Surah Al-Ahzab : Ayat 9
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَآءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا
"Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Ayat ini menginformasikan pertolongan Allah kepada kaum mukmin pada perang khandak. Wahai orang-orang yang beriman! ingatlah akan nikmat Allah yang telah dia karuniakan kepadamu ketika bala tentara dari kaum musyrik dan yahudi bani quraizah datang kepadamu, lalu kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat terlihat olehmu, yaitu para malaikat yang memorak-porandakan barisan mereka. Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan dan akan memberi balasan yang setimpal atasnya. 10. Wahai kaum mukmin, Allah mengirim para malaikat untuk mendukungmu pada perang khandak, yaitu ketika mereka, yakni tentara musyrik, datang kepadamu dari atas, yaitu dari timur, dan tentara yahudi bani quraizah datang dari bawahmu, yaitu dari barat, dan ketika penglihatan-Mu terpana oleh besarnya pasukan mereka dan hal itu menimbulkan rasa takut yang hebat sehingga hatimu menyesak sampai ke tenggorokan, dan bahkan sebagian dari kamu terjangkiti sifat munafik sehingga berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah seakan dia tidak mampu memenangkan pasukan mukmin atas pasukan kafir.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 9-10 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kenikmatan, karunia, dan kebaikanNya kepada para hambaNya yang beriman dalam mengusir dan mengalahkan musuh-musuh mereka yang telah bersekutu melawan mereka. Hal itu pada tahun perang Khandaq. Hal itu terjadi pada bulan Syawal tahun lima Hijriyah, menurut pendapat yang shahih dan terkenal. Musa bin Uqbah dan lainnya berkata, perang ini terjadi pada tahun keempat Hijriyah. Firman Allah: (dan tentara yang kamu tidak dapat melihatnya) Mereka adalah para malaikat yang mengguncangkan mereka dan melemparkan ke dalam hati mereka ketakutan dan kengerian, sehingga setiap pemimpin kabilah berkata, "Wahai Bani Fulan, berkumpullah ke dekatku" lalu mereka berkumpul dan ia mengatakan,"Tolong, tolong" karena Allah SWT melemparkan ketakutan ke dalam hati mereka Firman Allah SWT: ((Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas) yaitu golongan yang bersekut itu (dan dari bawahmu). Telah disebutkan dari Hudzaifah bahwa mereka adalah Bani Quraizhah (dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan) karena rasa takut sangat dahsyat dan gentar (dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka) Ibnu Jarir berkata bahwa sebagian orang yang bersama Rasulullah SAW ada yang menyangka bahwa kekalahan orang-orang mukmin dan Allah akan melakukan hal itu.
Tafsir As-Sa'di
9-11. Allah mengingatkan hamba-hambaNya yang beriman tentang nikmatNya kepada mereka dan mendorong mereka untuk mensyukurinya, yaitu ketika bala tentara negeri Makkah dan hijaz mendatangi mereka dari atas mereka, sedangkan bala tentara negeri Nejed dari arah bawah mereka; dan mereka pun bersepakat dan saling berjanji untuk menghabisi Rasul dan para sahabat. Dan ini terjadi dalam perang Khandaq, dan mereka didukung oleh beberapa kelompok kaum Yahudi yang berada di sekitar Madinah. Mereka pun datang dengan tentara yang sangat besar dan pasukan sekutu. Rasulullah pun membuat parit mengelilingi Madinah. Maka pasukan sekutu mengepung Madinah dan nkeadaan pun makin menjadi sangat genting, hati terasa menyesak ke tenggorokan hingga prasangka buruk dari banyak orang (kaum Mukminin) telah mencapai puncaknya saat mereka melihat keadaan yang sangat menjepit dan berbagai kesengsaraan bertubi-tubi. Pengepungan terhadap kota Madinah ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan keadaannya seperti yang dijelaskan oleh Allah, “dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu), dan hatimu naik menyesak samppai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam prasangka,” maksudnya, prasangka-prasangka buruk, yaitu bahwa Allah tidak akan menolong agamaNya dan tidak akan menyempurnakan kalimatNya, “di situlah orang-orang Mukmin dijuji,” dengan cobaan yang sangat berat, “dan digoncangkan dengan goncangan yang sangat,” dengan rasa takut, rasa gelisah dan kelaparan, agar iman mereka tampak dan keyakinan mereka bertambah. Maka benar-benar tampaklah, dengan segala puji bagi Allah, keimanan dan kuatnya keyakinan mereka yang membuat mereka mengungguli umat-umat terdahulu dan yang akan datang kemudian. Dan di saat kesempitan makin hebat dan kesengsaraan makin mencekik, maka iman mereka pun menjadi ainul yaqin. "Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan". (Al-Ahzab:22). Saat itulah kemunafikan kaum munafik menjadi jelas dan apa yang mereka sembunyikan selama ini menjadi nyata, Allah berfirman,
Tafsir Al-Wajiz
9. Wahai orang-orang Mukmin, ingatlah kalian akan nikmat yang telah diberikan oleh Allah pada saat perang Khandaq pada tahun ke-5 hijriyah, ketika kalian didatangi pasukan Ahzab untuk menyerbu kota Madinah dari kaum Quraisy, Ghatafan dan kaum Yahudi, lalu Kami kirimkan kepada mereka angina topan, yang menumbangkan tenda-tenda mereka dan membalikkan periuk-periuk mereka, dan Kami kirimkan bala tentara yang tidak dapat mereka lihat yaitu Malaikat, dan pasak-pasak tercabut, dan ketakutan menyelimuti jiwa mereka. Dan Allah Maha Mengetahui, termasuk Mengetahui lubang Khandaq dan yang lainnya dengan penglihatan yang jelas. Ayat yang diturunkan ketika perang Ahzab dibawah pimpinan Abu Sufyan, sedang orang-orang munafiq mengadu kepada Nabi, dan berkata: sesungguhnya rumah-rumah kami telanjang (terbuka) sebab diporak-prandakan angin kencang, mereka berkata: lari, lari