Surah Al-Hajj : Ayat 74
مَا قَدَرُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌ
"Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa."
Tafsir Ringkas Kemenag
Manusia yang menyembah tuhan selain Allah sejatinya mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya, bahkan merendahkan-Nya dengan tidak mengibadati-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar mahakuat meskipun tidak dijadikan tuhan oleh mereka dan mahaperkasa untuk mengalahkan tuhan-tuhan selain dia. 75. Allah memilih para utusan-Nya dari malaikat untuk menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul, dan juga memilih dari manusia, sejak nabi adam hingga nabi Muhammad, karena kasih sayang-Nya kepada manusia untuk menjelaskan kepada mereka bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah dan tidak layak beribadah kecuali kepada-Nya. Sesungguhnya Allah maha mendengar semua pembi-caraan makhluk, baik yang terucap maupun yang tersimpan dalam hati; maha melihat seluruh ciptaan-Nya, baik yang di langit maupun di perut bumi.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 73-74 Allah SWT berfirman seraya mengingatkan tentang kehinaan berhala-berhala itu dan kebodohan akal orang-orang yang menyembahnya (Hai manusia, telah dibuat perumpamaan) yaitu tentang apa yang disembah oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah dan menyekutukanNya (maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu) yaitu perhatikan dan dengarkanlah (Sesungguhnya segala yang kamu sembah selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu menciptakannya) Yaitu sekalipun semua berhala dan tandingan yang kalian sembah itu bersatu untuk menciptakan seekor lalat, maka mereka tidak akan mampu melakukannya. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu) yaitu mereka tidak akan mampu menciptakan seekor lalat pun. Bahkan yang lebih jelas daripada itu mereka tidak mampu membela diri dari lalat itu dan menolong dirinya sendiri seandainya lalat itu merampas sesuatu yang ada padanya, berupa aroma harum yang ada padanya . Dan seandainya berhala-berhala itu berkehendak untuk merebut kembali apa yang dirampas darinya, maka tidak akan mampu melakukannya; padahal lalat adalah makhluk Allah yang paling lemah dan hina. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah) As-Suddi dan lainnya berkata mengatakan bahwa “Ath-thalib” adalah orang yang menyembah, sedangkan “Al-matlub” adalah berhala. Kemudian Allah SWT berfirman: ( Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya) yaitu, mereka tidak mengetahui tentang kekuasaan dan keagungan Allah saat mereka menyembah sembahan selain Dia bersamaNya berupa berhala-berhala yang tidak mampu mempertahankan diri terhadap serangan lalat karena kelemahannya (Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa) yaitu Dia adalah Dzat yang Maha kuat yang dengan kekuasaan dan kekuatanNya untuk menciptakan segala sesuatu (Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan) nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagiNya) (Surah Ar-Rum: 27) dan (Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras (12) Sesungguhnya Dialah Yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali) (13)) (Surah Al-Buruj) serta (Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi Rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi sangat Kokoh (58)) (Surah Adz-Dzariyat) Firman Allah: (lagi Maha Perkasa) yaitu, Dia Maha Perkasa atas segala sesuatu. sehingga Dia mengalahkan dan menundukkannya. Jadi tidak ada yang dapat mencegah dan mengalahkanNya, karena keagungan dan kekuasaanNya, yaitu Dia adalah Dzat Yang Maha Esa dan Maha Perkasa
Tafsir As-Sa'di
73-74. Ini sebuah permisalan yang Allah (gariskan) untuk menggambarkan keburukan peribadahan kepada berhala-berhala dan menjelaskan cacatnya akal-akal orang-orang yang menjalankan ibadah kepadanya serta (menjelaskan) kelemahan semua pihak. Allah berfirman, “Hai manusia.” Ini pembicaraan yang terarah kepada kaum Mukminin dan kaum kafir. Dengan itu, orang-orang Mukminin akan melonjak tingkat ilmu dan bashirah mereka. Sedangkan bagi kaum kafir, ayat itu menjadi hujjah yang menggugat mereka. “Telah dibuat perumpamaan, maka kalian dengarkanlah perumpamaan itu,” maksudnya condongkanlah pendengaran-pendengaran kalian ke arahnya. Dan pahami kandungannya. Jangan sampai mengenai hati yang sedang lalai dan pendengaran yang sedang membelok. Benar-benar arahkan hati dan pendengaran kalian. Yaitu Firman Allah ini, “SEsungguhnya segala yang kamu seru selain Allah,” keterangan ini mencakup setiap obyek yang disembah selain Allah, “sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun,” yang merupakan binatang yang paling hina lagi menjijikkan. Mereka tiada berdaya untuk menciptakan makhluk yang lemah ini. Apalagi benda-benda yang lebih baik darinya (sudah mesti mereka lebih tidak berdaya). “Walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya,” bahkan, lebih parah daripada itu, “dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah mereka dapat merebutnya.” Ini merupakan titik puncak kelemahannya. “Amat lemahlah yang menyembah,” yaitu yang menyembah sesembahan selain Allah, “dan amat lemah (pulalah) yang disembah,” yaitu lalat. Masing-masing lemah. Lebih lemah lagi daripada keduanya adalah orang yang bergantung kepada makhluk yang lemah ini dan memposisikannya sebagai Rabbul ‘Alamin (Penguasa alam semesta). Orang ini tidak menghormati Allah dengan sebenar-benarnya. Dia telah menyamakan obyek yang membutuhkan peran pihak lain lagi tanpa daya (dilihat) dari segala aspek dengan Dzat Yang Mahakaya lagi Kuat dari segala sisi. Dia telah mempersamakan obyek yang tidak mempunyai kemampuan (bagi dirinya dan bagi orang lain) yang menetapkan kebaikan, bahaya, kematian, kehidupana, dan kebangkitan dengan Dzat yang Maha Pemberi kemanfaatan dan bahaya, Yang Melimpahkan dan Menahan 9kenikmatan), Pemilik kerajaan, dan Yang Mengatur dengan berbagai macam aturan di dalamnya. “Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa,” maksudnya sempurna kekuatanNya, sempurna kemuliaanNya. Di antara kesempurnaan kekuatan dan kemuliaanNya; bahwasanya ubun-ubun seluruh makhluk berada di dua TanganNya. Tidaklah ada benda yang bergerak dan diam melainkan (pasti) dengan keinginan dan kehendakNya. Apa yang dikehendaki oleh Allah, niscaya terjadi, dan apa-apa yang tidak diinginkan oleh Allah, niscaya tidak akan terlaksana. Di antara kesempurnaan kekuatan Allah bahwa Dia memegangi langit-langit dan bumi sehingga tidak terjatuh. Dan (bukti) kesempurnaan kekuatan Allah, Dia membangkitkan seluruh makhluk (setelah kehancurannya), sejak makhluk yang pertama dan yang paling akhir hanya dengan satu tiupan, dan Allah dapat membinasakan para dictator dan umat-umat manusia yang sombong, hanya dengan sesuatu yang kecil dan cemeti dari siksaanNya.
Tafsir Al-Wajiz
74. Mereka orang-orang musyrik tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya, juga tidak mengenal-Nya dengan betul. Sehingga mereka menyekutukan-Nya dengan berhala yang lemah. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa dan tidak terkalahkan