Surah Al-Furqan : Ayat 77
قُلْ مَا يَعْبَؤُا۟ بِكُمْ رَبِّى لَوْلَا دُعَآؤُكُمْ ۖ فَقَدْ كَذَّبْتُمْ فَسَوْفَ يَكُونُ لِزَامًۢا

"Katakanlah (kepada orang-orang musyrik): “Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Pada akhir surah ini Allah menjelaskan tentang ke mahabesar dan mahakaya-Nya:katakanlah, wahai rasul, pada orang-orang musyrik itu, 'tuhanku tidak akan mengindahkan dan mempedulikan kamu, kalau tidak karena ibadahmu dan munajatmu kepada-Nya. Tetapi bagaimana kamu beribadah kepada-Nya, padahal sungguh, kamu telah mendustakan-Nya' mendustakan rasul-Nya dan adanya hari akhirat. Karena itu, kelak azab pasti menimpamu. '1. '' s'n m'm. Nama-nama huruf yang dengannya Al-Qur'an tersusun. Susunan Al-Qur'an tidak mampu disaingi oleh manusia. Inilah yang menjadikan Al-Qur'an menjadi mukjizat sepanjang zaman.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 75-77 Setelah menyebutkan sifat-sifat hamba-hambaNya yang beriman dengan sifat-sifat yang indah, ucapan dan perbuatannya yang agung, lalu Allah SWT berfirman setelahnya: (Mereka itulah) yaitu orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut (orang yang dibalas) pada hari kiamat (dengan martabat yang tinggi) yaitu, surga. (karena kesabaran mereka) yaitu mengerjakan perbuatan-perbuatan itu (dan mereka disambut dengan penghormatan) yaitu di surga (dan ucapan selamat di dalamnya) yaitu, mereka berebutan di dalamnya menyambut dengan mengucapkan penghormatan dan penghargaan. Mereka memperoleh penghormatan dan penghargaan. Keselamatan terlimpahkan kepada mereka semua dan para malaikat yang menyambut mereka. Sesungguhnya para malaikat masuk menemui mereka dari setiap pintu surga(Keselamatan atas kalian karena kesabaran kalian. Maka surga adalah sebaik-baik tempat tinggal di akhirat" (24)) (Surah Ar-Ra’d: 24) Firman Allah SWT: (mereka kekal di dalamnya) yaitu mereka tinggal sebagai tempat menetap, mereka tidak pergi, tidak pindah, tidak mati, dan tidak pergi darinya, serta tidak ingin pindah darinya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Adapun orang-orang yang berbahagia, maka (ia berada) di dalam surga. Mereka kekal di dalamnya selama masih ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain) sebagai karunia yang tidak putus-putusnya (108)) (Surah Hud). Firman Allah SWT: (Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman) yaitu sebaik-baik pemandangan, sebaik-baik tempat istirahat, dan sebaik-baik tempat tinggal. Kemudian Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Tuhanku tidak mengindahkan kalian”) yaitu Allah tidak memperhatikan kalian jika kalian tidak menyembahNya. Karena sesungguhnya Allah tidak sekali-kali menciptakan makhluk, melainkan agar mereka menyembahNya, mengesakanNya, dan menyucikanNya di setiap pagi dan petang. Mujahid dan Amr bin Syu'aib berkata tentang firmanNya: (Katakanlah,”Tuhanku tidak mengindahkan kalian) yaitu Tuhanku tidak mengazab kalian. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Katakanlah, "Tuhanku tidak mengindahkan kalian” kalau tidak karena ibadahmu) yaitu, seandainya tidak ada iman kalian. Allah SWT memberitahukan kepada orang-orang kafir bahwa Dia tidak memerlukan mereka, karenanya Dia tidak menciptakan mereka sebagai orang-orang mukmin. Seandainya Allah mempunyai keperluan, maka Dia menjadikan mereka suka kepada keimanan, sebagaimana Dia menjadikan orang-orang mukmin beriman. Firman Allah SWT: (Padahal kalian sungguh telah mendustakanNya) wahai orang-orang kafir (Karena itu, kelak (azab) pasti (menimpa kalian)) yaitu pendustaan kalian pasti kembali kepada kalian, yaitu Allah akan memastikan diri kalian tertimpa azab, kebinasaan, dan kehancuran di dunia dan akhirat, yang mana hal ini termasuk dalam perang Badar. Sebagaimana apa yang ditafsirkan Abdullah bin Mas'ud, Ubay bin Ka'b, Muhammad bin Ka'b Al-Qurazhi, Mujahid, Adh-Dhahhak, Qatadah, dan As-Suddi, dan lainnya. Hasan Al-Bashri berkata tentang firmanNya: (Karena itu, kelak (azab) pasti (menimpa kalian)) yaitu pada hari kiamat. Di antara keduanya tidak ada pertentangan. Hanya Allah yang lebih mengetahui
Tafsir As-Sa'di
77 setelah Allah menisbatkan hamba-hamba tersebut kepada rahmatNya dan mengistimewakan mereka dengan (kriteria) ubudiyah karena kemuliaan dan keutamaan mereka, maka boleh jadi orang yang beranggapaan bahwa dirinya dan selain mereka (mendapatkan rahmat), lalu kenapa dia tidak masuk ke dalam kriteria ubudiyah? Maka Allah memberitakan bahwasannya Dia tidak menghiraukan dan tidak peduli kepada selain mereka; dan bahwa kalau saja bukan karena doa kalian kepadaNYa yang berupa doa ibadah dan doa permohonan, tentu Dia tidak menghiraukan kalian dan tentu Dia tidak mencintai kalian, seraya berfirman, ”katakanlah (kepada orang-orang musyrik), ’Rabbku tidak mengindahkanmu, kalau tidak karena ibadahmu (niscaya Dia tidak mengindahkanmu). (tetapi bagaimana kamu beribadah kepadaNya), sementara kamu sungguh telah mendustakanNYa? Karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)’.” Maksudnya, azab pasti menimpa kalian seperti pastinya (kewajiban membayar) bagi orang yang berhutang kepada yang berpiutang. Dan Allah pasti memberikan keputusan diantara kalian dan diantara hamba-hambaNya yang beriman.
Tafsir Al-Wajiz
77. Wahai Rasulallah, katakanlah kepada seluruh manusia: “Tuhanku tidak akan memperhatikan kalian kalau bukan karena ibadah dan doa kalian kepadaNya (maksudnya yaitu Dia (Allah) tidak menciptakan mereka kecuali supaya mereka menyembahNya), namun bagaimana Dia akan memperhatikan dan mempedulikan kalian, sedangkan kalian telah mendustakan rasul dan Al-Qur’an? Maka azab dan balasan atas pendustaan kalian akan terus-menerus melekat pada kalian di akhirat.”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com