Surah An-Nahl : Ayat 82
فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ ٱلْبَلَٰغُ ٱلْمُبِينُ

"Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang."

Tafsir Ringkas Kemenag
Untuk menghibur nabi Muhammad, Allah melalui ayat ini mengingatkan beliau bahwa tugasnya hanya sekadar menyampaikan dakwah. Allah berfirman, maka jika mereka berpaling dari tuntunan-tuntunan yang engkau sampaikan, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan amanat Allah dengan terang, dengan segala kemampuanmu, baik melalui lisan maupun keteladanan. Dengan begitu, pembangkangan mereka adalah tanggung jawab mereka sendiri. Engkau tidak akan sedikit pun dituntut bertanggung jawab atas penolakan mereka tersebut. Ketahuilah, wahai nabi Muhammad, bahwa tuntunan yang kausampaikan kepada mereka sudah amat jelas. Mereka sendiri yang eng-gan mengikuti tuntunanmu itu. Mereka mengetahui bahwa semua nikmat yang mereka dapatkan bersumber dari Allah dan mereka mengakui itu hanya dengan lisan mereka, kemudian mereka mengingkarinya dengan sikap, tingkah laku, dan keyakinan mereka yang sesat. Dan kebanyakan mereka adalah orang yang ingkar kepada Allah atas segala nikmat-Nya dan abai terhadap tuntunan-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 80-83 Allah SWT menyebutkan kesempurnaan nikmat-nikmatNya kepada hamba-hambaNya, yaitu Dia menjadikan bagi mereka rumah-rumah sebagai tempat tinggal, menetap dan menutupi diri, serta mereka meng­gunakannya untuk berbagai manfaat dan kegunaan lain. Dia menjadikan bagi mereka kulit binatang ternak sebagai kemah-kemah yang mana mereka merasa ringan membawanya dalam perjalanan, lalu mereka memasangnya ketika bermukim baik dalam perjalanan maupun di tempat tinggal. Oleh karena itu Allah berfirman: (yang kalian merasa ringan (membawa)nya di waktu kalian berjalan dan waktu kalian bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba) yaitu domba (dan bulu unta) yaitu unta (bulu kambing) yaitu kambing dan dhamir itu kembali kepada binatang ternak (alat-alat rumah tangga) yaitu kalian menjadikannya alat-alat rumah tangga, yaitu harta. Dikatakan yaitu perhiasan. Dikatakan juga yaitu pakaian. Pendapat yang benar lebih umum daripada semua itu, sesungguhnya hal itu dapat dibuat menjadi permadani, pakaian, dan hal lain, serta menjadikannya sebagai harta dan diperjual belikan. Ibnu Abbas berkata bahwa “Al-Atsats” yaitu perhiasan. Demikian juga dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, Sa'id bin Jubair, Al-Hasan, ‘Athiyyah Al-Aufi, ‘Atha’ Al-Khurasani, Adh-Dhahhak, dan Qatadah. Firman Allah: (sampai waktu (tertentu)) yaitu sampai waktu yang ditentukan. Terkait firman Allah: (Dan Allah menjadikan bagi kalian tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan) Qatadah berkata bahwa itu adalah pohon (dan Dia jadikan bagi kalian tempat-tempat tinggal di gunung-gunung) yaitu benteng-benteng dan tempat-tempat berlindung (dan Dia jadikan bagi kalian pakaian yang memelihara kalian dari panas) yaitu pakaian yang terbuat dari katun, kapas, dan bulu (dan pakaian (baju besi) yang memelihara kalian dalam peperangan) seperti baju dari besi, tameng, dan lain sebagainya (Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atas kalian) yaitu demikianlah Dia menjadikan bagi kalian apa yang bisa kalian gunakan untuk urusan kalian, dan apa yang kalian butuhkan agar hal itu menjadi sarana bagi kalian untuk menaati dan menyembahNya (agar kalian berserah diri (kepada-Nya)) Demikianlah yang ditafsirkan oleh mayoritas ulama. Mereka membacanya dengan dikasrahkan huruf lamnya dari (Tuslimun) yaitu dari kata Islam Firman Allah SWT (Jika mereka tetap berpaling) yaitu setelah keterangan ini dan nikmat-nikmat yang telah dikaruniakan ini, maka tidak ada tanggung jawab bagimu atas mereka (maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan kepadamu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang) Dan sungguh kamu menyampaikan tugasmu kepada mereka (Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka meng­ingkarinya) yaitu, mereka mengetahui bahwa Allah SWT yang memberikan semuanya itu kepada mereka, dan Dia adalah yang memberikan karunia kepada mereka. Dengan semua itu, mereka mengingkari hal itu dan menyembah sembahan lain bersama Dia, dan mereka menyandarkan pertolongan dan rezeki kepada selainNya (dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir)
Tafsir As-Sa'di
82. Akan tetapi, kaum yang berbuat zhalim enggan melakukan syukur kecuali pelanggaran dan penentangan. Karena itu, Allah berfirman tentang mereka, ”jika mereka tetap berpaling” dari Allah dan dari ketaatan kepadaNya setelah diingatkan dengan kenikmatan kenikmatan serta ayat ayatNya ”maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang” tiada ganguan apa pun atas dirimu untuk memberikan hidayah dan taufik bagi mereka. Engkau hanya di tuntut untuk menasihati, mengingatkan, memberi peringatan dan acaman.
Tafsir Al-Wajiz
82. Dan jika mereka menolak untuk masuk Islam, maka sesungguhnya kewajibanmu adalah menyampaikan dengan jelas apa yang diwahyukan kepadamu. Dan kamu tidak harus melakukan sesuatu selain itu

Sumber tafsir dari tafsirweb.com