Surah An-Naml : Ayat 75
وَمَا مِنْ غَآئِبَةٍ فِى ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

"Tiada sesuatupun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh)."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di langit dan di bumi, sekecil dan sehalus apa pun, melainkan tercatat dalam kitab yang jelas di sisi Allah, yaitu lauh mahf'zh. Kitab itu mencakup segala sesuatu yang telah dan yang akan terjadi. 76. Setelah diuraikan tentang keniscayaan kiamat, kini diuraikan tentang kenabian yang salah satu buktinya adalah al-qur`an. Sungguh, Al-Qur'an yang diwahyukan melalui malaikat jibril kepada nabi Muhammad ini menjelaskan kepada bani israil sebagian besar dari perkara agama, seperti masalah akidah, hukum dan kisah-kisah yang termaktub dalam taurat, yang mereka perselisihkan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 71-75 Allah SWT berfirman seraya membaritahukan tentang orang-orang musyrik yang meminta agar kiamat disegerakan, padahal mereka menganggap mustahil terjadinya hal itu (Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, "Bilakah datangnya azab itu, jika memang kamu orang-orang yang benar” (71) Maka Allah berfirman seraya menjawab mereka: (Katakanlah) wahai Muhammad (Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu) Ibnu Abbas bahwa maknannya adalah sudah dekat, atau dekat bagi kalian azab yang kalian minta untuk disegerakan. Hal inilaa yang dimaksud oleh firmanNya SWT: (dan mereka berkata, "Kapan itu (akan terjadi)?" Katakanlah, "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat”) (Surah Al-Isra’: 51) dan (Mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya Jahannam benar-benar meliputi orang-orang yang kafir (54)) (Surah Al-'Ankabut) Dan sesungguhnya huruf lam masuk ke dalam firmanNya (radifa lakum) karena mengandung makna disegerakan kepada kalian. Seperti yang dikatakan Mujahid dalam suatu riwayat tentang firmanNya: (Mungkin telah hampir datang kepadamu) yaitu disegerakan terhadap kalian. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai karunia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia) yaitu melimpahkan nikmat-nikmatNya kepada mereka, sekalipun dengan kezaliman mereka terhadap diri mereka sendiri; dan dengan semua itu mereka tidak bersyukur kepadaNya atas nikmat-nikmat itu, kecuali hanya sedikit orang dari mereka (Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan hati mereka dan apa yang mereka nyatakan (74)) yaitu mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati dan hal rahasia, sebagaimana mengatahui hal yang tampak: (Sama saja (bagi Tuhan), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus terang dengan ucapan itu) (Surah Ar-Ra'd: 10) dan (Dia mengetahui rahasia dan yang tersembunyi) (Surah Thaha: 7) serta (Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka tampakkan) (Surah Hud: 5) Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa Dia mengetahui hal yang ghaib dari di langit dan bumi, dan bahwa sesungguhnya Dia mengetahui hal ghaib dan nyata, yaitu sesuatu yang ghaib dan tampak bagi para hamba. Jadi Allah SWT berfirman: (Tidak ada sesuatu pun yang gaib di langit dan bumi) Ibnu Abbas berkata bahwa makna yang dimaksud adalah tidak ada sesuatu pun (di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauhil Mahfuz)) Ini sebagaimana firmanNya SWT: (Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwa yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauhil Mahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah (70)) (Surah Al-Hajj)
Tafsir As-Sa'di
75. “Tiada sesuatu pun yang ghaib di langit dan bumi,” maksudnya, yang tersembunyi dan yang rahasia dari rahasia-rahasia alam atas dan alam bawah, “melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata,” maksudnya, semua itu telah dimuat oleh al-KItab dengan segala apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi hingga Hari KIamat. Jadi, segala kejadian yang terjadi, yang Nampak atau yang tersembunyi, melainkan pasti ia sesuai dengan catatan yang termaktub di dalam Lauhul Mahfuzh.
Tafsir Al-Wajiz
75. Tidak ada sesuatupun keghaiban baik yang ada di langit maupun di bumi, melainkan sudah tercatat dalam kitab jelas yaitu Lauhul Mahfuzh. Lalu bagaimana bisa ada sesuatu yang bisa tersembunyi dari Allah? Perkara ghaib adalah segala sesuatu yang Allah sembunyikan dari penglihatan makhluk. Min adalah huruf yang menunjukkan sifat umum pada kata sesudahnya

Sumber tafsir dari tafsirweb.com