Surah An-Naml : Ayat 85
وَوَقَعَ ٱلْقَوْلُ عَلَيْهِم بِمَا ظَلَمُوا۟ فَهُمْ لَا يَنطِقُونَ
"Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata (apa-apa)."
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka tidak mendapat dalih untuk membela diri. Mereka bersalah, dan dengan demikian berlakulah perkataan berupa janji azab Allah atas mereka karena kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata, bukan saja karena tidak ada dalih yang dapat mereka katakan, tetapi lebih-lebih karena sangat pedihnya azab yang mereka rasakan. Mereka tidak mampu mengelak dan berdalih. 86. Perhatikanlah apa yang dialami manusia setiap hari untuk mendekatkan pemahaman tentang hari kebangkitan. Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa kami telah menjadikan malam agar mereka beristirahat padanya dengan tidur dan menjadikan siang yang menerangi agar mereka dapat bekerja dan mencari nafkah' sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah yang bermanfaat bagi orang-orang yang beriman, antara lain menjadi bukti kuasa-Nya menghidupkan manusia setelah kematiannya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 83-86 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang hari kiamat dan pengumpulan orang-orang zalim dari kalangan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan rasul-rasulNya di hadapan Allah SWT agar Dia meminta pertanggungjawaban mereka terhadap apa yang telah mereka kerjakan selama di dunia, untuk mengecam, menghina, merendahkan dan meremehkan. Jadi Allah SWT berfirman: (Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan) yaitu setiap umat dan generasi segolongan manusia, yaitu secara bersamaan: (orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami) sebagaimana Allah SWT berfirman: ((kepada malaikat diperintahkan), "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka") (Surah Ash-Shaffat: 22) dan (dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh) (7)) (Surah At-Takwir). Dan firmanNya (lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok)) Ibnu Abbas berkata bahwa maknannya adalah mereka didorong (Hingga apabila mereka datang) mereka dihentikan di hadapan Allah SWT di tempat pertanggungjawaban (Allah berfirman, "Apakah kalian telah mendustakan ayat-ayat-Ku, padahal ilmu kalian tidak meliputinya, atau apakah yang telah kalian kerjakan?") Maka mereka ditanyai tentang keyakinan dan amal perbuatan mereka, dan pastinya mereka bukan termasuk orang-orang yang berbahagia. Mereka seperti digambarkan oleh Allah SWT dalam firmanNya: (Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al-Qur'an) dan tidak mau mengerjakan shalat (31) tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran) (32)) (Surah Al-Qiyamah) Maka pada saat itu ditegakkan hujjah atas mereka dan mereka tidak mempunyai alasan yang. Sebagamana Allah SWT berfirman: (Ini adalah hari yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu) (35) dan tidak diizinkan kepada mereka minta uzur sehingga mereka (dapat) minta uzur (36)) (Surah Al-Mursalat) Demikian juga Allah berfirman di sini (Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata (apa-apa) (85)) yaitu mereka dibungkam dan tidak dapat menjawab, karena selama di dunia mereka adalah orang-orang yang berbuat zalim terhadap diri sendiri. Dan sekarang mereka telah sampai di hadapan Tuhan Yang mengetahui perkara yang ghaib dan yang nyata yang tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dariNya. Kemudian Allah SWT mengingatkan atas kekuasaanNya yang sempurna, pengaruhNya yang agung, dan kedudukanNya Yang Maha Tinggi yang harus ditaati dan dipatuhi perintah-perintahNya, dan dibenarkan kebenaran yang disampaikan oleh nabi-nabiNya tanpa ditentang. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya) yaitu di malam yang gelap, agar mereka dapat beristirahat dan jiwa mereka menjadi tenang serta tubuh mereka diam untuk beristirahat dari kelelahan dan kepayahannya dia siang harinya (dan siang yang menerangi) yaitu terang benderang yang menjadi sebab bagi mereka untuk bekerja, mencari penghidupan, bepergian, berniaga, dan lain-lain yang menjadi keperluan mereka (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman)
Tafsir As-Sa'di
85. “Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezhalliman mereka.” Maksudnya, sudah menjadi hak atas mereka jatuhnya azab disebabkan kezhaliman mereka yang terus mereka kerjakan, sementara hujjah telah dihadapkan atas mereka, “Maka mereka tidak dapat berkata,” karena mereka sama sekali tidak memiliki hujjah.
Tafsir Al-Wajiz
85. Maka mereka benar-benar ditimpa azab, disebabkan kezaliman mereka sendiri yaitu syirik dan mendustakan ayat-ayat Allah. Maka mereka tidak dapat berkata apa-apa untuk meminta ampunan ketika azab melalap mereka