Surah Saba : Ayat 9
أَفَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَىٰ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۚ إِن نَّشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ ٱلْأَرْضَ أَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّكُلِّ عَبْدٍ مُّنِيبٍ
"Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Menampik tuduhan keji orang kafir itu Allah berfirman, 'maka apakah mereka tidak memperhatikan langit yang tinggi dan hamparan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka' semua berada dalam kekuasaan kami. Jika kami menghendaki, niscaya kami benamkan mereka di bumi sebagaimana kami telah membenamkan qarun, atau kami jatuhkan kepada mereka kepingan-kepingan dari langit, yakni pecahan benda-benda angkasa. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kekuasaan Allah bagi setiap hamba yang kembali, yakni memohon ampun kepada-Nya. '10-11. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasaan-Nya di alam semesta yang diharapkan dapat meningkatkan keimanan manusia, pada ayat ini Allah menyebutkan anugerah-Nya kepada salah seorang hamba yang taat, nabi daud. Dan sungguh, telah kami berikan kepada daud karunia yang besar dari kami. Kami berfirman, 'wahai gunung-gunung dan burung-burung! bertasbihlah berulang-ulang bersama daud. ' dan selain anugerah itu, kami juga telah melunakkan besi untuknya seperti lilin agar bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Lalu kami perintahkan, 'buatlah baju besi yang besar-besar dan ukur-lah anyamannya agar nyaman dipakai dan menjadi perisai bagi pemakainya. ' dan sebagai bentuk syukur atas anugerah itu kami berfirman kepadanya, 'kerjakanlah kebajikan. Sungguh, aku maha melihat apa yang kamu kerjakan. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 7-9 Ini merupakan pemberitahuan Allah SWT tentang ketidakpercayaan orang-orang kafir dan yang tidak mempercayai Tuhan terhadap terjadinya hari kiamat, dan olok-olok mereka terhadap Rasulallah SAW dalam menyampaikan hal itu: (Dan orang-orang kafir berkata (kepada teman-temannya), "Maukah kamu kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki yang memberitakan kepadamu, bahwa apabila badanmu telah hancur sehancur-hancurnya”) yaitu tubuh kalian hancur di dalam bumi dan telah lenyap dan bercerai-berai (sesungguhnya kamu benar-benar) yaitu setelah keadaan ini (dalam ciptaan yang baru?) yaitu kalian kembali dalam keadaan hidup dan diberi rezeki setelah itu. Dan dia dalam pemberitahuannya ini bahwa hari kebangkitan tidak terlepas dari dua bagian. Adakalanya dia sengaja membuat-buat kedustaan terhadap Allah, bahwa Allah telah mewahyukan kepadanya tentang hal itu, atau adakalanya dia tidak sengaja, tetapi dia mengalami gangguan sebagaimana gangguan yang dialami orang cacat mental atau gila. Oleh karena itu mereka berkata (Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah ataukah ada padanya penyakit gila?) Maka Allah SWT berfirman seraya menyanggah mereka: ((Tidak), tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh) yaitu perkaranya tidak seperti yang mereka sangka dan tidak seperti yang mereka tuduhkan, tetapi Nabi Muhammad SAW itu orang yang benar, baik, memberi petunjuk yang datang membawa kebenaran, sedangkan orang-orang yang berdusta dan bodoh adalah mereka sendiri (dalam siksaan) yaitu kekufuran yang menjerumuskan mereka kepada azab Allah SWT, (dan kesesatan yang jauh) dari kebenaran di dunia. Kemudian Allah SWT berfirman mengingatkan kepada mereka tentang kekuasaanNya yang mampu menciptakan langit dan bumi. Jadi Allah SWT berfirman: (Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka?) yaitu ke manapun mereka menghadap dan mereka pergi, lalu langit tetap menaungi mereka dan bumi berada di bawah mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa (47) Dan bumi itu Kami hamparkan; maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami) (48)) (Surah Adz-Dzariyat) Diriwayatkan dari Qatadah tentang firmanNya: (Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka?) dia berkata, sesungguhnya jika kamu melihat ke arah kanan atau arah kirimu, atau memandang ke depan atau ke belakangmu, maka kamu melihat langit dan bumi. Firman Allah SWT: (Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit) yaitu seandainya Kami menghendaki, maka Kami melakukan hal itu terhadap mereka karena kezaliman mereka dan kekuasaan Kami atas mereka. Tetapi Kami menangguhkan hal itu karena kelembutan dan sifat pemaaf Kami. Kemudian Allah berfirman: (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya)) Ma'mar meriwayatkan dari Qatadah, makna (munib) adalah bertaubat. Syaiban meriwayatkan dari Qatadah bahwa al-munib adalah kembali kepada Allah SWT. yaitu, sesungguhnya setiap hamba yang pandai dan kembali Allah jika memperhatikan penciptaan langit dan bumi, maka benar-benar terdapat dalil yang menunjukkan atas kekuasaan Allah SWT yang dapat membangkitkan jasad-jasad, dan terjadinya hari kebangkitan, karena sesungguhnya Dzat yang mampu menciptakan langit yang tinggi dan luas, dan yang menciptakan bumi yang terhampar, benar-benar mampu mengembalikan tubuh dan tulang yang telah bercerai-berai menjadi satu, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa) (Surah Yasin: 81)
Tafsir As-Sa'di
9. Kemudian Allah mengaitkan mereka kepada dalik aqli (rasio) yang membuktikan tidak adanya kemustahilan bagi “kebangkitan” yang mereka anggap mustahil. Dan sesungguhnya kalau saja mereka mau memperhatikan kepada apa yang ada di langit dan bumi, kemudian mereka melihat sebagian dari kekuasaan Allah di dalamnya yang mencengangkan akal, dan sebagian dari keagungan yang membuat para ilmuan terperangah, dan bahwa sesungguhnya penciptaan keduanya dan segala apa yang ada di dalamnya berupa berbagai macam makhluk itu jauh lebih besar daripada sekedar menghidupkan kembali manusia dari dalam kubur sesudah kematian mereka, maka apa gerangan yang mendorong mereka melakukan pendustaan itu, padahal mereka meyakini apa yang lebih agung daripadanya? Ya, memang itu adalah berita ghaib, hingga sekarang mereka belum menyaksikannya, maka dari itu mereka mendustakannya. Allah berfirman, “Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit,” maksudnya, sebagai azab. Sebab langit dan bumi berada di bawah kendali Kami. Maka jika Kami memerintah keduanya, niscaya keduanya tidak akan mendurhakai perintah Kami, maka waspadalah atas sikap kalian yang terus melakukan pendustaan, karena kami akan menghukum kalian dengan hukuman (siksaan) yang paling berat. “Sesungguhnya pada yang demikian itu,” maksudnya, pada penciptaan langit dan bumi serta apa-apa yang ada pada keduanya berupa berbagai macam makhluk, “benar-benar terdapat tanda bagi setiap hamba yang kembali.” Semakin besar inabah seorang hamba kepada Allah, maka semakin besar pula pelajaran-pelajaran yang dia dapat dari ayat-ayat itu. Sebab orang yang kembali (berinabah) kepada Allah itu tulus menghadap pada Rabbnya, keinginan dan kemaunnya sudah terfokus kepada Rabbnya, dan dia selalu kembali kepadaNya dalam setiap urusan-urusannya, sehingga dia menjadi dekat kepada Rabbnya, dia sama sekali tidak mempunyai keinginan keculai sibuk mencari keridhaanNya. Maka pengamatannya terhadap semua makhluk (ciptaan) adalah pengamatan yang penuh perenungan dan pelajaran, bukan penglihatan kelalaian yang tidak bermanfaat.
Tafsir Al-Wajiz
9. Apakah mereka tidak melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di sekeliling mereka yaitu langit dan bumi? Apakah mereka tidak menggunakannya untuk bertafakur/mengira-ngira keagungan kekuasaan Kami? Jika Kami mau Kami bisa membenamkan/melenyapkan bumi layaknya Qarun. Atau akan Kami hujani mereka potongan-potongan dari langit sehingga Kami bisa membinasakan mereka. Itu semua adalah sebagai bukti atas kekuasaan Kami bahwa Kami mampu untuk membangkitkan setiap hamba yang kembali kepada Tuhannya dengan bertaubat, sehingga melakukan ketaatan. Maknanya, bahwa semua bukti itu untuk menunjukkan bahwa Allah Kuasa untuk membangkitkan manusia kembali, atau Kuasa untuk lainnya