Surah Al-Kahfi : Ayat 79
أَمَّا ٱلسَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَٰكِينَ يَعْمَلُونَ فِى ٱلْبَحْرِ فَأَرَدتُّ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَآءَهُم مَّلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا

"Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera."

Tafsir Ringkas Kemenag
Sesudah memutuskan berpisah dengan nabi musa, hamba yang saleh itu menjelaskan perbuatannya satu per satu. Dia mengatakan, 'adapun perahu yang aku lubangi itu adalah milik orang miskin yang dipergunakan untuk bekerja di laut guna mencari nafkah. Aku bermaksud merusaknya agar perahu itu tampak cacat. Aku berbuat demikian karena di hadapan mereka ada seorang raja zalim yang akan merampas setiap perahu yang masih bagus. '80. Dan adapun anak yang aku bunuh itu adalah putra dari kedua orang tua mukmin yang kuat dan teguh imannya, dan kami khawatir kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya kepada kesesatan dan kekafiran, lalu keduanya tidak kuasa menolak paksaan anaknya itu karena besarnya kasih sayang mereka kepadanya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ini merupakan tafsir dari perkara yang sulit dimengerti nabi Musa dan penjelasan dari hal yang tampak yang diingkari olehnya. Allah menampakkan kepada nabi Khidir hikmah dari perkara itu. nabi Khidir berkata, "Sesungguhnya perharu itu, aku melubanginya untuk membuatnya cacat, karena mereka akan melalui penjagaan raja yang zalim (yang merampas tiap-tiap bahtera) yaitu yang baik, jadi aku sengaja membuatnya cacat agar raja itu menolaknya karena ada cacat pada perahu itu, lalu para pemiliknya yang miskin dapat terus menggunakannya dan mengambil manfaat darinya karena tidak ada satupun yang bisa mengambil manfaat darinya selain perahu itu.
Tafsir As-Sa'di
79. “Adapun bahtera itu,” yang aku lubangi “adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut,” yang menuntut munculnya rasa iba dan kasihan kepada mereka “lalu aku bertujuan merusak bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera,” maksudnya mereka itu (dalam berlayar), melewati raja yang zhalim. Setiap kapal yang baik yang melewati sang raja tanpa cacat, maka dia merampasnya atau mengambilnya secara paksa. Karena itu, aku berniat melubanginya agar memiliki cacat, sehingga selamat dari (jarahan) penguasa yang zhalim itu.
Tafsir Al-Wajiz
79. Adapun perahu yang aku lubangi itu adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut. Mereka hanya memiliki perahu itu untuk mencari rizki. Mereka tidak berdaya melawan orang yang zalim terhadap mereka. Mereka bekerja dengan menyewakan perahu itu. Aku bermaksud melubangi perahu itu karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas semua perahu

Sumber tafsir dari tafsirweb.com