Surah An-Nahl : Ayat 9
وَعَلَى ٱللَّهِ قَصْدُ ٱلسَّبِيلِ وَمِنْهَا جَآئِرٌ ۚ وَلَوْ شَآءَ لَهَدَىٰكُمْ أَجْمَعِينَ
"Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus, dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Usai menjelaskan tanda-tanda yang menunjukkan betapa dia maha pencipta dan mahakuasa, Allah lalu beralih menjelaskan bahwa dia juga maha memberi petunjuk ke jalan yang benar. Karena itu, dialah yang patut disembah, dan menjadi hak bagi Allah yang maha mengetahui dan memberi petunjuk untuk menerangkan jalan yang lurus, yakni keimanan yang harus diikuti oleh manusia untuk membawa mereka menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dan menjadi hak Allah pula untuk menerangkan bahwa di antaranya ada jalan yang menyimpang, berkelok, dan berliku, yakni kekufuran, yang harus dijauhi karena menjerumuskan manusia ke jurang kesengsaraan di dunia dan akhirat. Dan jika dia menghendaki untuk menjadikan semua manusia menempuh jalan yang lurus, maka tidak ada halangan bagi-Nya untuk melakukan hal itu karena Allah mahakuasa, dan dalam keadaan demikian tentu dia memberi petunjuk kamu semua ke jalan yang lurus tersebut. Ayat-ayat berikut menjelaskan berbagai nikmat yang Allah anugerahkan kepada manusia. Dialah yang telah menurunkan air hujan dari arah langit untuk kamu manfaatkan guna memenuhi kebutuhan kamu. Sebagiannya menjadi minuman bagi kamu dan binatang-binatang peliharaanmu, dan sebagiannya yang lain dapat kamu gunakan untuk menyirami tumbuhan, yang padanya, yaitu pada tumbuhan hijau itu, kamu menggembalakan ternakmu sehingga mereka dapat makan dan menghasilkan produk yang kamu butuhkan, seperti susu, daging, dan bulu.
Tafsir Ibnu Katsir
Setelah Allah SWT menyebutkan hewan-hewan dan apa yang digunakan di jalan yang bersifat kongkret, lalu Allah SWT mengingatkan kepada jalan agama yang bersifat maknawi. Seringkali apa yang terkandung dalam Al-Qur'an terjadi peralihan ungkapan dari perkara yang kongkret kepada hal-hal yang maknawi, dan bermanfaat sebagaimana firman Allah SWT: (Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa) (Surah Al-Baqarah: 197) dan (Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik) (Surah Al-A'raf: 26) Setelah menyebutkan banyak hewan di surah ini berupa hewan ternak dan hewan lain yang mereka kendarai sehingga dapat mengantarkan mereka kepada keperluan yang ada di dalam hati mereka. Hewan-hewan itu mengangkut barang-barang berat mereka ke banyak negeri, tempat yang jauh, dan perjalanan yang melelahkan. Allah menyebutkan jalan-jalan yang ditempuh manusia menuju Allah. Lalu Dia menjelaskan bahwa hanya kebenaran saja yang bisa mengantarkan kepada Allah. Lalu Allah SWT berfirman: (Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus) Sebagaimana Allah berfirman (dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalannya) (Surah Al-An'am: 153) Mujahid berkata tentang firmanNya: (Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus) dia berkata, yaitu jalan kebenaran menuju Allah. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus) dia berkata penjelasan itu hanya ada pada Allah, yakni petunjuk dan kesesatan. Demikian juga diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas Pendapat Mujahid di sini lebih kuat dari segi konteks ayat, karena sesungguhnya Allah SWT memberitahukan bahwa banyak jalan yang ditempuh menuju Allah, tetapi tidak dapat mengantarkan kepadaNya kecuali jalan kebenaran, yaitu jalan yang disyariatkan dan diridai oleh Allah. dan selain dari jalan itu tertutup dan amal perbuatan yang dilakukan padanya ditolak. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan di antara jalan-jalan itu ada yang bengkok) yaitu menyimpang dari jalan kebenaran. Ibnu Abbas dan lainnya berkata yaitu jalan yang beragam, pendapat dan hawa nafsu yang terpecah belah seperti orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Kemudian Allah SWT memberitahukan semua itu terjadi karena kekuasaan dan kehendakNya. Maka Allah SWT berfirman: (Dan jikalau dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar)) Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya) (Surah Yunus: 99)
Tafsir As-Sa'di
9. Setelah Allah menceritakan jalan hissi (inderawi) dan Dia telah menciptakan –bagi para hambaNya- sarana untuk menempuhnya, berupa binatang unta dan hewan tunggangan lainnya, maka Dia menyebutkan jalan maknawi (abstrak) yang akan mengantarkan kepadaNya “dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus” yaitu jalan yang lurus, yang merupakan lintasan paling pintas dan pendek, menuju kepada Allah dan ketempat kemuliaanNya. Tentang jalan yang menyimpang dari akidah dan amalannya, maka itu adalah setiap jalan yang bertentangan dengan jalan yang lurus. Jalan ini memutuskan akses menju kepada Allah menyeret ketempat kebinasaan. Orang orang yang telah meraih hidayah, menelusuri jalan yang lurus dengan izin Rabb mereka, sementara orang orang yang sesat mengalami salah jalan darinya dan berjalan di atas jalan jalan yang menyimpang. “dan jikalau Dia menghendaki tentulah Dia memberi petunjuk kamu semuanya (kepada jalan yang lurus)” akan tetapi, Dia hanya memberikan hidayah bagi sebagian manusia, sebagai bentuk pemuliaan dan pengutamaan (dariNya) dan tidak mencurahkan hidayah kepada sebagian lain lantaran terkandung unsur hikmah dan keadilan dariNya.
Tafsir Al-Wajiz
9. Dan sudah menjadi hak bagi Allah untuk menerangkan jalan yang lurus, dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok sehingga tidak bisa menuntun kepada petunjuk. Dan jikalau Dia menghendaki, pasti Dia memimpin kamu semuanya kepada jalan yang benar. Namun Dia menetapkan hikmah-Nya dan membiarkan kalian memilih jalan bagi kalian sendiri, agar kesungguhan dan niat seorang hamba bisa terlihat