Surah Al-Baqarah : Ayat 88
وَقَالُوا۟ قُلُوبُنَا غُلْفٌۢ ۚ بَل لَّعَنَهُمُ ٱللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيلًا مَّا يُؤْمِنُونَ
"Dan mereka berkata: “Hati kami tertutup”. Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan mereka berkata dalam rangka menolak risalah nabi Muhammad, hati kami tertu tup karena tidak dapat memahami apa yang engkau sampaikan atau karena hati kami sudah penuh dengan pengetahuan sehingga tidak lagi butuh bimbingan. Allah menegaskan, tidak! sebenarnya mereka bukannya tidak dapat memahami dan bukan pula sudah pandai, tetapi mereka berkata demikian karena kedurhakaan yang sudah mendarah daging dalam diri mereka, maka Allah telah melaknat mereka itu karena keingkaran mereka, tetapi'sekali lagi alqur'an tidak menyatakan mereka semua ingkar atau kafir'sedikit sekali mereka beriman. Selain membuktikan kebohongan ucapan mereka sebelum ini, ayat di atas juga menunjuk kan keburukan lain bani israil, yaitu menolak Al-Qur'an. Penolakan tersebut sungguh aneh dan tidak berdasar sama sekali. Dan setelah sampai kepada mereka kitab Al-Qur'an dari sisi Allah yang kandungannya membenarkan apa yang ada pada mereka, menyangkut kedatangan seorang nabi yang sifat-sifatnya sudah mereka ketahui, mereka tetap mengingkari nabi itu, sedangkan sebelumnya, yakni sebelum kedatangan nabi itu, mereka memohon kemenangan mereka atas orang-orang kafir yang menjadi musuh-Musuh mereka. Tetapi ternyata setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, yakni menyangkut kitab suci Al-Qur'an, nabi Muhammad, dan sifatsifat beliau, mereka lalu mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orangorang yang ingkar.
Tafsir Ibnu Katsir
Dari Ibnu Abbas, dia berkata: "(Dan mereka berkata: 'Hati kami adalah terbungkus') artinya: dengan kerak. Ali bin Abi Thalib mengatakan, dari Ibnu Abbas: "(Dan mereka berkata: 'Hati kami adalah terbungkus') artinya: tidak memiliki pemahaman. Mujahid berkata: "(Dan mereka berkata: 'Hati kami adalah terbungkus') ditutupi oleh kegelapan. 'Ikrimah berkata: ditutupi oleh cap. Abu Al-Aliyah berkata: artinya: tidak memiliki pemahaman. As-Suddi mengatakan: Mereka mengatakan itu ditutupi oleh kerak, yaitu kebutaan. Qatadah berkata: (Dan mereka berkata: "Hati kami tertutup") itu seperti firman Allah: (Dan mereka berkata, “Hati kami sudah tertutup dari apa yang engkau seru kami kepadanya dan telinga kami sudah tersumbat, dan di antara kami dan engkau ada dinding) (Surah Fushilat: 5)," artinya yaitu tidak ada yang sampai kepada kami dari apa yang kamu katakan. Al-Qurtubi berkata: Maknanya yaitu mereka berkata,”Hati-hati kami adalah wadah ilmu” Lalu kenapa perkataan nabi Muhammad tidak bisa dipahami? Pendapat pertama itu lebih kuat, hal itu telah dikatakan oleh Ibnu Abbas bahwa mereka mengatakan, “Kami cukup dengan ilmu yang kami miliki daripada apa yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW. Ini sesuai dengan firman Allah SWT: (Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa ketarangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu (83)) (Surah Ghafir) Oleh karena itu, Allah SWT berfirman, (Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman) yaitu, bukan seperti yang mereka kira. Sebaliknya, hati mereka dilaknat dan terkunci mati. Seperti yang disebutkan dalam Surat An-Nisa', (dan mengatakan: "Hati kami tertutup". Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka) (ayat 155) Terdapat perbedaan pendapat tentang makna firman Allah (maka sedikit sekali mereka yang beriman) dan (mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka). Sebagian berpendapat bahwa sebagian kecil di antara mereka ada yang beriman. Pendapat ini dipilih oleh Fakhruddin Ar-Razi. Dia mengakatan bahwa ini diriwayatkan dari Qatadah, Al-Asham, dan Abu Muslim Al-Asfahani. Dikatakan juga bahwa maknanya adalah sedikitnya keimanan mereka maknanya yaitu bahwa mereka beriman kepada perkara yang dibawa nabi Musa tentang hari kebangkitan, pahala, dan siksaan, tetapi keimanan ini tidak bermanfaat bagi mereka, karena terhalang oleh kekufuran mereka terhadap ajaran yang dibawa nabi Muhammad SAW
Tafsir As-Sa'di
88. Maksudnya, mereka mengemukakan alasan kenapa mereka tidak beriman ketika engkau berdakwah kepada mereka, wahai rosul, karena hati mereka tertutup atau di atasnya ada pelapis dan penutup hingga apa yang engkau bicarakan tidak mereka pahami, maksudnya, mereka –menurut dugaan mereka- memiliki alasan karena tidak tahu, akan tetapi hal ini adalah dusta belaka dari mereka. Oleh karena itu Allah ta’ala berfirman, “Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka,” maksudnya bahwasanya mereka terusir dan terkutuk yang disebabkan oleh kekufuran mereka, dan sangat sedikit sekali di antara mereka yang beriman, atau keimanan mereka sangat sedikit sedangkan kekufuran mereka sangatlah banyak.
Tafsir Al-Wajiz
Orang-orang Yahudi berkata kepada Nabi SAW ketika mereka diajak memeluk agama Islam: “Hati kami telah tertutup dan terbelenggu dengan belenggu yang menghalangi kami untuk mengikuti ajakanmu.” Inilah bukti, bahwasannya kekafiran itu bersifat keras kepala dan sombong. Maka dari itu, sebab kekafiran dan keenggenan mereka untuk beriman, maka Allah menjauhkan mereka dari rahmat-Nya. Kadar iman mereka hanya sedikit, mereka hanya mengimani sebagian isi kitab saja, dan hanya sedikit dari mereka yang beriman