Surah Al-Isra : Ayat 89
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِى هَٰذَا ٱلْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ فَأَبَىٰٓ أَكْثَرُ ٱلنَّاسِ إِلَّا كُفُورًا
"Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al Quran ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari(nya)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sungguh, Allah bersumpah, kami telah menjelaskan kepada manusia dalam Al-Qur'an ini dengan bermacam-macam perumpamaan, yakni dengan bermacam-macam cara dan gaya bahasa, seperti penyampaian kebenaran dengan disertai bukti-bukti, dengan janji dan ancaman, kisah dan perumpamaan yang disampaikan berulang-ulang agar manusia beriman, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya bahkan mengingkarinya. Mereka tidak tersentuh hatinya sedikit pun untuk dapat menerima tuntunan Al-Qur'an walaupun disampaikan dengan bermacam-macam cara dan gaya bahasa karena kesombongan dan kedengkian mereka. Dan mereka orang-orang musyrik mekah berkata, kami tidak akan percaya kepadamu wahai Muhammad sebelum engkau memancarkan dengan deras mata air dari bumi dan mengalirkannya secara terus-menerus untuk kami, .
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 86-89 Allah SWT menyebutkan nikmat dan karuniaNya yang agung atas hamba dan RasulNya SAW yang mulia, dalam Al-Qur'an yang diwahyukan kepada beliau (tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana, Maha Terpuji (42)) (Surah Fushshilat) Kemudian Allah SWT mengingatkan tentang kemuliaan Al-Qur'an yang agung ini. Jadi Allah SWT memberitahukan bahwa seandainya seluruh manusia dan jin berkumpul, lalu mereka sepakat membuat hal yang serupa dengan kitab yang Dia turunkan kepada RasulNya maka mereka tidak akan mampu, sekalipun mereka saling membantu dan menolong satu sama lain. Karena sesungguhnya ini merupakan sesuatu yang mustahil mereka lakukan, bagaimana bisa kalam makhluk itu serupa dengan kalam Tuhan Yang Maha Pencipta yang tidak ada suatu tandingan, hal yang serupa dan setara denganNya. Firman Allah: (Dan sesungguhnya kami telah mengulang-ulang kepada manusia). yaitu Kami menjelaskan kepada mereka hujjah dan bukti-bukti yang pasti dan jelas, dan Kami telah menerangkan kepada mereka kebenaran dengan keterangan terperinci dan jelas. Akan tetapi, meski begitu (sebagian besar manusia tidak menyukai, melainkan mengingkarinya) yaitu mereka tetap mengingkari dan menentang kebenaran.
Tafsir As-Sa'di
89-93. Allah berfirman, “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam al-Quran ini tiap-tiap macam perumpamaan,” maksudnya Kami telah memvariasikan nasihat-nasihat dan perumpamaan-perumpamaan. Kami mengulang-ulangi maknanya supaya para hamba itu bisa mengambil pelajaran, sehingga mereka akan menjadi ingat dan takut kepada Allah. Akan tetapi, hanya sedikit dari mereka yang ingat. Yaitu orang-orang yang telah Allah tetapkan dengan kebahagiaan dan membantu mereka dengan taufikNya. Adapun kebanyakan manusia, maka mereka enggan berbuat kecuali mengingkari kenikmatan yang sangat besar dari segala besar dari segala sisi. Mereka menampik tanda-tanda kebesaran Allah terhadap beliau dengan usulan ayat-ayat yang mereka buat sendiri yang zhalim lagi bodoh. Mereka berkata kepada Rasulullah yang datang membawa al-Quran yang penuh dengan petunjuk dan ayat-ayatNya, “Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami,” yaitu sungai yang mengalir, “atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur,” sehingga kamu tidak perlu berjalan bolak-bail keluar masuk pasar “atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan,” sebagai bagian dari azab “atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan dan dapat dilihat langsung, mempersaksikan kebenaran risalah yang engkau bawa. “Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas,” yaitu rumah yang berhiaskan emas dan benda mulia lainnya “atau kamu naik ke langit,” dengan cara naik yang bisa disaksikan indera “dan” meskipun demikian “kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah Kitab yang kami baca.” Maka ketika penentangan, upaya-upaya pelumpuhan, dan perkataan orang yang paling bodoh dan paling zhalim ini mengandung penolakan terhadap kebenaran, sikap kurang ajar terhadap Allah, dan (pemaksaan) terhadap Rasulullah supaya mendatangkan ayat-ayat, maka Allah memerintahkan beliau supaya menyucikanNya. Allah berfirman, “Katakanlah, ‘Mahasuci Rabbku’,” dari perkataan kalian (yang rusak) dengan penyucian yang setinggi-tingginya. Mahasuci Allah dari menjadikan hukum-hukum dan ayat-ayatNya mengikuti hawa nafsu mereka yang rusak dan pemikiran mereka yang sesat. “Bukankah aku ini melainkan (hanya) seorang manusia yang menjadi rasul?” yang tidak memiliki kekuasaan sama sekali.
Tafsir Al-Wajiz
89. Dan sungguh telah Kami jelaskan kepada manusia dalam Al-Qur’an ini beragam jenis penjelasan untuk menunkan kepada kebenaran dan Kami ulang-ulang makna-maknanya dalam bentuk yang berbeda-beda supaya mereka beriman dan beristiqamah. Kami juga telah datang dengan memberi kabar gembira, peringatan, dan kisah-kisah orang-orang yang hidup pertama agar manusia mendahulukan amal baik dan wapada tehadap kelalaian. Namun kebanyakan manusia dari penduduk Mekah dan lainnya tidak mau, melainkan menyimpang dari kebenaran dan mengingkari bahwa turunnya Al-Qur’an itu dari sisi Allah. Firmannya {min kulli matsal} maksudnya adalah dari tiap-tiap makna, yaitu seperti perumpamaan dalam hal keanehan dan pengaruhnya bagi jiwa