Surah Al-Mulk : Ayat 9
قَالُوا۟ بَلَىٰ قَدْ جَآءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِى ضَلَٰلٍ كَبِيرٍ

"Mereka menjawab: “Benar ada”, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: “Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Pertanyaan para penjaga neraka tersebut dijawab dengan jujur oleh para pendurhaka itu. Mereka menjawab, ?Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, menyampaikan tentang adanya azab Allah, tetapi kami mendustakannya dan kami katakan, 'Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun kepadamu, kamu wahai orang yang meng-ku sebagai utusan Allah, sebenarnya di dalam kesesatan yang besar.'?10-11. Dan mereka orang-orang yang tersiksa di neraka itu berkata, ?Sekiranya dahulu kami mendengarkan dengan sungguh-sungguh atau memikirkan dengan serius peringatan itu tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala yang azabnya sungguh tidak terbayang oleh kami.? Maka dengan ucapan itu mereka mengakui dosanya. Namun itu pengakuan yang tidak berguna. Tetapi kebinasaanlah yaitu jauhlah dari rahmat Allah bagi penghuni neraka yang menyala-nyala itu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 6-11 Allah SWT berfirman: (Dan) Kami sediakan bagi (bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali) yaitu seburuk-buruk tempat kembali (Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan) Ibnu Jarir berkata bahwa makna yang dimaksud adalah jeritan. (sedangkan neraka itu menggelegak) Ats-Tsauri berkata bahwa neraka itu mendidih membakar mereka, sebagaimana sedikit biji-bijian dalam air yang banyak. Firman Allah: (hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah) yaitu hampir-hampir neraka itu sebagian darinya terpisah dengan sebagian lainnya karena kemarahan dan dendamnya yang dahsyat terhadap mereka (Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir) penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?" (8) Mereka menjawab, "Benar ada," sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, "Allah tidak menurunkan sesuatu pun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar” (9)) Allah SWT menyebutkan tentang keadilan yang Dia tetapkan terhadap makhlukNya, bahwa Dia tidak mengazab seseorang melainkan setelah menegakkan alasan terhadapnya dan mengutus seorang rasul kepadanya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (dan Kami tidak mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul) (Surah Al-Isra: 15) Demikian pula mereka menyalahkan diri mereka sendiri dan menyesali perbuatannya, di saat tidak ada gunanya lagi penyesalan bagi mereka. Mereka berkata: (Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala) yaitu sekiranya dahulu kami menggunakan akal kami dengan sebenarnya atau mendengarkan kebenaran yang diturunkan Allah, niscaya kami tidak akan terjerumus ke dalam kekafiran kepada Allah dan tidak teperdaya oleh kekafiran. Akan tetapi, kami tidak menggunakan pemahaman untuk menyadari apa yang disampaikan para rasul, dan tidak pula kami menggunakan akal yang memberi petunjuk kepada kami untuk mengikuti para rasul. Maka Allah SWT berfirman: (Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala (11))
Tafsir As-Sa'di
9. “Mereka menjawab, ‘Benar ada, sungguh telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan (nya) dan kami katakan,’Allah tidak menurunkan sesuatu pun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar’.” Mereka menyatukan antara kedustaan yang bersifat khusus dan kedustaan yang bersifat umum terhadap apa pun yang diturunkan Allah. Tidak cukup sampai disitu, mereka pun mengumandangkan kesesatan para rasul yang memberi peringatan, padahal mereka adalah para pemberi petunjuk yang mendapatkan petunjuk. Mereka tidak hanya sesat, tapi mereka juga membesar-besarkan kesesatan. Lantas pembangkangan, kesombongan serta kezhaliman mana lagi yang bisa menandingi tindakan orang-orang kafir ini?
Tafsir Al-Wajiz
9. Mereka menjawab: “Tentu saja Rasulallah, Muhammad mendatangi kami untuk memperingatkan tentang azab Allah, namun kami mendustakannya dan kami berkata kepadanya: “Allah tidak menurunkan apapun kepadamu. Kalian para Rasul bukanlah apa-apa kecuali sangat jauh dari kebenaran dan kebajikan”. Min adalah huruf yang berfungsi untuk menjelaskan keutuhan negasi kata setelahnya

Sumber tafsir dari tafsirweb.com