Surah Al-Hijr : Ayat 82
وَكَانُوا۟ يَنْحِتُونَ مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًا ءَامِنِينَ
"dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan mereka, yakni kaum samud, memahat gunung-gunung batu untuk dijadikan rumah-rumah yang kokoh sebagai tempat tinggal. Rumahrumah itu mereka diami dengan rasa aman dari segala gangguan. Keberpalingan mereka dari Allah dan kedurhakaan kepada-Nya kemudian membuat Allah murka. Mereka lalu dibinasakan oleh Allah pada hari keempat dari tenggat yang telah nabi saleh berikan kepada mereka untuk berpikir, dengan suatu azab berupa suara keras yang mengguntur pada pagi hari. Suara itu memicu gempa dahsyat yang membuat mereka terkubur dalam rumah-rumah mereka yang dipahat pada gunung-gunung batu itu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 80-84 Penduduk kota Al-Hijr adalah kaum Tsamud yang mendustakan nabi Shalih. Barangsiapa mendustakan seorang rasul, maka dia mendustakan semua rasul. Oleh karena itu dalam ayat ini disebutkan bahwa mereka mendustakan para rasul. Allah SWT menyebutkan bahwa Dia telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaanNya yang menunjukkan kebenaran dari apa yang dibawa nabi Saleh kepada mereka, seperti unta betina yang dikeluarkan Allah dari batu besar kepada mereka melalui doa nabi Shalih. Unta itu hidup bebas di kota mereka dan mempunyai waktu minumnya, begitu juga mereka mempunyai waktu minumnya yang telah ditentukan.Setelah mereka melampaui batas dan menyembelihnya, maka nabi Shalih berkata kepada mereka: (Bersuka rialah kalian di rumah kalian selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan) (Surah Hud: 65) Allah SWT juga berfirman: (Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu) (Surah Fushshilat: 17) Allah SWT menyebutkan tentang mereka: (dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman (82)) yaitu, tanpa takut dan tidak membutuhkan hal itu, melainkan mereka karena keangkuhan, kecongkakan serta kejahatan mereka. sebagaimana hal itu terlihat dari sisa-sisa peninggalan rumah mereka di lembah Al-Hijr, yang dilewati Nabi SAW ketika beliau pergi ke perang Tabuk. Lalu beliau menundukkan kepalanya dan memacu kendaraannya dan bersabda kepada para sahabatnya,”Janganlah kalian memasuki tempat tinggal kaum yang telah diazab melainkan kalian dalam keadaan menangis. Jika kalian tidak menangis, maka berpura-puralah menangis, karena dikhawatirkan kalian akan tertimpa apa yang telah menimpa mereka” Firman Allah: (Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi (83)) yaitu, saat pagi di hari keempat (maka tak dapat menolong mereka apa yang telah mereka usahakan (84)) yaitu apa yang mereka hasilkan dari pertanian dan buah-buahan mereka yang lebih mereka pentingkan untuk diairi daripada unta betina itu, sehingga mereka menyembelihnya agar tidak mempersulit mereka dalam melakukan pengairan. Maka harta itu tidak dapat melindungi dan memberi mereka manfaat bagi mereka terhadap perintah Tuhanmu yang datang menimpa mereka.
Tafsir As-Sa'di
82 “dan mereka” karena melimpahnya kenikmatan Allah kepada mereka, ”memahat rumah rumah dari gunung gunung batu (yang didiami) dengan aman” dari segala yang menakutkan, mereka tentram di kediaman kediaman mereka. Sekiranya mereka mensyukuri nikmat Allah dan membenarkan nabi mereka, shaleh tentu Allah mengguyurkan rizki pada mereka, dan pasti memuliakan mereka dengan aneka pahala cepat (di dunia) dan pahala yang ditangguhkan (di akhirat). Akan tetapi mereka justru mendustakan (shaleh) dan (nekat) menyembelih unta serta semakin menentang perintah Rabb mereka. seraya berkata, ”hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang orang yang diutus (Allah).
Tafsir Al-Wajiz
82. Mereka adalah kaum yang memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu yang mereka tempati dan mereka kira tempat itu tempat yang aman dari azab