Surah Al-Hijr : Ayat 88
لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ

"Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman."

Tafsir Ringkas Kemenag
Anugerah Allah kepada nabi Muhammad dan kaum mukmin berupa surah al-fa'tihah jauh lebih berharga daripada kenikmatan duniawi yang Allah berikan kepada kaum kafir. Allah mengingatkan nabi Muhammad akan hal tersebut dengan firman-Nya, wahai nabi Muhammad, jangan sekali-kali engkau tujukan pandanganmu sehingga tergiur kepada kenikmatan hidup dan kemewahan duniawi yang fana dan sesaat yang telah kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka, yakni kaum kafir, dan jangan pula engkau bersedih hati terhadap mereka karena keengganan mereka menerima dakwahmu menuju iman. Dan berendah hatilah engkau terhadap orang-orang yang beriman serta jagalah hubungan baikmu dengan mereka. Dan katakanlah kepada orang kafir, wahai nabi Muhammad, 'sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas kepada kalian tentang hukuman atas keingkaran kalian.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 87-88 Allah SWT berfirman kepada NabiNya SAW bahwa sebagaimana Kami memberimu Al-Qur'an yang agung, maka jangan sekali-kali kamu memandang kepada dunia dan perhiasannya serta kesenangannya yang telah Kami berikan kepada penduduknya, yaitu kesenangan yang fana, agar Kami menguji mereka. Maka janganlah kamu menginginkan apa yang ada pada mereka, dan janganlah kamu bersedih hati karena mendustakan dan menentang agamamu (dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang meng­ikutimu, yaitu orang-orang yang beriman (215)) (Surah Asy-Syu'ara) yaitu, rendah dirilah kamu kepada mereka, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin (128)) (Surah At-Taubah) Para ulama’ berbeda pendapat tentang “As-Sab’ul Matsani” apakah itu? Ibnu Abbas, Mujahid, Sa'id bin Jubair, dan lainnya berkata bahwa yang dimaksud dengan “As-Sab’ul Matsani” adalah tujuh surah yang panjang, yaitu Al-Baqarah, Ali Imran, An Nisa, Al-Maidah, Al-An'am, Al-A'raf, dan Yunus. Ibnu Abbas dan Sa'id bin Jubair menjelaskan hal ini. Sa’id berkata bahwa dalam surah-surah itu ada hal-hal fardu, hukum-hukum, qishash, dan hukum-hukum lain. Ibnu Abbas berkata, yaitu penjelasan perumpamaan, berita, dan pelajaran. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Nabi SAW dianugerahi tujuh surah yang panjang, dan nabi Musa dianugerahi enam buah. Setelah nabi Musa melemparkan lauh-lauhnya, dua bagiannya hilang, dan yang tersisa empat surah. Pendapat kedua bahwa yang dimaksud itu adalah surah Al-Fatihah, yaitu terdiri atas tujuh ayat. Pendapat ini diriwayatkan dari Ali, Umar, Ibnu Mas'ud, dan Ibnu Abbas. Ibnu Abbas mengatakan bahwa “basmalah” salah satu ayat tujuh ayat, Allah mengkhususkan ini bagi kalian. Pendapat ini dikatakan Ibrahim An-Nakha'i, Abdullah bin Ubaid bin Umair, Ibnu Abi Mulaikah, Syahr bin Hausyab, Hasan Al-Basri, dan Mujahid. Imam Bukhari menyebutkan dua hadits tentang hal ini. Hadits pertama dari Abu Sa'id bin Al-Ma'la, dia berkata,"Nabi SAW melewatiku ketika aku sedang shalat, lalu beliau memanggilku, dan aku tidak mendatanginya sehingga aku menyelesaikan shalatku. Lalu aku menghadap kepada beliau, Lalu beliau bertanya,”Apakah yang menghalangmu sehingga tidak datang kepadaku?' Aku menjawab, “Aku sedang mengerjakan shalat” Lalu Nabi SAW bersabda, “Bukankah Allah SWT berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kalian) (Surah Al-Anfal: 24) Maukah aku ajarkan kamu tentang surah dalam Al-Qur'an sebelum aku keluar dari masjid ini?” Ketika Nabi SAW hendak keluar dari masjid, maka aku mengingatkan beliau lalu beliau bersabda: (segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (1)) Surah Al-Fatihah) itu adalah tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung itu diberikan kepadaku” Hadits kedua diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ummul Qur’an adalah tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Qur'an yang agung” Ini adalah nas yang menyatakan bahwa surah Al-Fatihah adalah “As-Sab’ul Matsani” dan Al-Qur’an yang agung. Akan tetapi, tidaklah penamaan surah lainnya yaitu tujuh surah yang panjang dengan sebutan ini bertentangan dengan hal ini, mengingat di dalamnya terkandung sifat-sifatnya. Sebagaimana tidak bertentangan juga jika seluruh Al-Qur'an seluruhnya disebut dengan ini, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang) (Surah Az-Zumar: 23) surah ini dari satu sisi disebut surah yang dibaca berulang-ulang, dan dari sisi lain serupa. begitu juga Al-Qur'an yang agung. Sebagaimana Nabi SAW ketika ditanya tentang masjid yang dibangun atas dasar ketakwaan, maka beliau mengisyaratkan kepada masjid beliau, dan ayat itu diturunkan tentang Masjid Quba. Ini tidak bertentangan, karena sesungguhnya menyebutkan sesuatu bukan berarti menafikan sebutan yang lainnya ketika keduanya mempunyai sifat yang sama. Hanya Allah yang lebih mengetahui Firman Allah: (Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu)) yaitu cukuplah kamu dengan Al-Qur'an yang dianugerahkan Allah kepadamu, dari apa yang mereka alami berupa kesenangan dan perhiasan yang fana. Mujahid berkata tentang firmanNya: (kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka) mereka adalah orang-orang kaya.
Tafsir As-Sa'di
88. jika Allah telah memberikan kepada beliau karunia berupa al qur’an yang agung serta sab’ul matsani, berarti sungguh Allah telah menganugerahkan anugerah paling utama yang mesti dikejar kejar oleh orang orang yang berlomba (dalam kebaikan) dan karunia terbesar yang membuat kaum mukminin riang gembira. “dan katakanlah ‘dengan karunia Allah dan rahmatNya’ hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmatNya lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan” Oleh karena itu berikutnya Allah berfirman “dan janganlah sekali kali kamu menunjukan pandanganmu pada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka (orang orang kafir itu)” janganlah engkau terpanah oleh ketakjuban yang mendorongmu menyibukkan diri untuk berfikir tentang godaan syahwat duniawi yang sedang dinikmati oleh kaum hedonism dan menjadikan orang orang bodoh tertipu (dengan mereka). Merasa cukuplah dengan pemberian Allah bagimu, berupa matsani dan al qur’an yang agung. ”dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka’ karena tidak ada kebaikan yang bisa diharapkan dari mereka dan tiada faidah yang bisa ditunggu tunggu dari mereka. Engkau mendapatkan ganti dari kalangan kaum mukminin yang lebih baik dan lebih utama. ”dan berendah dirilah kamu terhadap orang orang yang beriman” lembutkanlah sikapmu pada mereka dan perbaikilah perilakumu dengan mereka sebagai bentuk kecintaan, pemuliaan, dan kasih sayang.
Tafsir Al-Wajiz
88. Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandangan senangmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan orang-orang kafir itu. Dan juga janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka karena mereka belum beriman dan berendah diri serta lembutlah kamu terhadap orang-orang yang beriman

Sumber tafsir dari tafsirweb.com