Surah At-Taghabun : Ayat 7
زَعَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَن لَّن يُبْعَثُوا۟ ۚ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّى لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ ۚ وَذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ
"Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: “Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah."
Tafsir Ringkas Kemenag
Orang-orang yang kafir menolak ajakan para rasul karena mengira, bahkan meyakini bahwa mereka tidak akan dibangkitkan setelah mereka mati. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, kepada mereka, 'tidak demikian, yang sebenarnya. Demi tuhanku, yang mahabenar, kamu pasti akan dibangkitkan dari alam kubur, kemudian diberitakan dengan lengkap dan menyeluruh semua yang telah kamu kerjakan di dunia, baik kejahatan maupun kebaikan. ' dan yang demikian itu mudah bagi Allah, karena Allah berkuasa atas segala sesuatu. 8. Ayat ini mengajak orang-orang kafir untuk beriman dan mengajak orang-orang beriman yang ragu untuk benar-benar beriman. Maka berimanlah kamu, wahai seluruh manusia kepada Allah dan rasul-Nya dengan mantap dan berimanlah kepada cahaya Allah, yaitu Al-Qur'an yang telah kami turunkan kepada nabi Muhammad. Dan Allah mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan sehingga tidak ada satu pun perbuatan manusia yang tidak diketahui-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 7-10 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang kafir, orang-orang musyrik, dan orang-orang yang menganggap tidak ada Tuhan; mereka mengira bahwa mereka tidak dibangkitkan (Katakanlah, "Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”) yaitu akan diberitahukan kepadamu semua amal perbuatan kalian, baik yang agung maupun yang hina, baik yang kecil maupun yang besar (Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah) yaitu membangkitkan dan membalas kalian. Hal ini merupakan ayat ketiga yang Allah memerintahkan kepada RasulNya untuk mengungkapkannya dengan memakai sumpah atas nama Tuhannya, bahwa sesungguhnya hal itu pasti terjadi dan hari kebangkitan itu benar-benar ada. Kemudian Allah SWT berfirman: (Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya yang telah Kami turunkan) yaitu Al-Qur'an (Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) yaitu, tidak ada sesuatupun dari amal perbuatan kalian yang tersembunyi dariNya. Firman Allah: ((Ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan (untuk dihisab)) yaitu hari kiamat. Dinamakan demikian karena pada hari itu Allah mengumpulkan semua orang yang terdahulu dan yang kemudian di suatu lapangan, yang suara penyeru terdengar oleh mereka semua dan tiada sesuatu pun yang menghalangi pandangan mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk)) (Surah Hud: 103) Firman Allah: (itulah hari (waktu itu) ditampakkan kesalahan-kesalahan) Ibnu Abbas berkata bahwa itu merupakan salah satu dari nama hari kiamat. Demikian itu karena penghuni surga membuat iri penghuni neraka. Demikian juga dikatakan oleh Qatadah dan Mujahid.
Tafsir As-Sa'di
7. Allah memberitahukan tentang pembangkangan orang-orang kafir, dugaan batil, serta pendustaan mereka terhadap Hari Kebangkitan yang tanpa didasari ilmu, tanpa petunjuk, dan kitab yang menerangi. Kemudian Allah memerintahkan makhlukNya yang paling mulia agar bersumpah terhadap Rabbnya akan adanya Hari Kebangkitan, pembalasan amal-amal buruk orang-orang kafir, serta kedustaan mereka terhadap kebenaran. “Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” Karena kebangkitan itu meski berat dan tidak bisa dilakukan oleh makhluk, sebab andai seluruh kekuatan mereka berkumpul untuk menghidupkan satu orang saja yang mati, tentu mereka tidak mampu melakukannya, sedangkan bagi Allah, jika Dia menghendaki sesuatu hanya dengan berfirman, “Jadilah,” maka jadilah sesuatu itu. Allah berfirman, “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” -Az-Zumar:68-
Tafsir Al-Wajiz
7. Orang-orang kafir itu menganggap (anggapan dengan menggunakan pengetahuan namun kebanyakan itu dalam hal kebatilan) bahwa sesungguhnya tidak ada kebangkitan setelah kematian pada hari kiamat. Katakanlah kepada mereka wahai Nabi: “Tentu saja kalian akan dibangkitkan dan Allah adalah Tuhanku (Balaa: adalah kata jawab yang diletakkan setelah kalimat negasi sebagai bentuk pembuktian) kemudian sungguh kalian akan diberi kabar tentang perbuatan kalian. Kebangkitan dan balasan itu adalah sesuatu yang mudah bagi Allah karena kekuasaanNya yang sempurna”