Surah Al-Waqi'ah : Ayat 86
فَلَوْلَآ إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ
"maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?"
Tafsir Ringkas Kemenag
86-87. Setelah mengetahui keadaan orang yang sekarat, maka mengapa jika kamu memang benar tidak dikuasai oleh Allah dan bisa melakukan apa saja, kamu tidak mengembalikan nyawa itu ke tempatnya jika kamu, seperti pengakuanmu, adalah orang-orang yang benar'86-87
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 83-87 Allah SWT berfirman: (Maka mengapa ketika sampai) yaitu ruh (di kerongkongan) yaitu, tenggorokan. Hal ini terjadi di saat seseorang mengalami sekarat, Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Sekali-kali jangan. Apabila napas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan (26) dan dikatakan (kepadanya), "Siapakah yang dapat menyembuhkan?” (27) Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia) (28) dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan) (29) kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu digiring (30)) (Surah Al-Qiyamah) Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (padahal ketika itu kamu melihat (84)) yaitu kepada orang yang sedang mengalami sakaratul maut (dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu) yaitu malaikat-malaikat Kami (Tetapi kamu tidak melihat) yaitu, tetapi kalian tidak melihat mereka, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya (61) Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah. Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah Pembuat perhitungan yang paling cepat (62)) (Surah Al-An'am) Firman Allah SWT: (maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)? (86) Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya)) Maknanya adalah bahwa mengapa kalian tidak mengembalikan ruh yang sekarang sampai di kerongkonganmu ke tempatnya semula dalam tubuhmu, jika kalian merasa tidak berada dalam kekuasaan Allah? Ibnu Abbas berkata bahwa maknannya adalah dihisab. Diriwayatkan juga hal yang serupa dari Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, dan Adh-Dhahhak.
Tafsir As-Sa'di
86-87. “Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (Oleh Allah),” maksudnya, apabila kalian beranggapan bahwa kalian tidak akan dibangkitkan, tidak akan dihisab dan tidak akan diberi balasan (atas semua perbuatan kalian), mengapa kalian tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya), “jika kamu adalah orang-orang yang benar” dan kalian mengakui bahwa kalian tidak mampu mengembalikan nyawa itu ke tempatnya. Tatkala demikian, maka (hanya ada dua kemungkinan) : kalian mengakui kebenaran yang dibawa oleh Muhammad, atau mengingkarinya, dan kalian tahu keadaan dan tempat kembali yang buruk.
Tafsir Al-Wajiz
86. Bukankah kalian mengira bahwa amal kalian tidak akan dihitung pada hari kiamat, dan kalian pun juga mengingkari hari kebangkitan?