerahkannya kepada kaum lain yaitu kaum Muhajirin, kaum Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka sampai hari kiamat. (yang sekali-kali mereka tidak akan mengingkarinya) yaitu mereka tidak mengingkarinya sedikitpun dan tidak menolak satu huruf pun darinya, bahkan mereka beriman kepada semuanya, baik ayat muhkamat maupun ayat mutasyabihat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan mereka dengan karunia, kemurahan, dan kebaikanNya. Kemudian Allah SWT berfirman seraya berbicara kepada hamba dan RasulNya, nabi Muhammad SAW (Mereka itulah) yaitu para nabi yang disebutkan serta orang-orang yang disebutkan bersama mereka dari orang tua, keturunan dan saudara-saudara dan yang serupa dengan mereka (Orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah) yaitu Mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk, bukan selain mereka (maka ikutilah petunjuk mereka) yaitu ikutilah mereka. Jika hal itu diperintahkan kepada Rasulallah SAW, maka umatnya mengikut beliau dalam semua yang disyariatkan dan diperintahkan kepada mereka. Firman Allah: (Katakanlah, "Aku tidak meminta upah kepada kalian dalam menyampaikannya (Al-Qur'an)) yaitu aku tidak meminta suatu upah kepada kalian dalam menyampaikan Al-Qur’an ini. Dan aku tidak menginginkan sesuatu apapun dari kalian. (Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat) yaitu dengan Al-Qur’an mereka merenung dan mendapat petunjuk dari kebutaan dan kesesatan menuju petunjuk dan dari kekafiran menuju kepada keimanan
Tafsir As-Sa'di
90. ”Mereka itulah,” maksudnya, yang di sebutkan adalah “ orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka.” Maksudnya, berjalanlah wahai Rasul yang mulia dibelakang para Nabi yang terpilih itu, ikutilah agama mereka. Sungguh rasululoh telah taat, dia mengambil petunjuk dari petunjuk para Rasul sebelumnya. Dia mengumpulkan kesempurnaan pada mereka, maka terkumpullah padanya keutamanaan-keutamaan dan keistimewaan yang dengannya dia mengunguguli seluruh alam. Dia adalah sayyid para Rasul imam orang-orang yang bertakwa. Dari segi ini kalangan para sahabat berdalil dengannya bahwa Rasululoh adalah Rasul paling utama. “Katakanlah” kepada orang-orang yang berpaling kepada dakwahmu, “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur’an).” Maksudnya, aku tidak meminta harta dan bayaran kepadamu sebagai upah atas tabligh dan dakwahku kepadamu, karena itu bisa menjadi sebab penolakanmu, balasanku hanyalah pada Allah. “ Al-Qur’an itu tiada lain hanyalah peringatan untuk segala umat.” Dengan al-Qur’an mereka ingat apa yang berguna bagi mereka lalu mereka melakukannya, sedangkan yang membahayakan mereka, maka mereka menjauhinya, dengannya mereka ingat pengetahuan tentang Tuhan mereka dengan nama-nama dan sifat-sifatNya, dengannya mereka ingat akhlak-akhlak yang terpuji dan sarana-sarana yang mengantarkan kepadanya dan akhlak-akhlak yang tercela dan sarana-sarana yang mengantarkan kepadanya, dan ai adalah peringatan bagi seluruh alam. Itu adalah nikmat terbesar bagi mereka, maka mereka harus menerima dan mensyukurinya.