Surah An-Nahl : Ayat 74
فَلَا تَضْرِبُوا۟ لِلَّهِ ٱلْأَمْثَالَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka janganlah kamu, wahai manusia, mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah dengan menyembah dan mempertuhankan apa pun selain dia serta menisbatkan sifat-sifat buruk kepada-Nya. Sungguh, Allah mengetahui segala sesuatu, sedang kamu tidak mengetahui kecuali yang telah Allah ajarkan kepada kamu. Karena itu, berbuatlah sesuai arahan Allah sebab hal itu tentu baik bagi kehidupanmu. Usai melarang manusia menyekutukan-Nya dan menetapkan sifatsifat buruk bagi-Nya, Allah lalu membuat perumpamaan buruknya sikap dan sesatnya tindakan orang kafir bagaikan seorang hamba sahaya yang berada di bawah kekuasaan orang lain; seorang hamba sahaya yang tidak berdaya bertindak dan berbuat sesuatu, dan seorang yang merdeka yang kami beri rezeki yang baik, halal, dan melebihi kebutuhannya lalu dia menginfakkan di jalan kami sebagian dari rezeki itu secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan. Samakah mereka yang keadaannya bertolak belakang itu' tentu tidak. Segala puji hanya bagi Allah yang maha esa, maha mengetahui. Kamu, wahai kaum muslim, mengetahui bahwa segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka yang kafir tidak mengetahui hal itu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 73-74 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang musyrik yang menyembah bersama Allah tuhan-tuhan selain Dia, padahal Allah adalah Pemberi nikmat, Pemberi karunia, Pencipta, dan Pemberi rezeki tidak ada sekutu bagiNya. Tetapi bersamaan dengan ini mereka menyembah selain Allah, yaitu berhala-berhala, tandingan-tandaingan, dan patung-patung yang tidak memiliki rezeki sedikit pun bagi mereka dari langit dan bumi. yaitu, sekutu-sekutu itu tidak mampu menurunkan hujan dan tidak dapat menumbuhkan tanam-tanaman dan pepohonan. serta tidak pula memiliki hal itu bagi diri mereka. Yaitu, tidak ada bagi mereka hal itu dan mereka tidak mampu melakukannya walaupun mereka memiliki kehendak. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Maka janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah) yaitu, janganlah mengadakan sekutu-sekutu, tandingan-tandingan, dan penyerupaan-penyerupaan (Sesungguhnya Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui) yaitu sesungguhnya Allah mengetahui dan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, dan kalian dengan kebodohan kalian, kalian menyekutukanNya dengan yang lain.
Tafsir As-Sa'di
73-74. Allah memberitahukan tentang kebodohan kaum musyrikin dan kezhaliman mereka, bahwa mereka itu menyembah sesembahan selain Allah, yang mereka daulat sebagai sekutu bagi Allah. padahal, realitanya, sesembahan sesembahan tersebut tidak dapat memberikan rizki kepada mereka sedikitpun dari langit dan bumi, tidak sanggup menurunkan hujan dan rizki, tidak menumbuhkan tanaman apapun dari tanah, tidak mempunyai (kekuasaan) seukuran biji dzarah sekalipun di langit dan di bumi mereka itu tidak berdaya, sekiranya mau melakukannya. Sesungguhnya orang yang bukan pemilik (dari) sesuatu, boleh jadi dia bisa mempunyai kekuatan dan kekuasaan untuk menyalurkan manfaat bagi orang yang berhubungan dengan dirinya. Akan tetapi, sesembahan sesembahan itu tidak mempunyai (kekuasaan) dan tidak berkuasa. Inilah karakter sesembahan mereka. Bagaimana bisa mereka menjadikannya (sekutu) bersama Allah dan menyerupakannya dengan pemilik bumi dan langit, yang mana Dia memiliki seluruh kerajaan dan semua sanjungan dan segenap kekuatan? Untuk itu, Allah berfirman ”maka janganlah kamu mengadakan sekutu sekutu bagi Allah” yang memuat unsur makna penyerupaan antara Allah dengan makhlukNya ”sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. kewajiban kita adalah mendengarkan perumpaan yang telah ditetapkan oleh Allah yang maha mengetahui. Karena itu, Allah menetapkan dua permisalan bagiNya dan objek yang disembah selainNya.
Tafsir Al-Wajiz
74. Maka janganlah kalian menjadikan perumpamaan berupa pembanding dan sekutu-ekutu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala hakikat dan sesungguhnya Dialah Tuhan yang Maha Esa, sedangkan kalian tidak mengetahui itu karena kebodohan kalian