Surah At-Taubah : Ayat 87
رَضُوا۟ بِأَن يَكُونُوا۟ مَعَ ٱلْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ
"Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak berperang, dan hati mereka telah dikunci mati maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka rela senang berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, yaitu orang tua, orang sakit, kaum perempuan, dan anak-anak, dan hati mereka telah tertutup dari hidayah disebabkan sikap-sikap kemunafikan sehingga mereka tidak memahami balasan bagi orang yang beriman dan berjihad berupa kebahagiaan surgawi. Demikianlah keadaan kaum munafik itu, akan tetapi rasul dan orang-orang yang beriman bersama beliau, mereka berjihad dengan harta dan jiwa demi menegakkan kalimat Allah dan semata-mata mengharap keridaan-Nya. Mereka itu memperoleh kebaikan baik di dunia berupa kemenangan dan kemuliaan, maupun di akhirat kelak berupa kesenangan surgawi. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 86-87 Allah SWT berfirman seraya mengingkari dan mencela orang-orang yang tidak ikut dan enggan berjihad, sedangkan dia mampu dan mempunyai keluasan serta kekayaan untuk itu. Lalu mereka meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk tetap tinggal. Mereka berkata: (Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk) Mereka rela diri mereka mendapat aib karena tinggal di tempat mereka bersama para wanita yang tidak ikut berperang setelah pasukan berangkat. Ketika peperangan terjadi, mereka adalah orang paling pengecut. Ketika keadaan aman, mereka adalah orang-orang yang paling banyak bicara. Sebagaimana Allah SWT berfirman tentang mereka dalam ayat lain: (Apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam) (Surah Al-Ahzab: 19) yaitu lisan mereka menghamburkan perkataan yang tajam dalam keadaan aman, namun dalam peperangan mereka adalah orang paling pengecut. Sebagaimana seorang penyair berkata: Apakah dalam situasi aman mereka mencela, kasar, dan keras; dan dalam keadaan perang mereka lebih mirip dengan wanita yang penakut? Allah SWT berfirman dalam ayat lainnya (Dan orang-orang yang beriman berkata, "Mengapa tidak diturunkan suatu surat?” Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka (20) Taat dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka (21) Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? (22)) (Surah Muhammad) Firman Allah: (Dan hati mereka telah dikunci mati) yaitu karena pembangkangan mereka dari berjihad dan berangkat bersama Rasulullah SAW di jalan Allah (maka mereka tidak mengetahui) yaitu tidak memahami apa yang mengandung kebaikan bagi mereka sehingga membuat mereka melakukannya, tidak pula apa yang membahayakan diri mereka sehingga membuat mereka menghindarinya.
Tafsir As-Sa'di
87. Allah berfirman, “Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang.” Yakni, bagaimana mereka rela diri mereka tetap bersama para wanita yang tidak berangkat berjihad? Apakah mereka itu memiliki akal dan pengertian yang menunjukkan mereka untuk ikut berperang ataukah “hati mereka telah dikunci mati”, hingga hati itu tidak memahami kebaikan, tidak terdapat keinginan untuk melakukan kebaikan dan meraih keberuntungan, sehingga mereka tidak mengerti kemaslahatan mereka. Jika mereka benar-benar mengerti, niscaya mereka tidak rela terhadap keadaan ini yang menurunkan harkat mereka sebagai laki-laki.
Tafsir Al-Wajiz
87. Mereka rela berdiam diri bersama para wanita yang mengundurkan diri di rumah. Allah mengunci hati mereka dengan kekufuran, sehingga tidak akan mau lagu berbuat kebaikan. Mereka tidak berpikir dan tidak mengetahui keutamaan dalam jihad, serta kekurangan dan aib mengundurkan diri dari perang.