Surah Yusuf : Ayat 9
ٱقْتُلُوا۟ يُوسُفَ أَوِ ٱطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا۟ مِنۢ بَعْدِهِۦ قَوْمًا صَٰلِحِينَ

"Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia kesuatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian di antara mereka berkata kepada sesamanya, bunuhlah yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat yang jauh dari kampung halaman kita agar perhatian ayah tertumpah kepadamu tanpa ada yang menghalanginya, dan setelah itu kamu bertobat kepada Allah, karena pintu tobat selalu terbuka, kemudian meminta maaf kepada ayah, sehingga kamu kembali lagi menjadi orang yang baik. Seorang di antara mereka memberi saran dan berkata, janganlah kamu membunuh yusuf, tetapi masukkan saja dia ke dasar sumur agar dia dipungut oleh sebagian musafir yang melewati sumur itu, jika kamu hendak berbuat sesuatu untuk menjauhkan yusuf dengan ayah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 7-10 Allah SWT berfirman bahwa dalam kisah nabi Yusuf dan berita tentangnya bersama saudara-saudaranya (terdapat tanda-tanda) yaitu pelajaran dan nasehat bagi orang-orang yang bertanya tentang hal itu. Sesungguhnya itu merupakan berita yang menakjubkan dan layak untuk disampaikan ((Yaitu) ketika mereka berkata, "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri”) yaitu bersumpah sesuai dengan apa yang mereka sangkakan, "Demi Allah (sesungguhnya Yusuf dan saudaranya) yaitu Benyamin yang merupakan saudara kandungnya (lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah suatu golongan (yang kuat)") semua, maka bagaimana bisa lebih menyukai keduanya daripada kita semua? (Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata) Mereka bermaksud bahwa lebih memperhatikan keduanya daripada kami, dan kecintaannya kepada keduanya jauh lebih banyak daripada kami. Ketahuilah bahwa tidak ada suatu dalil yang menunjukkan kenabian saudara-saudara nabi Yusuf. yang tampak dari konteks ini menunjukkan tidak adanya hal itu. Sebagian orang menganggap bahwa mereka diberi wahyu setelah peristiwa itu. Pendapat ini perlu ditinjau. Orang yang menganggap demikian memerlukan dalil. dan mereka tidak menyebutkan dalil kecuali firman Allah SWT: (Katakanlah (hai orang-orang mukmin), "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak cucunya” (Surah Al-Baqarah: 136) Hal ini mengandung makna demikian kareka karena puak-puak Bani Israil dikenal dengan 'asbath', sebagaimana dikatakan kepada bangsa Arab “kabilah” dan menurut orang non Arab disebut bangsa. Allah SWT menyembutkan bahwa Dia menurunkan wahyu kepada para nabi dari kalangan asbath Bani Israil. Allah SWT menyebutkan mereka secara umum, karena mereka banyak. Akan tetapi, masing-masing keturunan itu adalah keturunan dari seseorang dari saudara-saudara nabi (Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja) Mereka berkata bahwa orang yang menyaingi kalian ini dalam mendapatkan cinta ayah kalian harus kalian pisahkan dari ayah kalian agar ayah tertuju kepada kalian saja. baik dengan membunuhnya atau membuangnya ke suatu tempat yang jauh agar kalian terbebas darinya, dan kecintaan ayah kalian tertuju kepada kalian (dan sesudah itu hendaklah kalian menjadi orang-orang yang baik) Mereka berniat untuk bertaubat sebelum melakukan dosa (Seorang di antara mereka berkata Janganlah kalian bunuh Yusuf) yaitu, jangan sampai permusuhan dan kebencian kalian terhadap nabi Yusuf itu mendorong kalian untuk membunuhnya. dan mereka tidak memiliki cara untuk membunuhnya, karena Allah SWT meng­hendaki suatu perkara baginya yang harus dilaksanakan dan disempurnakan, yaitu memberinya wahyu kenabian, serta memberinya kedudukan dan kekuasaan di negeri Mesir. Lalu Allah memalingkan mereka darinya. (supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir) yaitu para musafir yang lewat, sehingga mereka terbebas dari nabi Yusuf dan tidak perlu membunuhnya (jika kalian hendak berbuat) yaitu jika kalian bertekad atas apa yang kalian katakan
Tafsir As-Sa'di
9. “bunuhlah yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tidak dikenal)” yakni, sembunyikan dia dari (jangkauan) ayahnya di daerah yang jauh, yang tidak mungkin terlihat olehnya di tempat itu. Apabila kalian melaksanakan salah satu dari dua rencana ini ”niscaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja” yakni, tentulah beliau akan mengarahkan konsentrasinya kepada kalian dan memberikan perhatian kepada kalian dengan penuh kasih dan cinta. karena hatinya sedang sibuk dengan yusuf dengan kesibukan yang mengakibatkan beliau tidak meluangkan diri untuk kalian ”dan sesudah itu hendaknya kalian menjadi” yakni, sesudah perbuat itu, kalian hendaknya menjadi orang orang yang shalih, yakni bertaubat kepada Allah dan meminta ampunan kepadaNya setelah kalian melakukan perbuatan dosa kalian. maka, berniatlah untuk mencanangkan taubat sebelum terjadinya perbuatan dosa untuk memudahkan pelaksanaanya dan menghilangkan unsur keburukannya serta supaya bisa saling memberikan motifasi.
Tafsir Al-Wajiz
9. Kebanyakan saudara-saudara Yusuf tersebut berkata: “Bunuhlah Yusuf, atau buang dia di tempat yang jauh dari ayah atau tempat yang jauh dari pemukiman, maka perhatian dan cinta ayah akan diberikan kepada kalian. Dan setelah melakukan pembunuhan ini, kalian akan menjadi orang yang shalih dalam urusan agama dan dunia kalian bersama ayah, dengan menjauhkan kegelisahan jiwa, kecemburuan dan kedengkian. Lalu ayah hanya akan memperhatikan kalian.”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com