Surah Yunus : Ayat 9
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُم بِإِيمَٰنِهِمْ ۖ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمُ ٱلْأَنْهَٰرُ فِى جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Kebalikan dari orang-orang yang durhaka kepada Allah dan hanya mencintai kehidupan dunia adalah orang-orang yang beriman dan beramal saleh untuk bekal kehidupan di akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan sebagai wujud keimanan tersebut mereka mengerjakan amal kebajikan sebagaimana petunjuk yang disebutkan di dalam alqur'an, niscaya mereka diberi petunjuk oleh tuhan karena keimanan mereka. Mereka di dalam surga yang penuh kenikmatan yang tiada tara, tiada pernah terkurangi dan mengalir di bawahnya sungai-sungai. Sebagai gambaran dari keindahan dan kenyamanan kehidupan di dalam surga adalah setiap kata dan kalimat yang terucap tiada lain hanya pujian atas kebesaran Allah. Doa yang mereka ucapkan di dalamnya ialah, subha'nakalla'humma mahasuci engkau, ya tuhan kami, dan salam penghormatan kepada mereka dari Allah, malaikat dan sesama penghuni surga ialah, sala'm, semoga keselamatan yang sempurna selalu menyertai kamu. Dan penutup doa mereka ialah, al-hamdu lilla'hi rabbil 'a'lamin segala puji bagi Allah tuhan pemelihara seluruh alam.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 9-10 Ini merupakan pemberitahuan tentang keadaan orang-orang yang berbahagia, yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul, serta mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka; lalu mereka mengerjakan amal shalih, lalu Allah memberi petunjuk kepada mereka karena keimanan mereka. Huruf “ba’” di sini adalah menunjukkan penyebab. Bentuknya adalah “Karena keimanan mereka di dunia, maka Allah memberi petunjuk kepada mereka pada hari kiamat ke jalan yang lurus sehingga mereka bisa melewatinya dan sampai ke surga. Bisa juga mengandung makna isti'anah, sebagaimana yang dikatakan Mujahid tentang firmanNya: (mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya) dia berkata mereka mempunyai cahaya yang mereka gunakan untuk berjalan. Firman Allah: (Doa mereka di dalamnya ialah 'Subhanakallahumma', dan salam penghormatan mereka ialah 'Salam'. Dan penutup doa mereka ialah 'Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin' (10)) yaitu Demikianlah keadaan penduduk surga. Ayat ini mirip dengan firmanNya: (Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah 'Salam') (Surah Al-Ahzab: 44) dan (Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa (25) tetapi mereka mendengar ucapan salam (26)) (Surah Al-Waqi'ah) Firman Allah: (Dan penutup doa mereka ialah 'Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin') Hal ini mengandung petunjuk bahwa Allah SWT adalah Dzat yang terpuji dan disembah selamanya. Oleh karena itu, Allah memuji DzatNya ketika mulai penciptaan dan melanjutkan makhluk itu pada permulaan dan penurunan kitabNya sebagaimana Allah SWT berfirman: (Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Kitab (Al-Qur'an)) (Surah Al-Kahfi: 1) dan (Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi) (Surah Al-An'am: 1) dan keadaan lain yang penjelasannya panjang. Dia adalah Dzat yang terpuji pada permulaan dan akhirnya, dalam kehidupan di dunia dan akhirat di semua keadaan. Oleh karena itu disebutkan dalam hadits,”Sesungguhnya ahli surga mendapat ilham untuk bertasbih dan bertahmid sebagaimana mereka mendapat ilham untuk bernapas” Hal itu terjadi demikian karena nikmat-nikmat Allah atas mereka sehingga ucapan itu berulang-ulang dan ditambah, maka tidak ada habisnya dan batasannya. maka Tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia.
Tafsir As-Sa'di
9. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih.” Maksudnya, mereka menggabungkan antara iman dan pelaksanaan terhadap amal shalih yang merupakan konsekuensi dan tuntutannya yang mencakup amal hati dan anggota badan dengan keikhlasan dan mengikuti tuntunan Rasul, “mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya.” Maksudnya karena keimanannya, maka Allah membalas mereka dengan pahala yang besar yaitu hidayah. Dia mengajarkan kepada mereka sesuatu yang berguna bagi mereka, memberi mereka nikmat dengan amal yang timbul dari hidayah, memberi petunjuk kepada mereka untuk mengkaji ayat-ayatNYa, memberi mereka petunjuk di alam ini kepada jalan yang lurus dan pada saat berada di jalan yang lurus serta (petunjuk) di alam pembalasan kepada jalan yang mengantarkan kepada Surga kenikmatan. Oleh karena itu, Dia berfiman, “di bawah mereka mengalir sungai-sungai”, yang terus menerus mengalir “di dalam Surga yang penuh kenikmatan.” Allah menisbatkannya kepada kenikmatan karena ia mengandung kenikmatan yang sempurna; kenikmatan hati dengan kebahagiaan, kesenangan, kelezatan, melihat Allah, menyimak FirmanNya, berbangga dengan ridhaNya dan kedekatan kepadaNya, bertemu saudara-saudara dan orang-orang terkasih, berkumpul dengan mereka, mendengar suara yang menyenangkan, alunan yang merdu dan pemandangan yang menenangkan. Juga nikmat jasmani dengan berbagai macam minuman, makanan, pernikahan dan lain-lain yang tidak diketahui oleh jiwa dan tidak terlintas di benak siapa pun atau ada yang mampu untuk menyifatinya.
Tafsir Al-Wajiz
9. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal shalih akan dibimbing Tuhan menuju surga karena keimanan mereka, yaitu tempat yang mengalir sungai-sungai di bawah kebun-kebun dan bilik-bilik mereka, yaitu di surga-surga yang penuh kenikmatan mutlak dan keabadian. Ini adalah perumpamaan nikmat dan kebahagiaan di tempat itu.