Surah Al-Qasas : Ayat 80
وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ ٱللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَلَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلصَّٰبِرُونَ
"Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Tetapi orang-orang yang dianugerahi ilmu oleh Allah dalam bentuk ilmu yang bermanfaat tidak tertipu oleh itu semua. Mereka memberi nasihat kepada orang-orang yang tertipu itu dengan berkata, 'celakalah kamu jika bersikap dan berkeyakinan seperti itu! bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-Nya. Ketahuilah, pahala dan kenikmatan yang disediakan oleh Allah di sisi-Nya lebih baik bagi orang-orang yang ber-iman dan mengerjakan kebajikan dari pada kekayaan yang dimiliki dan dipamerkan oleh karun, dan pahala yang besar itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar dan tabah dalam melaksanakan konsekuensi keimanan dan amal saleh serta menerima ujian dan cobaan dari Allah. '81. Sebagai akibat dari sikapnya yang sombong dan keras kepala dalam kedurhakaan, meski telah dinasihati, maka sangat wajar bila kami benamkan dia dengan cara melongsorkan tanah sehingga ia terbenam bersama rumah, harta benda dan seluruh perhiasannya ke dalam perut bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun, baik keluarga maupun lainnya, yang akan menolongnya dari azab tersebut selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri ketika datang azab Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 79-80 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan bahwa Qarun pada suatu hari keluar memamerkan dirinya kepada kaumnya dengan perhiasannya yang agung, riasan yang mencolok berupa iringan kendaraan, pakaian serta para pelayan dan pembantunya. Ketika orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia dan condong kepada perhiasan dan kemewahannya melihatnya, maka mereka berharap seandainya mereka mendapatkan sebagaimana yang diberikan kepadanya. Mereka berkata: (Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun, sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar) yaitu mempunyai keberuntungan dunia yang melimpah. Ketika orang-orang yang bermanfaat ilmunya mendengar ucapan mereka, maka mereka menjawabnya: (Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh) yaitu, balasan Allah kepada hamba-hambaNya yang mukmin dan shalih di akhirat lebih baik daripada apa yang kalian lihat. Sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits shahih,”Allah Swt. berfirman,"Aku telah menyediakan bagi hamba-hambaKu yang shalih apa yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terbesit dalam hati seorang manusiapun” lalu bacalah jika kalian menghendaki": (Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan (17)) (Surah As-Sajdah: 17) Firman Allah: (dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar) As-Suddi berkata bahwa tidak ada seorangpun yang memperoleh surga kecuali orang-orang yang sabar; seakan-akan kalimat ini menyempurnakan perkataan orang-orang yang diberi ilmu Ibnu Jarir berkata bahwa kalimat itu tidak dikatakan kecuali hanyalah oleh orang-orang sabar dari cinta dunia, yang hanya berharap kepada akhirat. Seakan-akan kalimat ini terpisah dari ucapan orang-orang itu, dan menjadikannya sebagai Kalam Allah serta pemberitahuan dariNya tentang hal itu.
Tafsir As-Sa'di
80. “Dan berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu.” Yaitu mereka yang mengetahui hakikat segala sesuatu dan melihat kepada esensi dunia di saat mereka (golongan yang pertama) hanya melihat kepada bagian luarnya saja. “Kecelakaan yang besarlah bagimu,” dengan nada prihatin terhadap apa yang mereka dambakan untuk diri mereka, sambil melihat kondisi mereka tidak setuju dengan perkataan mereka. “Pahala Allah,” yang sekarang berupa kelezatan beribadah, mencintaiNYa, kembali kepadaNya, dan menghadap kepadaNya, dan kelak di akhirat, berupa surge dan segala isinya yang diinginkan oleh jiwa dan sedap dipandang mata itu lebih lebih tinggi nilainya daripada yang rendah. Sungguh tidak ada yang akan menerima hal demikian dan mendapat taufik untuknya “kecuali orang-orang yang sabar,” yaitu mereka yang menahan diri mereka semata-mata untuk taat kepada Allah, menahan diri mereka dari kedurhakaan terhadap Allah, dan menerima takdir-takdir Allah yang menyakitkan; mereka sabar atas gemerlap dunia dan kenikmatannya sehingga tidak memalingkan mereka dari Allah, dan tidak menjadi penghalang antara mereka dengan tujuan mereka diciptakan. Merekalah orang-orang yang mengutamakan pahala dari Allah atas dunia fana ini.
Tafsir Al-Wajiz
80. Orang yang memiliki ilmu tentang keadaan akhirat dan apa yang dijanjikan Allah di dalamnya yaitu para pendeta Bani Israil berkata: “Celakalah kalian! (yang dimaksud disini adalah cemoohan dan cacian, yaitu jangan kalian ucapkan kata yang salah ini. Pada mulanya, itu adalah kata-kata yang menunjukkan pada kehancuran) Pahala dan nikmat Allah di surga bagi orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya, mengerjakan perintah-perintahNya dan beramal shalih dalam harta benda yang diberikanNya itu lebih baik daripada apa yang mereka angan-angankan.” Dan orang yang mendapat pahala itu tidak akan bertemu surga kecuali orang-orang yang bersabar dalam ketaatan dan menjauhi kemaksiatan