Surah Asy-Syura : Ayat 9
أَمِ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ ۖ فَٱللَّهُ هُوَ ٱلْوَلِىُّ وَهُوَ يُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
"Atau patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Allah? Maka Allah, Dialah pelindung (yang sebenarnya) dan Dia menghidupkan orang-orang yang mati, dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Tafsir Ringkas Kemenag
Atau apakah mereka mengambil pelindung-pelindung yang mereka sembah selain dia, yang dapat melindungi dan menolong mereka dari azab-Nya dan siksaan api neraka' padahal Allah, dialah satu-satunya yang menjadi pelindung yang sebenarnya. Dan dia, satu-satunya yang menghidupkan orang yang mati, dan dia pula yang mahakuasa atas segala sesuatu. 10. Allah menyatakan kepada seluruh manusia, 'dan apa pun yang kamu perselisihkan padanya tentang sesuatu, termasuk di dalamnya tentang terjadinya kiamat itu, keputusannya terserah kepada Allah karena yang mengetahui tentang semua itu hanyalah dia. Lalu Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad untuk menyatakan bahwa yang memiliki sifat-sifat demikian itulah Allah, yang maha esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, maha mengetahui tentang segala sesuatu, mahaagung, dan mahakuasa. Dialah tuhanku, pemelihara, pembimbing dan pelindung-ku. Kepada-Nya aku terus-menerus bertawakal dan berserah diri dan kepada-Nya aku terus-menerus kembali untuk bertobat.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 9-12 Allah SWT berfirman seraya mengingkari orang-orang musyrik karena mereka telah menjadikan tuhan-tuhan selain Allah, dan pemberitahuan bahwa hanya Dialah Pelindung yang sebenarnya, yang tidak ada penyembahan kecuali hanya kepadaNya, karena sesungguhnya Dia Maha Kuasa untuk menghidupkan orang-orang mati, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kemudian Allah SWT berfirman: (Tentang sesuatu apa pun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah) yaitu, manakala kalian berselisih dalam urusan apa pun. Hal ini mengandung makna yang mencakup segala sesuatu (maka putusannya (terserah) kepada Allah) yaitu Dialah Dzat yang akan memutuskannya melalui kitabNya dan sunnah NabiNya. sebagaimana firmanNya: (Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya)) (Surah An-Nisa: 59) (Yang demikian itu adalah Allah Tuhanku) yaitu Dzat yang memutuskan segala sesuatu (Kepada-Nyalah aku bertawakal dan kepada-Nyalah aku kembali) yaitu aku merujuk dalam semua urusan. Firman Allah: ((Dia) Pencipta langit dan bumi) yaitu Dzat yang yang menciptakan keduanya dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya (Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan) yaitu dari jenis, dan bentuk kalian sendiri sebagai karunia dan anugerah bagi kalian, baik laki-laki dan perempuan (dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula)) Dia telah menciptakan bagi kalian delapan macam pasangan binatang ternak. Firman Allah: (dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu) yaitu Dia menciptakan kalian di dalamnya, dan dengan penciptaan itu Dia terus-menerus mengembangbiakkan kalian, ada yang laki-laki dan yang perempuan, ciptaan demi ciptaan, generasi demi generasi, dan keturunan-demi keturunan, dari kalangan manusia dan binatang ternak. Al-Baghawi berkata tentang ini bahwa maknannya adalah di dalam rahim. Dikatakan bahwa itu di dalam perut. Dikatakan juga bahwa dalam hal itu terjadi penciptaan Mujahid berkata bahwa maknannya adalah generasi demi generasi, dari kalangan manusia maupun binatang ternak. Dikatakan bahwa huruf “fii” bermakna huruf “ba”, yaitu Dia mrnjadikan kalian berkembang biak. (Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia) yaitu tidak ada suatu makhluk pun yang serupa dengan Pencipta makhluk yang berpasang-pasangan itu, karena hanya Dialah Dzat yang segala sesuatu bergantung kepadaNya, yang tidak ada tandingan bagiNya. (dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat) Adapun Firman Allah: (Kepunyaan-Nyalah perbendaharaan langit dan bumi) Tafsir tentang hal ini telah disebutkan dalam surah Az-Zumar, yang kesimpulannya bahwa Dialah Dzat yang Mengatur dan yang menentukan sesuatu pada keduanya (Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (nya)) yaitu Dia meluaskan rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan menyempitkannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki. MilikNyalahKeadilan dan kebijaksanaan yang sempurna (Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu)
Tafsir As-Sa'di
9. Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah, di mana mereka loyal kepada mereka dengan menyembahnya, mereka benar-benar telah melakukan kekeliruan yang jauh, “Allah-lah Pelindung,” yang diloyalitasi oleh hambaNya dengan ibadah dan taat kepadaNya serta bertaqarrub yang mampu ia lakukan. Dan Dia mengatur hamba-hambaNya yang beriman khususnya dengan mengeluarkan mereka dari berbagai kegelapan menuju cahaya, membina mereka dengan kelembutanNya dan memberikan pertolongan kepada mereka dalam semua urusan mereka. “Dan Dia menghidupkan orang-orang yang mati, dan Dia adalah Mahakuasa atas segala sesuatu,” artinya, Dia-lah yang bertindak menghidupkan dan mematikan, terealisasi kehendak dan KuasaNya. Maka Dia lah yang berhak disembah, tiada sekutu bagiNya.
Tafsir Al-Wajiz
9. Bahkan orang-orang musyrik itu meminta pertolongan kepada selain Allah, yaitu para berhala dan semacamnya. Allah adalah penolong bagi orang-orang mukmin. Dialah Dzat yang menghidupkan orang-orang mati dengan membangkitkannya pada hari kebangkitan. Dialah yang Maha Suci lagi sempurna. KekuasaanNya mencakup segala sesuatu. Dialah Dzat yang paling layak untuk disembah, dimintai pertolongan dan dianggap sebagai Tuhan. {Am} bermakna (bal) yang berfungsi untuk berpindah dari kalimat sebelumnya kepada kalimat tentang keingkaran mereka yang meminta pertolongan kepada selain Allah SWT.