Surah Yasin : Ayat 75
لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُندٌ مُّحْضَرُونَ
"Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka."
Tafsir Ringkas Kemenag
Sesembahan orang-orang musyrik itu tidak memiliki kekuatan apa pun untuk memberi manfaat atau menolak mudarat dari mereka. Me-reka itu tidak dapat menolong mereka sedikit pun; padahal mereka itu, ya-itu orang-orang musyrik, menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga sesembahan itu karena tidak mampu menjaga diri mereka sendiri. 76. Maka dari itu, wahai nabi Muhammad, jangan sampai ucapan me-reka yang penuh kekafiran kepada Allah dan pendustaan kepadamu itu membuat engkau bersedih hati. Sungguh, kami mengetahui apa yang me-reka rahasiakan dalam hati mereka dan apa yang mereka nyatakan dalam bentuk perbuatan. Mereka akan diminta pertanggungjawaban atasnya pada hari kiamat dan pasti akan menerima balasannya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 74-76 Allah SWT berfirman seraya mengingkari sikap orang-orang musyrik yang menjadikan tandingan-tandingan yang disembah bersama Allah. Mereka berbuat demikian dengan agar tandingan-tandingan itu dapat membantu, memberi rezeki, dan mendekatkan diri mereka kepada Allah SWT. Lalu Allah SWT berfirman: (Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka) yaitu sembahan-sembahan itu tidak mampu menolong orang-orang yang menyembahnya, bahkan lebih lemah, lebih hina, lebih rendah, dan lebih kecil; bahkan untuk menolong diri sendiri dan membalas orang yang bertujuan jahat terhadap dirinya. Karena berhala-berhala itu benda mati, tidak dapat mendengar, dan berpikir. Firman Allah: (padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka) Mujahid berkata bahwa maknanya adalah di hari perhitungan, Allah bermaksud mengumpulkan semua berhala pada hari kiamat, semuanya dihadirkan saat hari perhitungan terhadap orang-orang yang menyembahnya, agar hal itu memperberat kesedihan mereka dan lebih menunjukkan kepada mereka ditegakkannya hujjah atas mereka. Qatadah berkata tentang firmanNya: (Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka) yaitu sembahan-sembahan (mereka itu tidak dapat membantu mereka. padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka) Orang-orang musyrik itu marah demi berhala-berhala sesembahan di dunia. Padahal berhala-berhala itu tidak mendatangkan suatu kebaikan bagi mereka, tidak menolak suatu keburukan dari mereka, karena sesungguhnya berhala-berhala itu adalah patung-patung. Pendapat ini baik, dan itu adalah pendapat yang dipilih Ibnu Jarir. Firman Allah SWT: (Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu) yaitu pendustaan kalian terhadapmu dan kekafiran mereka kepada Allah (Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan) yaitu, Kami mengetahui semua yang ada pada diri mereka, dan Kami akan membalas, menggambarkan, dan berlaku kepada mereka atas hal itu dengan balasan setimpal pada hari dimana tidak ada sesuatupun dari perbuatan mereka, baik yang agung, hina, besar, dan kecil yang luput. Bahkan semua amal perbuatan mereka dahulu dan yang akan datang ditampakkan.
Tafsir As-Sa'di
74-75. ini adalah penjelasan kepalsuan sesembahan-sesembahan kaum musyrikin yang mereka angkat (ambil) selain Allah, mereka harapkan pertolongan dan syafa’atnya. Sesungguhnya sesembahan-sesembahan tersebut benar-benar sangat rapuh, “tidak dapat menolong mereka,” dan bahkan mereka tidak dapat menolong diri mereka sendiri. Kalau mereka tidak mampu menolong diri mereka sendiri, lalu bagaimana mereka akan menolong para penyembahnya?! Pertolongan itu harus memenuhi dua syarat, yaitu kemampuan dan (kuasa). Apabila ia mampu, maka masih ada lagi syarat lain, yaitu apakah ia mau menolong penyembahnya atau tidak? Dengan demikian, penafian kemampuan menafikan dua hal ini sekaligus. “padahal berhala-berhala itu bagai tentara yang (akan) dihadirkan kepada mereka,” maksudnya, mereka akan dihadirkan dan juga para penyembahnya di dalam satu siksaan, dan satu sama lain saling berlepas diri. Lalu kenapa mereka tidak berlepas diri di dunia dari penyembahan kepada sesembahan-sesembahan tersebut dan kemudian mengikhlaskan ibadah hanya kepada yang ditanganNYa kerajaan, pemberian manfaat, mara bahaya, pemberian rizki dan menahannya, yaitu Dia Yang Maha pelindung lagi Maha Penolong.
Tafsir Al-Wajiz
75. Tuhan-tuhan mereka tidak bisa menjadi penolong mereka dalam hal tertentu. Padahal orang-orang musyrik itu adalah pasukan yang terlindung oleh berhala-berhala itu yang dipersiapkan sebagai penolong bagi mereka, kemudian setan mendatangi mereka untuk melindungi mereka, sedangkan berhala-berhala itu tidak berguna sama sekali.