Surah Hud : Ayat 82
فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَٰلِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ
"Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka ketika keputusan kami datang untuk menurunkan azab kepada kaum nabi lut yang durhaka, kami menjungkirbalikkannya negeri kaum lut sehingga bagian atas bangunan berada di bawah dan bagian bawah bumi ada di atas, sebagai akibat perbuatan mereka memutarbalikkan fitrah, dan kami hujani mereka bertubi-tubi tiada henti dari tempat tinggi dengan batu dari tanah yang terbakar (lihat: surah al-'ankabut/29: 34 dan adh-dhariyat/51: 32-33). Azab yang ditimpakan kepada kaum nabi lut yang diberi tanda oleh tuhanmu mengandung pesan, bahwa apa yang menimpa kaum nabi lut bisa jadi menimpa siapa saja. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim kapan dan di mana saja berada pada setiap kurun waktu sepanjang zaman. Apabila perbuatan keji merajalela di tengah-tengah masyarakat, dan perbuatan itu mereka lakukan secara terang-terangan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 82-83 Firman Allah SWT (Maka tatkala datang azab Kami) Hal itu terjadi ketika matahari terbit (Kami jadikan negeri kaum Luth yang bagian atasnya) yaitu kota Sodom (ke bawah (Kami balikkan)) sebagaimana firmanNya: (Dan prahara angin telah meruntuhkan (negeri kaum Luth) (53) lalu menimbuni negeri itu (sebagai azab) dengan (puing-puing) yang menimpanya (54)) (Surah An-Najm) yaitu Kami menghujaninya dengan batu dari tanah liat. Kata itu menurut bahasa Persia adalah batu dari tanah liat, Pendapat ini dikatakan Ibnu Abbas dan lainnya. Sebagian ulama berkata yaitu dari Sanku yaitu batu dan kil yaitu tanah liat. Dalam ayat lain Dia berfirman: (batu-batu dari tanah yang (keras)) (Surah Adz-Dzariyat: 33) yaitu mengeras seperti batu sehingga sangat kuat. Sebagian ulama berkata yaitu yang dibakar. Imam Bukhari berkata bahwa “Sijjil” sangat kuat dan besar. “Sijjil” dan “sijjin” bahwa huruf lam dan nun itu sama. Tamim bin Muqbil berkata: “Para laki-laki memukulkan ke topi baja dari sisinya dengan pukulan yang menjadikan keras dan kuat sehingga panas untuk para pahlawan. Firman Allah: (dengan bertubi-tubi) Sebagian ulama berkata yaitu di langit, yaitu disediakan untuk itu. Ulama lainnya berkata bahwa (mandhud) yaitu yang diturunkan bertubi-tubi kepada mereka. Firman Allah: (yang diberi tanda) yaitu diberi tanda Firman Allah (dan negeri itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim) yaitu, tidaklah pembalasan itu jauh dari orang-orang yang serupa dengan mereka dalam kezaliman mereka.
Tafsir As-Sa'di
82 “maka tatkala datang azab kami” menimpa mereka, ”kami jadikan” negeri kaum luth ”yang diatas kebawah(kami balikan)” maksudnya kami balikkan atas mereka, ”dan kamu hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar” dari batu api yang sangat panas ”dengan bertubi tubi” maksudnya bertubi tubi mengejar orang yang kabur dari negeri itu.
Tafsir Al-Wajiz
82. Tatkala telah tiba perintah Kami untuk menurunkan azab, Kami jadikan negeri kaum yang berkedudukan di atas menjadi di bawah ketika Kami melempari mereka dengan tanah, Kami menurunkan atas mereka bebatuan yang banyak yang terbuat dari tanah yang mengaras secara terus menerus sampai saling bertumpukkan satu sama lain.