Surah Al-Ahqaf : Ayat 9
قُلْ مَا كُنتُ بِدْعًا مِّنَ ٱلرُّسُلِ وَمَآ أَدْرِى مَا يُفْعَلُ بِى وَلَا بِكُمْ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ وَمَآ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٌ مُّبِينٌ

"Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Terhadap tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh orang-orang musyrik itu Allah memerintahkan kepada nabi agar memberikan jawaban kepada mereka. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, 'aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul yang diutus untuk menjelaskan wahyu Allah kepada umat manusia, dan aku tidak tahu apa yang akan diperbuat terhadapku di dunia dan apa yang akan diperbuat terhadapmu, apakah akan menimpakan azab kepadamu atau menunda sampai datangnya hari kiamat. Aku hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku, yakni Al-Qur'an, dan aku hanyalah pemberi peringatan kepada umat manusia dari azab Allah dan yang menjelaskan ajaran-ajaran-Nya yang harus dipatuhi agar mereka selamat dari azab itu. 10. Lebih lanjut Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad agar mengatakan kepada orang-orang musyrik itu 'terangkanlah kepadaku, bagaimana pendapatmu jika sebenarnya Al-Qur'an yang kusampaikan kepadamu ini datang dari Allah, dan kamu mengingkarinya dengan menuduh bahwa aku telah mengada-adakannya, padahal ada seorang saksi dari bani israil yang mengakui kebenaran yang serupa dengan yang disebut dalam Al-Qur'an, yakni wahyu Allah yang disebut dalam kitab taurat dan kitab-kitab sebelumnya yang mengajarkan tentang tauhid, hari akhir dan ajaran-ajaran lainnya yang serupa dengan ajaran Al-Qur'an lalu dia beriman kepada apa yang tertulis di dalamnya, sedangkan kamu menyombongkan diri, tidak percaya kepada ajaran serupa itu yang terdapat di dalam kitab suci Al-Qur'an. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim, disebabkan keengganan mereka untuk menerima petunjuk-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 7-9 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang musyrik dalam kekafiran dan keingkaran mereka, bahwa apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah yang jelas yaitu yang jelas, terang, dan gamblang, mereka berkata: (Ini adalah sihir yang nyata) yaitu sihir yang jelas, padahal mereka dusta, mengada-ada, tersesat, dan kafir (Bahkan mereka mengatakan, "Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al-Qur'an)”) yang mereka maksud adalah nabi Muhammad SAW. Maka Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikit pun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu) yaitu seandainya aku berdusta terhadapNya dan mengaku bahwa Dia telah mengutusku, padahal tidak demikian, maka Dia menghukumku dengan hukuman yang paling keras. Dan tidak ada seorang penduduk bumi pun, tidak pula kalian atau selain kalian yang dapat melindungiku dari azabNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Katakanlah, “Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorang pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya” (22) Akan tetapi, (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya) (Surah Al-Jin: 22-23) Allah SWT berfirman: (Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami (44) niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya (45) Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya (46) Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu (47)) (Surah Al-Haqqah) Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (Katakanlah, "Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikit pun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu. Dia lebih mengetahui apa-apa yang kamu percakapkan tentang Al-Qur’an itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antara aku dan kamu)) Ini merupakan ancaman, peringatan tegas Firman Allah (Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) yaitu anjuran bagi mereka untuk bertaubat dan kembali, yaitu sekalipun dengan demikian itu, jika kalian kembali dan bertaubat kepadaNya maka Dia menerima taubat, memaafkan, mengampuni dan merahmati kalian. Ini sebagaimana firmanNya dalam surah Al-Furqan: (Dan mereka berkata, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu diminta supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang” (5) Katakanlah "Al-Qur'an itu diturunkan oleh (Allah) Yang Mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (6)) Firman Allah: (Katakanlah, "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul”) yaitu aku ini bukanlah rasul yang pertama yang diutus di bumi ini bahkan telah datang para rasul sebelumku, dan bukanlah perkara yang aku sampaikan ini merupakan perkara yang belum ada pembandingnya sehingga kalian mengingkari dan menganggap mustahil pengutusanku kepada kalian, karena sesungguhnya Allah SWT mengutus para rasul sebelumku kepada umat-umat terdahulu. Ibnu Abbas, Mujahid dan Qatadah berkata tentang firmanNya­: (Katakanlah,"Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul”) yaitu, aku ini bukanlah rasul yang pertama, baik Ibnu Jarir maupun Ibnu Abu Hatim tidak meriwayatkannya selain pendapat ini. Firman Allah: (dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang ayat ini, bahwa ayat ini diturunkan sebelum firmanNya: (supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang) (Surah Al-Fath: 2) Demikian juga dikatakan Qatadah bahwa ayat ini dinasakh oleh firmanNya SWT: (supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang) Mereka mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, seseorang dari kalangan orang-orang muslim berkata,"Wahai Rasulullah, ini merupakan penjelasan dari Allah SWT tentang apa yang akan Dia lakukan terhadapmu, lalu apakah yang akan Dia lakukan terhadap kami?" Maka Allah SWT menurunkan firmanNya: (Supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai) (Surah Al-Fath: 5) Demikianlah pendapat yang dia katakan, tetapi yang disebutkan dalam hadits shahih bahwa orang-orang mukmin berkata, "Selamat untukmu, wahai Rasulullah, lalu apakah yang untuk kami?" Maka Allah SWT menurunkan ayat ini. Firman Allah: (Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku) yaitu sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diturunkan Allah kepadaku, berupa wahyu (dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan) yaitu jelasnya peringatan, dan perintahku tampak jelas bagi orang yang memiliki akal sehat
Tafsir As-Sa'di
9. “Katakanlah, ‘Aku bukanlah Rasul yang pertama di antara rasul-rasul’.” Artinya, aku bukanlah rasul pertama yang datang kepada kalian sehingga kalian merasa aneh dengan risalah yang aku bawa dan kalian mengingkari seruanku. Telah berlalu para rasul dan nabi yang seruanku dan seruan mereka adalah sama, lantas kerena apa kalian mengingkari ajakanku? “Dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu.” Artinya, aku hanya manusia biasa, aku tida berkuasa sama sekalia terhadap urusanku, hanya Allah subhanahu wata’ala yang mengaturku dan kalian, Dia-lah yang mengutuskan perkaraku dan perkara kalian, aku sama sekali tida membawa risalah dari diriku. “Dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang memeberi penjelasan.” Jika kalian menerima risalahku dan merespon seruanku, maka itulah bagian kalian di dunia dan akhirat, namun jika kalian menolak risalah dan ajakanku, maka hisab kalian ada dalam Kekuasaan Allah subhanahu wata’ala, aku telah menyampaikan peringatan kepada kalian, dan barang siapa yang telah memberi paringatan, maka telah memiliki alasan.
Tafsir Al-Wajiz
9. Katakanlah wahai Rasul: “Aku bukanlah utusan seorang diri, aku bukan satu-satunya utusan, ada rasul-rasul yang telah diutus sebelumku. Aku tidak tahu apa yang akan Allah berlakukan padaku di dunia. Entah aku tetap berada di Makkah, atau dipindah, atau bahkan terbunuh. Aku juga tidak tahu tentang nasib kalian, apakah akan dihukum oleh Allah atau dibiarkan. Aku hanya mengikuti apa yang telah Allah wahyukan kepadaku yaitu Alquran. Aku tidak membuat sesuatu yang baru. Aku hanya sebagai pemberi peringatan kepadamu atas azab Allah dengan sejelas-jelasnya peringatan. Namun kalian tetap dalam kekafiran. In dalam ayat ini pada lafadz in attabi’u adalah huruf yang berfungsi meniadakan / nafi yang bermakna aku tidak mengikuti

Sumber tafsir dari tafsirweb.com