Surah An-Naml : Ayat 80
إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ ٱلْمَوْتَىٰ وَلَا تُسْمِعُ ٱلصُّمَّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا وَلَّوْا۟ مُدْبِرِينَ
"Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggilan, apabila mereka telah berpaling membelakang."
Tafsir Ringkas Kemenag
Keengganan mereka beriman pada hakikatnya disebabkan oleh tertutupnya mata dan telinga mereka, dan memang sungguh, engkau wahai nabi Muhammad, tidak dapat menjadikan orang yang mati hatinya dapat mendengar kebenaran, sebab mereka telah kehilangan kesadarannya, dan engkau tidak pula dapat menjadikan orang yang tuli karena menutup diri, dapat mendengar seruan, lebih-lebih apabila mereka telah berpaling lari berbalik ke belakang, sehingga tidak memiliki kesiapan untuk mendengarkan dakwahmu. 81. Keadaan mereka juga sama dengan orang yang buta, dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk jalan kebenaran kepada orang yang buta mata hatinya akibat dari kesesatannya itu. Engkau tidak dapat menjadikan seorang pun mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami, lalu mereka tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah secara mantap dan kukuh.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 76-81 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kitabNya yang mulia, dan hidayah, penjelasan serta pembeda antara kebenaran dan kebathilan yang terkandung di dalamnya, bahwa kitab itu menceritakan kepada kaum Bani Israil yaitu orang-orang yang memegang kitab Taurat dan Injil: (sebagian besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya) Seperti pertentangan dan perselisihan mereka tentang nabi Isa. Orang-orang Yahudi membuat-buat berita bohong terhadapnya, dan orang-orang Nasrani berlebih-lebihan tentangnya. Maka datanglah Al-Qur'an dengan membawa kalam yang pertengahan, benar, dan adil, bahwa nabi Isa adalah salah seorang dari hamba, nabi, dan rasulNya yang mulia, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya (34)) (Surah Maryam) Firman Allah: (Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (77)) yaitu petunjuk bagi hati yang beriman kepadanya dan rahmat bagi mereka dalam mengamalkannya. Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya Tuhanmu akan menyelesaikan perkara antara mereka) yaitu pada hari kiamat (dengan keputusan-Nya, dan Dia Maha Perkasa) dalam pembalasannNya (lagi Maha Mengetahui) semua perbuatan dan ucapan hamba-hambaNya (Sebab itu, bertawakallah kepada Allah) dalam semua urusanmu, dan sampaikanlah risalah Tuhanmu (sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata) yaitu kamu berada di jalan kebenaran yang jelas, dan masih ada orang-orang yang menentangmu, dari kalangan orang yang telah ditetapkan kecelakaan atasnya, dan layak mendapat azab dari Tuhanmu. Mereka tetap tidak mau beriman, sekalipun semua tanda dan bukti datang kepada mereka. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar) yaitu, kamu tidak dapat memperdengarkan kepada mereka sesuatupun yang bermanfaat bagi mereka. Demikian juga mereka itu pada hati mereka terdapat penutup dan pada telinga mereka terdapat penutup kekafiran. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggilan, apabila mereka telah berpaling ke belakang (80) Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang buta dari kesesatan mereka. Kamu tidak dapat menjadikan (seorang pun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri (81)) Sesungguhnya yang mau mendengarkanmu hanyalah orang yang mempunyai pendengaran dan pandangan hati yang bermanfaat bagi dirinya, dan tunduk kepada Allah dan taat kepada apa yang disampaikan melalui lisan para rasul
Tafsir As-Sa'di
80. Apabila kamu telah melaksanakan apa yang dibebankan kepadamu dan kamu telah bertawakal kepada Allah dalam semua itu, maka kesesatan orang yang sesat tidak akan membahayakanmu, dan bukan kewajibanmu memberi petunjuk mereka. Maka dari itu Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati dapat mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggilan.” Maksudnya, pada saat kamu mengajak dan memanggil mereka, terutama “apabila mereka telah berpaling ke belakang,” karena hal itu akan menjadi lebih parah dalam membuat mereka tidak mendengar.
Tafsir Al-Wajiz
80. Sesungguhnya engkau wahai Rasul tidak dapat menjadikan orang-orang kafir itu untuk mendengarkan seruanmu, karena mereka seperti orang mati yang tidak mampu merasakan apa-apa. Mereka seperti orang-orang tuli yang tidak dapat mendengarkan apapun, apabila mereka telah berpaling dan menolak seruan