Surah Ghafir : Ayat 9
وَقِهِمُ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ وَمَن تَقِ ٱلسَّيِّـَٔاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُۥ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

"dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Permohonan para malaikat selanjutnya, 'dan ya Allah tuhan kami yang maha pemurah, peliharalah mereka dari bencana kejahatan. Dan orang-orang yang engkau pelihara mereka dari bencana kejahatan pada hari itu, maka sungguh, engkau telah menganugerahkan rahmat yang sa-ngat luas kepadanya dan demikian itulah curahan rahmat kemenangan yang teramat agung. '10. Sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir, kepada mereka pada hari kiamat itu diserukan oleh para malaikat, 'sungguh, kebencian Allah, kepadamu, wahai orang-orang yang durhaka, jauh lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri, karena ketika kamu diseru oleh rasul dan orang-orang beriman untuk beriman kepada Allah dan rasul-Nya, lalu kamu mengingkarinya dengan menolak seruan itu. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 7-9 Allah SWT memberitahukan tentang para malaikat yang didekatkan yaitu yang memikul 'Arsy yang berjumlah empat, dan para malaikat Karubiyin yang ada di sekeliling Arsy, bahwa mereka selalu bertasbih dan memuji Tuhan mereka, yaitu mereka menggabungkan antara tasbih yang maksudnya menafikan segala kekurangan dari Allah SWT dan pujian yang maksudnya mengukuhkan sifat-sifat yang terpuji bagi Allah (mereka beriman kepada-Nya) yaitu tunduk kepadaNya seraya merendahkan diri di hadapanNya, dan bahwa mereka: (memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman) dari kalangan penduduk bumi, yaitu orang-orang yang beriman kepada yang ghaib. Allah SWT menugaskan kepada para malaikat yang didekatkan agar mendoakan orang-orang mukmin dengan ghaib. Oleh karena itu mereka berkata ketika memohonkan ampun bagi orang-orang yang beriman: (Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu) yaitu rahmatMu mencakup semua dosa dan kesalahan mereka, dan ilmu­Mu meliputi semua perbuatan, ucapan, gerakan, dan diamnya mereka (maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalanMu) yaitu, maafkanlah orang-orang yang berdosa jika mereka bertaubat dan kembali kepadaMu serta menghentikan perbuatan dosanya dan mengikuti apa yang telah Engkau perintahkan kepada mereka berupa mengerjakan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran (dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala) yaitu jauhkanlah mereka dari azab neraka Jahim yaitu azab yang sangat pedih (Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka dan keturunan mereka semua) yaitu, kumpulkanlah mereka dengan orang-orang itu agar mereka senang karena berkumpul dengan keluarganya di tempat-tempat yang bersebelahan. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka) (Surah Ath-Thur: 21) yaitu Kami samakan di antara mereka dalam tempat tinggal agar hati mereka senang, tanpa Kami kurangi pahala orang yang tinggi kedudukannya dengan pahala orang yang lebih sedikit agar menjadi sama. Tetapi Kami tambahkan kepada orang yang sedikit sehingga menjadi sama dengan orang yang banyak amalnya dari kalangan mereka sebagai karunia dan kemurahan dari Kami. Firman Allah: (Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) yaitu Dzat yang tidak dapat dihalangi dan dikalahkan. Apa saja yang Dia kehendaki pasti ada, dan apa saja yang tidak Dia kehendaki pasti tidak ada. Dia Maha Bijaksana dalam semua firman dan perbuatan­Nya, yakni dalam semua syariat dan takdirNya (dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan) yaitu dari perbuatan jahat atau dari balasan kejahatan yang dia lakukan (Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu) yaitu hari kiamat (maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya) yaitu Engkau telah berbelas kasih kepadanya dan Engkau selamatkan dia dari hukuman (dan itulah kemenangan yang besar)
Tafsir As-Sa'di
9. “Dan peliharalah mereka dari keburukan pada hari itu”. Maksudnya, pada Harri Kiamat, “maka sesungguhnya telah Engkau anugrahkan rahmat kepadanya”, sebab rahmatMu terus tercurah kepada manusia, tidak ada yang bisa menghalanginya kecuali dosa mereka dan amal perbuatan buruk mereka. Maka siapa saja yang Engkau pelihara dari keburukan dan Engkau bimbing ia untuk beramal kebajikan dan memperoleh pahala yang sangat besar. “dan itulah” yakni, hilangnya hal-hal yang membahayakan karena dipelihara dari keburukan-keburukan dan kaena tercapainya rahmat itu, “adalah kemenangan yang besar” yang tidak ada kemenangan yang sebanding dengannya dan tidak ada pula yang diperlombakan oleh manusia yang lebih baik darinya. Doa para malaikat di atas mengandung dalil sempurrna nya pengetahuan mereka tentang Tuhannya, juga (diisyaratkannya) betawasul kepada Allah dengan nama-namaNya yang indah yang Dia suka kalau hamba-hambaNya bertawasul kepadaNya dengan nama-nama tesebut dan memohon dengan apa-apa yang sangat pantas untuk dijadikan doa kepadaNya. Oleh karena doa mereka demi tercapainya rahmat dan dihapusnya dosa segala bekas dosa yang telah dikerjakan oleh jiwa manusia yang telah diketahui oleh Allah kelemahan dan akibatnya karena kemaksiatan-kemaksiatan yang telah dilakukannya, dan prinsip-prinsip serta sebab-sebab lainnya yang semua itu telah diketahui Allah, maka para malaikat bertawasul dengan a-rohim dan al-‘alim. Doa diatas juga mengandung makna kesempurnaan etika terhadap Allah, di mana mereka mengikrarkan rububiyyahNya terhadap mereka dengan rububiyyah yang umum dan yang khusus, dan ikar mereka bahwa mereka sama sekali tidak memiliki kewenangan sedikitpun. Doa yang mereka lakukan kepada Allah itu benar-benar hanya berasal dari hamba yang faqir dari segala sisinya, tidak pernah berjasa sedikitpun kepada Rabb, melainkan semua itu adalah murni merupakan karunia Allah, kemurahan dan kebaikanNya. Dan ia juga mengandung makna sikap sempurna mereka yang selalu sejalan dengan kehendak Allah, yaitu mencintai amal perbuatan apa saja yang dicintaiNya, yang sebenarnya iada adalah berupa amal ibadah yang mereka lakukan. Dan mereka bersungguh-sungguh seperti kesungguhan orang yang mencintai, dan dari para pengabdi yang mana mereka adalah orang-orang Mukmin yang dicintai Allah di antara makhlukNya. Semua makhluk yang mukallaf itu diberrnci oleh Allah kecuali orang-orang yang beriman diantara mereka. Dan di antarar bentuk-bentuk kecintaan para malaikat kepada mereka adalah mereka berdoa kepada Allah dan berusaha keras untuk kebaikan kondisi mereka. Sebab doa bagi seseorang adalah merupakan bukti yang paling tinggi kecintaan, ia tidak akan berdoa kecuali untuk orang yang dicintainya. Dan juga mengandung makna tentang apa yang Allah uraikan dan rincikan dari doa mereka setelah firmanNya, “mereka memintakan ampunan bagi orang-orang yang beriman.” Yaitu peringatan yang sangat lembut tentang bagaimana mentadaburi kitabNya, dan seharusnya orang yang menghayati tidak berhenti hanya sekedar pada lafaznya saja, melainkan semestinya ia menghayati makna yang terkandung di dalam lafaznya. Lalu apabila ia telah memahaminya dengan pemahaman yang benar sebagaimana mestinya, maka ia mencermati dengan akal pikirannya kepada perintah dan kepada metode-metode yang dapat mengantarkan kepadanya, kepada apa-apa yang tidak akan bisa tercapai kecualidengannya, dan kepada apa-apa yang menjadi sandarannya, lalu memastikan bahwa itulah yang Allah kehendaki, dan sebagaimana Dia pastikan bahwa Dia menghendaki makna khusus yang dikandung oleh lafaz itu. Dan yang wajib dipastikan bahwa Allah menghendakinya adalah dua hal : Pertama, pengetahuan dan keyakinannya bahwasanya makna tersebut bagian dari makna lafaz dan yang dimaksud. Kedua, pengetahuannya bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, dan bahwa Allah memerintahkan hamba-hambaNya untuk mengjayati makna-makna kitabNya. Dia-lah yang memberi informasi bahwa kitabNya itu adalah petunjuk, cahaya, dan penjelasan bagi segala sesuatu, dan ia adalah ungkapan (pekataan) yang paling fasih dan paling jelas. Maka dengan demikian seseorang akan memperoleh ilmu yang sangat agung dan kebaikan yang berlimpah sesuai dengan bimbingan Allah kepadanya. Dan dalam tafsir kami ini terdapat hal-hal seperti ini yang sangat banyak sekali, Allah telah mengarruniakan kepada kami, yang kadang-kadang pada sebagian ayat tidak tampak bagi orang yang tidak merenungkan akan kebenaran makna tersebut. Kami memohon kepada Allah, semoga Dia berrkenan membukakan kepada kami sebagian dari pembendaharaaan rahmatNya yang menjadi sebab bagi kebaikan kondisi kami dan kondisi kaum muslimin. Kami tidak memiliki selain ketergantungan kepada kemurahanNya dan bertawasul dengan kebaikanNya yang terus kamim panjatkan setiap saat dan setiap waktu. Dan kami memohon kepadaNya sebagian dai karuniaNya untuk memelihara kami dari kejahatan jiwa kami yang selalu menjadi penghalang dan rintangan untuk meperoleh rahmatNya. Suseungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha pemberi, yang telah mengaruniakan segala sebab-sebab dan faktir-faktornya. Dan doa itu juga mengandung makna bahwa pendamping, yaitu istri, anak dan sahabat akan merasakan kebahagiaan dengan teman karibnya, dan bahkan hubungannya dengannya menjadi sebab bagi kebaikan yang ia raih di luar amalannya dan menjadi sebab amalannya, sebagaimana para malaikat mendoakan orang-orang yang mukmin dan orang-orang yang sholih dari bapak-bapak mereka, istri-istri, dan anak keturunan mereka. Jadi, harus ada keshalihan mereka, sebab Allah berfirman, “dan orang-orang sholih”, barulah yang demikian itu merupakan hasil dai amal mereka. Wallohu A’lam.
Tafsir Al-Wajiz
9. Selamatkanlah mereka dari bencana dunia dan akhirat. Ini adalah doa/ungkapan dzikrul am ba’dal khos yaitu penyebutan secara umum kemudian diikuti penyebutan secara khusus, adapun yang dimaksud adalah azab neraka Jahim. Agar Engkau mengampuni mereka dan tidak sedikitpun mengazab mereka. Perlindungan dari keburukan bermakna agar Allah menyelamatkan mereka dari balasan dari keburukan pada hari kiamat. Sehingga Engkau telah menyelamatkan dan mengasihi mereka dari belenggu azab-Mu. Itulah keberuntungan yang besar, tidak ada yang melebihi keberuntungan itu yaitu keridhoan Allah dan surga Allah

Sumber tafsir dari tafsirweb.com