Surah Al-Maidah : Ayat 81
وَلَوْ كَانُوا۟ يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلنَّبِىِّ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مَا ٱتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَآءَ وَلَٰكِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُمْ فَٰسِقُونَ
"Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sekiranya mereka, yaitu orang-orang yahudi yang bekerja sama dengan orang kafir, itu beriman kepada Allah, kepada nabi Muhammad, dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, yaitu Al-Qur'an, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang-orang musyrik itu sebagai penolongpenolong atau teman setia yang membantu mereka untuk memerangi nabi dan umat islam. Akan tetapi, kenyataannya banyak di antara mereka adalah orang-orang yang fasik, yang sering melakukan penyimpangan dari ajaran agamanya pada ayat-ayat yang lalu diterangkan tentang kutukan Allah terhadap orang yahudi, selanjutnya pada ayat ini dijelaskan bagaimana sikap para ahli kitab terhadap orang mukmin. Allah memberikan informasi kepada nabi Muhammad, pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman (umat islam), ialah orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik, yang memang merasa tidak senang dan selalu memusuhi rasulullah dan umat islam. Dan di samping itu, pasti akan kamu dapati juga orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, sesungguhnya kami adalah orang nasrani, yaitu yang tekun melaksanakan ajaran agamanya. Yang sedemikian itu karena di antara mereka, orang-orang nasrani, terdapat para pendeta dan rahib yang saleh dan selalu melaksanakan tuntunan agamanya dengan benar, selain itu juga karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri dengan segala kesalehan dan ketekunan dalam beribadah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 78-81 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia melaknat orang-orang kafir dari Bani Israil pada masa yang lama, dalam hal yang telah Dia turunkan kepada nabiNya, nabi Dawud; dan melalui lisan nabi Isa, karena kedurhakaan mereka kepada Allah dan kesewenang-wenangan mereka terhadap makhlukNya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa mereka dilaknat dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan. Kemudian Allah menjelaskan tentang yang mereka lakukan di masa mereka. Allah SWT berfirman: (Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu (79)) yaitu mereka tidak melarang satu sama lain dari melakukan perbuatan dosa dan hal-hal yang haram. Kemudian Dia mencela mereka atas hal itu untuk memberi peringatan agar tidak melakukan perbuatan yang telah mereka lakukan, Lalu Allah berfirman: (Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu) Terkait firman Allah (Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong aengan orang-orang kafir (musyrik)) Mujahid berkata bahwa itu adalah orang-orang munafik. Firman Allah (Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka) yaitu dengan pertemanan mereka dengan orang-orang kafir dan meninggalkan pertemanan dengan orang-orang mukmin yang menimbulkan kemunafikan dalam hati mereka. Allah murka terhadap mereka dengan kemurkaan yang terus-menerus sampai hari mereka dikembalikan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (yaitu kemurkaan Allah kepada mereka) dengan itu Dia menjelaskan sesuatu untuk mencela mereka kemudian Dia memberitahukan tentang mereka, bahwa (mereka kekal dalam siksaan) yaitu pada hari kiamat. Firman Allah SWT: (Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada nabi, dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrik itu menjadi penolong-penolong) yaitu jika mereka beriman kepada Allah, Rasulallah dan Al-Qur'an, sungguh mereka tidak akan melakukan perbuatan yang telah mereka lakukan berupa menjadikan orang-orang kafir sebagai teman dalam hati mereka, dan memusuhi orang-orang yang beriman kepada Allah, Nabi SAW, dan Al-Qur'an yang diturunkan kepada beliau (Tetapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik) yaitu menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan RasulNya, dan menentang ayat-ayat yang diwahyukan dan yang diturunkan kepada beliau
Tafsir As-Sa'di
81. “ Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa), dan kepada apa yang di turunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai penolong-penolong,” karena iman kepada Allah, kepada nabi, dan kepada apa yang di turunkan kepadanya menurut seorang hamba agar memberikan walanya (loyalitas) kepada Allah dan kepada para wali-waliNya dan memusuhi orang-orang kafir kapadaNya, memusuhiNya dan menenggelamkan diri di dalam kemaksiatan kepadaNya. Syarat perwalian Allah dan iman kepadaNya adalah hendaknya tidak mengangkat musuh-musuh Allah sebagai pemimpin. Syarat initidak ada pada mereka, maka akibat dari syarat itu pun tidak ada. “ Tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik,” artinya, menyimpang dari ketaatan kepada Allah, iman kepadaNya dan iman kepada Nabi. Dan di antara kefasikan mereka adalah mengangkat musuh-musuh Allah sebagai pemimpin.
Tafsir Al-Wajiz
81. Sekiranya orang-orang Yahudi itu beriman dengan haq kepada Allah, nabi Musa, dan ayat yang diturunkan dalam Taurat, maka mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrik sebagai teman dan penolong bagi mereka selain orang-orang mukmin. Namun kebanyakan mereka tidak mau menaati Allah