Surah Al-Hijr : Ayat 84
فَمَآ أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
"maka tak dapat menolong mereka, apa yang telah mereka usahakan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Azab itu datang dengan begitu dahsyat, sehingga tidak berguna lagi bagi mereka apa yang telah mereka usahakan. Mereka mengira bahwa rumah-rumah yang mereka pahat pada sisi tebing gunung yang kukuh itu akan menyelamatkan mereka, namun ternyata semua itu tidak mampu melindungi mereka dari azab Allah. Usai menceritakan kisah beberapa kaum yang durhaka kepada para rasul, melalui ayat ini Allah kembali menegaskan tentang penciptaan langit dan bumi. Allah menyatakan, dan kami tidak menciptakan langit dengan aneka bintang dan planet yang menghiasinya dan tidak pula kami ciptakan bumi dengan aneka makhluk di permukaannya maupun di perutnya, serta apa yang ada di antara keduanya, yakni antara langit dan bumi, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, yang diketahui maupun tidak diketahui oleh manusia, melainkan dengan kebenaran. Kami ciptakan itu semua sebagai bukti-bukti kekuasaan kami agar manusia mau beriman. Dan sungguh, kiamat yang menjadi saat ketika semua manusia dimintai pertanggungjawaban atas amalnya, pasti akan datang. Tidak ada keraguan sedikit pun tentangnya. Maka maafkanlah kaummu yang enggan beriman, wahai nabi Muhammad, atas kecaman, gangguan, dan pendustaan mereka kepadamu. Maafkanlah mereka dengan cara yang baik.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 80-84 Penduduk kota Al-Hijr adalah kaum Tsamud yang mendustakan nabi Shalih. Barangsiapa mendustakan seorang rasul, maka dia mendustakan semua rasul. Oleh karena itu dalam ayat ini disebutkan bahwa mereka mendustakan para rasul. Allah SWT menyebutkan bahwa Dia telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaanNya yang menunjukkan kebenaran dari apa yang dibawa nabi Saleh kepada mereka, seperti unta betina yang dikeluarkan Allah dari batu besar kepada mereka melalui doa nabi Shalih. Unta itu hidup bebas di kota mereka dan mempunyai waktu minumnya, begitu juga mereka mempunyai waktu minumnya yang telah ditentukan.Setelah mereka melampaui batas dan menyembelihnya, maka nabi Shalih berkata kepada mereka: (Bersuka rialah kalian di rumah kalian selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan) (Surah Hud: 65) Allah SWT juga berfirman: (Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu) (Surah Fushshilat: 17) Allah SWT menyebutkan tentang mereka: (dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman (82)) yaitu, tanpa takut dan tidak membutuhkan hal itu, melainkan mereka karena keangkuhan, kecongkakan serta kejahatan mereka. sebagaimana hal itu terlihat dari sisa-sisa peninggalan rumah mereka di lembah Al-Hijr, yang dilewati Nabi SAW ketika beliau pergi ke perang Tabuk. Lalu beliau menundukkan kepalanya dan memacu kendaraannya dan bersabda kepada para sahabatnya,”Janganlah kalian memasuki tempat tinggal kaum yang telah diazab melainkan kalian dalam keadaan menangis. Jika kalian tidak menangis, maka berpura-puralah menangis, karena dikhawatirkan kalian akan tertimpa apa yang telah menimpa mereka” Firman Allah: (Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi (83)) yaitu, saat pagi di hari keempat (maka tak dapat menolong mereka apa yang telah mereka usahakan (84)) yaitu apa yang mereka hasilkan dari pertanian dan buah-buahan mereka yang lebih mereka pentingkan untuk diairi daripada unta betina itu, sehingga mereka menyembelihnya agar tidak mempersulit mereka dalam melakukan pengairan. Maka harta itu tidak dapat melindungi dan memberi mereka manfaat bagi mereka terhadap perintah Tuhanmu yang datang menimpa mereka.
Tafsir As-Sa'di
84. “maka apa yang telah mereka usahakan tak dapat menolong mereka” karena keputusan Allah, jika sudah datang, tidak bisa ditolak oleh pasukan yang banyak ataupun kekuatan para pendukung maupun melimpahnya harta kekayaan.
Tafsir Al-Wajiz
84. Sehingga tak ada satupun yang dapat menolong mereka atas apa yang telah mereka usahakan berupa harta maupun membangun rumah di bebatuan gunung