Surah As-Saffat : Ayat 86
أَئِفْكًا ءَالِهَةً دُونَ ٱللَّهِ تُرِيدُونَ

"Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong?"

Tafsir Ringkas Kemenag
Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu sehingga kamu menganggap benar apa yang kamu lakukan' 87. Hanya Allah yang patut disembah. Maka, bagaimana anggapanmu terhadap tuhan seluruh alam jika kalian mengingkari-Nya, bahkan menyembah selain dia'.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 83-87 Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh) (83)) dia berkata yaitu termasuk pemeluk agamanya. Mujahid berkata, berada dalam tuntunan dan sunnahnya ((Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci (84)) Al-Hasan berkata bahwa yang dimaksud adalah yang bersih dari kemusyrikan. Firman Allah SWT: ((ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah itu?” (85)) Nabi Ibrahim mengingkari penyembahan mereka kepada berhala dan tandingan-tandingan itu. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong? (86) Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam? (87)) Qatadah berkata bahwa makna yang dimaksud adalah tidaklah dugaan kalian terhadap apa yang akan Dia lakukan terhadap kalian jika kalian menjumpaiNya, sedangkan kalian telah menyembah kepada selainNya?
Tafsir As-Sa'di
85-87. Di antara kesuciannya adalah ia suci dari sifat curang dan dengki terhadap manusia dan dari sifat-sifat (akhlak) yang buruk lainnya. Maka dari itu beliau telah berhasil menasehati manusia karena Allah, dan ia mulai dari ayahnya dan kaumnya. Allah berfirman, “ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, ‘Apakah yang kamu sembah itu?’” ini adalah bentuk pertanyaan dengan maksud mengingkari dan mengukuhkan hujjah (argument) kepada mereka. “Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong?” maksudnya, apakah kalian menyembah selain tuhan-tuhan secara dusta, padahal mereka bukan Tuhan dan ia tidak pantas disembah?! “Maka apakah anggapanmu terhadap Rabb semesta alam,” kalau DIa bertindak terhadap kalian, sedangkan kalian telah menyembah selain DIa?! Ini adalah suatu peringatan keras bagi mereka akan balasan dengan azab jika mereka terus melakukan kesyirikan! Kekurangan (kelemahan) apa yang kalian duga terhadap Allah Tuhan semesta alam hingga kalian menjadikan tandingan dan sekutu bagiNYa?!
Tafsir Al-Wajiz
86. Apakah kalian menghendaki “Ifkun” yaitu seburuk-buruknya dusta. Hamzah tersebut adalah istifham taubikhi. Apakah kalian menghendaki tuhan selain Allah hanya karena dusta?. Maknanya adalah apakah yang kalian lakukan berupa menjadikan Tuhan selain Allah itu benar, bukan karena dusta?

Sumber tafsir dari tafsirweb.com