Surah As-Sajdah : Ayat 9
ثُمَّ سَوَّىٰهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِۦ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ
"Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur."
Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah menciptakan adam dari tanah, kemudian dia menyempurnakan ciptaan-Nya secara fisik dan setelah itu meniupkan roh ciptaan-Nya ke dalam tubuh-Nya dan jadilah ia ciptaan Allah yang terbaik. Dia juga melengkapi ciptaannya dengan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati atau akal bagimu supaya kamu dapat mendengar nasihat agama, melihat tanda kebesaran Allah, dan merenungkan ciptaan-Nya, yang dengan itu semua kamu beriman dan mengesakan-Nya. Namun, sedikit sekali di antara kamu yang mau bersyukur. 10. Allah mampu menciptakan manusia dari tidak ada dan mampu pula membangkitkannya kembali. Namun, orang kafir tetap pada pendiriannya dalam mengingkari hari kebangkitan. Dan dengan nada mengejek mereka berkata, 'apakah apabila kami telah mati, hancur, dan lenyap di dalam tanah, kami akan dibangkitkan kembali dan berada dalam ciptaan yang baru, lalu kami dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan kami' jika demikian, alangkah rugi kami. ' mereka tidak mampu memahami keniscayaan hari kebangkitan karena menggunakan tolok ukur kekuatan manusia, bukan kemahakuasaan Allah yang telah menciptakan mereka dari tidak ada. Tidak hanya mengingkari kuasa-Nya, bahkan mereka pun mengingkari hari pertemuan mereka dengan tuhannya untuk menjalani hisab dan menerima balasan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 7-9 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan bahwa Dia telah menciptakan sebaik-baik, serapi-rapi, dan sebijak-bijaknya sesuatu. Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam tentang firmanNya: (Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya) dia berkata yaitu dengan sebaik-baiknya, seakan-akan menurut menjadikannya sebagai permulaan dan penutup. Kemudian Allah SWT menyebutkan tentang penciptaan langit dan bumi, kemudian Dia menyebutkan tentang penciptaan manusia. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah) yaitu, Dia menciptakan bapak manusia yaitu nabi Adam dari tanah (Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (8)) yaitu mereka berkembang biak seperti itu melalui air mani yang dikeluarkan dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan (Kemudian Dia menyempurnakannya) yaitu ketika Allah menciptakan nabi Adam dari tanah, Dia menciptakannya dengan ciptaan yang sempurna dan utuh (dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati) yaitu akal ((tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur) yaitu dengan kekuatan itu yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada kalian. Maka orang yang berbahagia adalah orang yang menggunakannya untuk menaati Tuhannya
Tafsir As-Sa'di
9. “Kemudian Dia menyempurnakannya,” dengan dagingnya, anggota-anggota tubuhnya, otot-ototnya, pembuluh-pembuluh darahnya, memperindah ciptaannya, dan menempatkan setiap anggota badan darinya pada tempat yang tidak layak untuk selain itu, “dan meniupkan ke dalamnya dari ruhNYa” dengan cara mengutus seorang malaikat, lalu dia meniupkan ruh padanya, maka dia pun menjadi hewan (Makhluk hidup) dengan izin Allah, setelah sebelumnya merupakan benda mati, “dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan,” maksudnya, Dia terus menganugerahkan kepada kalian berbagai hal yang berguna sedikit demi sedikit hingga menganugerahkan kalian pendengaran dan penglihatan, “dan hati, tetapi kamu sedikit sekali bersyukur” kepada yang telah menciptakan kalian dan memberi rupa kepada kalian.
Tafsir Al-Wajiz
9. Kemudian Allah menyusun dan menguatkannya sehingga menjadi manusia yang sempurna, dan meniupkan ruh kepadanya. Allah meniupkan ruh itu sebagai pemuliaan. Allah juga menciptakan pendengaran dan penglihatan,serta hati agar manusia bisa mendengar, melihat dan berfikir. Namun kalian hanya sedikit sekali dalam menyukuri berbagai nikmat Allah itu