Surah Al-Maidah : Ayat 71
وَحَسِبُوٓا۟ أَلَّا تَكُونَ فِتْنَةٌ فَعَمُوا۟ وَصَمُّوا۟ ثُمَّ تَابَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ عَمُوا۟ وَصَمُّوا۟ كَثِيرٌ مِّنْهُمْ ۚ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا يَعْمَلُونَ

"Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Allah akan selalu memperingatkan manusia yang melakukan kesalahan, tetapi kaum yahudi mengabaikan hal ini, dan mereka mengira bahwa dengan status yang dianugerahi kelebihan, maka tidak akan terjadi bencana apa pun terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu. Oleh karena itu, anggapan tersebut telah menyebabkan mereka menjadi buta terhadap kebaikan-kebaikan yang dicontohkan para rasul dan tuli terhadap nasihat-nasihat agama yang disampaikan. Kemudian Allah yang maha pengampun menerima tobat mereka ketika mereka bertobat dan memohon ampunan-Nya. Akan tetapi, ternyata kemudian kebanyakan dari mereka tetap dalam keadaan buta terhadap amal saleh yang diajarkan dan tuli karena tidak mau mendengarkan ajaran agama yang disampaikan, dan sesungguhnya Allah maha melihat terhadap apa saja yang mereka kerjakan. Bila pada ayat-ayat yang lalu diterangkan tentang penyimpanganpenyimpangan yang dilakukan orang yahudi, maka pada ayat-ayat berikut dijelaskan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh umat nasrani. Paparan tentang penyimpangan ini diawali dengan pernyataan bahwa sesungguhnya telah kafir dan menyimpang dari akidah yang benar orang-orang yang berkata, sesungguhnya Allah itu ialah al-masih putra maryam. Padahal isa al-masih sendiri berkata kepada mereka, wahai bani israil! sembahlah Allah yang merupakan tuhanku dan juga sebagai tuhanmu. Mereka mestilah mengetahui pula bahwa sesungguhnya barang siapa mempersekutukan Allah dengan sesuatu, maka pasti Allah akan mengharamkan surga baginya yang merupakan balasan bagi yang taat dan tidak menyimpang dari tuntunan-Nya, dan tempat yang disediakan bagi-Nya ialah neraka, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu yang akan membantunya, baik ketika di dunia, maupun kelak di akhirat.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 70-71 Allah SWT menyebutkan bahwa Dia telah mengambil perjanjian dan ikatan atas Bani Israil untuk mendengar dan taat kepada Allah dan RasulNya, Lalu mereka melanggar perjanjian dan ikatan itu, dan mengikuti pendapat dan hawa nafsu mereka, serta mendahulukan hal itu di atas syariat-syariat, jadi hal-hal dari syariat itu yang sesuai dengan mereka, maka mereka menerimanya; sedangkan yang bertentangan maka mereka menolaknya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh (70) Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun) yaitu mereka mengira bahwa mereka tidak akan ditimpa keburukan akibat dari apa yang mereka lakukan. Lalu keburukan itu terjadi, yaitu mereka buta dari kebenaran, dan tuli sehingga mereka tidak bisa mendengar kebenaran dan tidak mendapat petunjuk menuju hal itu. (kemudian Allah menerima taubat mereka) dari apa yang telah mereka kerjakan (mereka menjadi buta dan tuli) setelah itu (kebanyakan dari mereka itu, Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan) Maha Melihat dan Maha Mengetahui siapa saja yang berhak mendapat petunjuk dan siapa saja yang berhak mendapatkan kesesatan.
Tafsir As-Sa'di
71. “Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencana pun,” maksudnya, mereka menyangka bahwa kemaksiatan dan pendustaan mereka tidak menyeret hukuman dan azab atas mereka. Mereka terus berjalan di atas kebatilan, mereka buta “dan tuli” dari kebenaran. “kemudian” Allah mengangkatnya dan “menerima taubat mereka,” manakala mereka bertaubat dan kembali kepadaNya. “Kemudian” mereka terus berjalan di atas itu sehingga kebanyakan dari mereka berbalik kepada keadaan yang buruk. “Kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi)” dengan sifat ini, sementara yang minoritas terus berjalan di atas taubat dan iman mereka. “Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” Lalu Dia membalas setiap orang yang beramal dengan amalnya. Jika baik maka balasannya baik, jika buruk maka balasannya buruk.
Tafsir Al-Wajiz
71. Orang-orang Yahudi beranggapan bahwa mereka tidak akan mendapatkan musibah, ujian, dan azab yang agung karena membunuh para nabi dan mendustakan rasul itu tidak akan mengakibatkan, berdasarkan anggapan bahwa mereka adalah putera-putera dan kekasih Allah. Jadi mereka tidak bisa melihat hidayah dan tidak bisa mendengar kebenaran dari nabi-nabi mereka. Lalu mereka menentang aturan-aturan Taurat dan membunuh Yesaya. Kemudian Allah menerima taubat mereka ketika mereka mau bertaubat. Lalu Allah mengangkat kekeringan yang menimpa mereka dan menyelamatkan mereka dari penindasan orang-orang Babilonia. Kemudian banyak dari mereka yang buta dan tuli setelah adanya penjelasan tentang kenabian Muhammad SAW, dan sebelum itu mereka membunuh Zakaria dan berusaha membunuh Isa. Dan Allah itu mengawasi amal perbuatan mereka dan akan membalas mereka di akhirat. Dan sedikit dari mereka yang selamat

Sumber tafsir dari tafsirweb.com