Surah Ali Imran : Ayat 76
بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِۦ وَٱتَّقَىٰ فَإِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَّقِينَ
"(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa."
Tafsir Ringkas Kemenag
Padahal, yang benar adalah bahwa mereka tetap berdosa karena khianat. Sebab, sebenarnya barangsiapa menepati janji dengan mengembalikan hak orang lain sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan bertakwa, maka sungguh dengan takwa itu ia akan memperoleh cinta Allah, karena Allah senantiasa mencintai orang-orang yang bertakwa. Ini menunjukkan bahwa menepati janji atau tidak khianat menjadi salah satu kriteria ketakwaan. Ayat ini mengancam kepada siapa saja yang berkhianat, dan menukarnya dengan hal-hal yang bersifat duniawi yang tidak ada nilainya di hadapan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan atau menukar janji yang dikuatkan dengan nama Allah untuk ditepati, dan sumpah-sumpah mereka dengan hal-hal yang bersifat duniawi; itu sama saja mereka menukarnya dengan harga murah atau nilai yang rendah dibanding balasan yang kelak diterimanya di akhirat jika mereka jujur, mereka justru tidak memperoleh bagian sama sekali di akhirat. Bukan itu saja, Allah juga tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka dengan pandangan rahmat pada hari kiamat, dan tidak akan menyucikan atau mengampuni dosa-dosa mereka. Bagi mereka azab yang pedih di neraka, dan mereka kekal di dalamnya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 75-76 Allah SWT memberitahukan tentang orang-orang Yahudi bahwa di antara mereka terdapat orang-orang yang berkhianat, dan Dia memperingatkan orang-orang mukmin dari prasangka terhadap mereka. Sebagian dari mereka (ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak) yaitu harta (dikembalikannya kepadamu) yaitu tanpa melalui cara pertama, mereka akan mengembalikan hal tersebut kepada kalian, (dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya) yaitu dengan memohon dan memaksa untuk melepaskan hakmu, dan apabila ini adalah perkaranya yang jumlahnya dalam satu dinar atau lebih, maka dia tidak akan mengembalikannya kepadamu. Pembahasan tentang “Qinthar” telah disebutkan di awal surah. Adapun “Dinar”, maka hal tersebut sudah diketahui Firman Allah, (Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: "tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi) yaitu sesungguhnya alasan mereka untuk menyimpang dari kebenaran bahwa mereka berkata,”Tidak wajib bagi kami dalam agama kami, suatu kesalahan dalam hal mengambil harta orang-orang ummi, yaitu orang Arab, karena Allah telah menghalalkannya bagi kami”. Lalu Allah berfirman, (Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui) Mereka berselisih tentang firman ini, dan mereka tetap pada kesesatan. Sesungguhnya Allah melarang mereka mengambil harta orang lain dengan cara yang tidak sah. Mereka adalah orang-orang yang tersesat. Kemudian Allah SWT berfirman, ((Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa) yaitu akan tetapi orang yang setia dengan janjiNya dan paling bertakwa di antara kalian, wahai Ahli Kitab, adalah orang yang memenuhi janji yang diberikan Allah kepada kalian berupa beriman kepada nabi Muhammad ketika dia diutus.. Sebagaimana Dia mengambil janji atas para nabi dan umat dengan itu. dan menjauhi hal-hal yang dilarang oleh Allah, patuh kepadaNya dan syariatNya yang Dia utuskan hal tersebut kepada penutup para rasul dan pemimpin manusia (maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa)
Tafsir As-Sa'di
76. Kemudian Allah berfirman, “Bukan demikian” artinya, tidaklah perkara itu seperti yang mereka katakan. “Sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat) nya dan bertakwa,” yaitu yang menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak makhlukNya, maka orang seperti inilah yang bertakwa, dimana Allah mencintainya. Artinya barangsiapa yang bertentangan dengan hal itu yakni tidak memenuhi janjinya antara ia dengan sesamanya dan tidak pula menunaikan ketakwaan kepada Allah, maka sesungguhnya Allah akan memurkai dan akan membalasnya atas perbuatannya itu dengan siksaan yang berat.
Tafsir Al-Wajiz
76 Bukan demikian, sebenarnya siapa yang berdosa sebab dusta dan menghalalkan harta orang Arab dan lainnya dan memakannya dengan bathil. Juga siapa sebenarnya yang menepati janji yang dibuat, dan menyampaikan amanah yang dipercayakan, serta takut kepada Allah. Kemudian dari itu tidak berdusta dan tidak menghalalkan yang diharamkan, maka sesungguhnya mereka akan mendapatkan ridha Allah. Sesungguhnya Allah ridha kepada orang-orang yang bertakwa yang taat kepada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.