Surah Al-Ghasyiyah : Ayat 9
لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ

"merasa senang karena usahanya,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka merasa senang dan puas karena usahanya sendiri di dunia. Mereka beriman, beramal saleh, dan bermanfaat bagi orang lain. Hidup mereka penuh nilai ibadah. Usaha mereka ini tidak akan sia-sia. 10. Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga yang tinggi, istana yang sangat indah, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dengan jenis air yang bermacam-macam.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 8-16 Setelah menyebutkan keadaan orang-orang yang celaka, kemudian mengiringinya dengan menyeburkan orang-orang yang berbahagia; jadi Allah SWT berfirman: (Banyak muka pada hari itu) yaitu pada hari kiamat (berseri-seri) yaitu, diketahui kenikmatan di dalamnya, dan sesungguhnya hal itu diperoleh berkat usaha mereka. Firman Allah SWT (dalam surga yang tinggi (10)) yaitu yang tinggi dan indah (dan mereka aman di tempat-tempat yang tinggi) (Surah Saba’: 37) dan (tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna (11)) yaitu di surga tidak mendengar kata-kata yang sia-sia, Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang tidak berguna, kecuali (ucapan) salam) (Surah Maryam: 62) dan (yang isinya tidak (menimbulkan) ucapan sia-sia ataupun perbuatan dosa) (Surah Ath-Thur: 23) serta (Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa (25) tetapi mereka mendengar ucapan salam (26)) (Surah Al-Waqi’ah) (Di dalamnya ada mata air yang mengalir (12)) yaitu, yang mengalir. Ini merupakan isim nakirah dalam konteks itsbat, dan makna yang dimaksud bukanlah satu mata air, melainkan ini adalah isim jenis yang artinya di dalamnya terdapat banyak mata air yang mengalir. (Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan (13)) yaitu tinggi, empuk, banyak hamparannya dan tebal-tebal, di atasnya terdapat banyak bidadari bermata jeli. Mereka berkata bahwa ketika kekasih Allah hendak duduk di atas tahta yang tinggi-tinggi itu, maka tahta-tahta itu merendah kepadaNya. (dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya) (14)) yaitu gelas-gelas yang disediakan bagi para pemiliknya yang hendak minum dengannya. (dan bantal-bantal sandaran yang tersusun (15)) Ibnu Abbas berkata bahwa makna yang dimaksud adalah bantal-bantal; Demikian juga dikatakan Qatadah. Firman Allah SWT (dan permadani-permadani yang terhampar (16)) yaitu permadani-permadani yang dihamparkan. Demikian juga dikatakan banyak ulama’. Makna kata “mabtsutsah” adalah yang digelar di sini dan di sana bagi orang yang hendak duduk di mana pun yang dia kehendaki.
Tafsir As-Sa'di
8-16. Sedangkan ahli kebajikan, wajah-wajah mereka pada Hari Kiamat, “berseri-seri,” yakni karena indahnya kenikmatan yang mereka dapatkan, maka raga mereka berseri dan wajah-wajah mereka berbinar dan amat gembira “karena usahanya,” yang dilakukan di dunia berupa amal baik dan kebajikan terhadap hamba-hamba Allah, “Ia merasa senang,” karena mendapatkan pahalanya yang disimpan ternyata berlipat ganda, sehingga terpujilah kesudahan amalnya dan tercapailah segala sesuatu yang diharapkan. Hal itu karena balasan amal baiknya berada “dalam surga,” yang mencakup berbagai macam kenikmatan secara keseluruhan, “yang tinggi,” tempat dan kedudukannya. Kedudukannya berada di tingkatan paling atas dan tempat nya adalah kediaman-kediaman tinggi yang memiliki berbagai kamar. Di atas kamar terdapat kamar lain, dari kamar itu terlihat kemuliaan yang disediakan oleh Allah untuk mereka. (Dalam ayat lain) “Buah-buahannya dekat.” (Al-Haqqah: 23), yakni banyak buah-buahan lezat yang mengeluarkan buah-buahan indah dan mudah dipetik sekira penghuni surga bisa memetiknya dalam berbagai kondisi mereka. Tidak perlu memanjat dan buahnya pun tidak sulit dipetik. “Tidak kamu dengar di dalamnya,” yakni, di dalam surga, “perkataan yang tidak berguna,” yakni kata-kata tidak bermanfaat dan batil, apalagi kata-kata yang diharamkan. Perkataan para penghuni surga adalah kata-kata indah dan berguna yang mencakup dzikir mengingat Allah, menyebut nikmat Allah yang amat banyak. Menggunakan etika baik di antara sesama penghuni surga yang menggembirakan hati dan melapangkan dada. “Di dalamnya ada mata air yang mengalir.” Ini adalah isim jenis (kata umum). Yaitu di dalam surga terdapat berbagai mata air yang dipancarkan oleh penghuni surga dan mereka gunakan sebagaimana yang mereka kehendaki dan dialirkan kemanapun yang mereka inginkan. “Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan.” Yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi dari segi dzatnya dengan berbagai permadani halus dan lembut. “Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya),” yakni gelas-gelas yang berisi penuh dengan berbagai jenis minuman lezat diletakkan di hadapan mereka, disediakan untuk mereka, dan tunduk dibawah kehendak serta pilihan mereka. Anak-anak kecil yang kekal mengelilingi mereka. “Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,” yakni bantal-bantal yang terbuat dari sutra tebal dan sutra tipis serta dari bahan lain yang hanya diketahui oleh Allah. Bantal-bantal itu disusun untuk diduduki dan dijadikan sandaran. Para penghuni surga tidak perlu meletakkan dan menatanya. “Dan permadani-permadani yang terhampar,” adalah permadani indah yang terhampar. Yaitu, permadani-permadani itu memenuhi tempat duduk mereka dari segala penjuru.
Tafsir Al-Wajiz
8-9. Namun pada hari itu, juga banyak wajah yang berseri-seri dan bersuka cita. Mereka ridlo atas amal kebaikan mereka semasa di dunia, mereka adalah golongan orang yang senantiasa taat

Sumber tafsir dari tafsirweb.com